Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tenten Mart, Ketok Tularan BUPDA di Sejumlah Desa Adat

Bali Tribune/TENTEN MART – Tenten Mart Desa Adat Guwang jadi ketok tularan desa adat lainnya.


balitribune.co.id | Gianyar  - Tenten Mart sebagai salah satu unit usaha Baga Utsaha Padruenan Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Guwang, Sukawati Gianyar mulai ketok tularan ke desa adat lainnya. Mini Market milik Adat yang pertama di Gianyar ini, dinilai sangat ideal dikembangkan, sekaligus memerangi mini market berjejaring nasional yang sedang menjamur. Namun, saying sejumlah Desa Adat harus menunda keinginananya . karena permodalan cukup tinggi.
 
Bendesa Adat Guwang I Made Karben Wardana yang dihubungi, Senin (21/6/2021), mengakui sejak membuka Tenten Mart, pihaknya banyak menerima telpon dari rekan-rekannya sesame Bendesa dari Desa Adat lainnya.  Karean DEsa Adat laian juga ingin memajukan BUPDA dan menilai Teten Mart ini sangat menjanjikan. Karben menjelaskan, Teten Mart yang bangun oleh Desa Adat Guwang merupakan program kerja sudah lama dari prejuru desa adat dalam perekomonian, untuk meningkatkan pendapatan desa desa adat. Setelah dikeluarkannya Perda nomor 4 tahun 2019, ada pasal yang mengamanatkan desa adat mengembangkan Baga Utsaha Padruenan Desa Adat (BUPDA). 
 
Selian itu, kebijakan bupati yang tidak mengeluarkan izin toko berjejaringan, membuat pihaknya semakin bersemangat untuk mendirikan minimarket. Adanya dorongan dari Gubernur Bali untuk menggali potensi perekomonian desa adat agar desa adat menjadi mandiri. "Pemilihan nama Tenten Mart ini sudah dirancang oleh MDA dan direncanakan sebagai branding untuk seluruh desa adat yang akan mendirikan minimarket," jelasnya. 
 
Terkait suplayer barang, pihaknya bekerja sama dengan pihak PT. Bali Sari Luwih. Karena pihaknya belum bisa mengelola minimareker secara profesional. Harga yang ditawarkan pun bersaing dengan minimarket yang sudah ada. Selain itu dipastikan tidak akan lebih murah dari harga barang di warung milik warga di sekitar. Sementara dalam mendirikan Tenten Mart ini, pihak desa adat mengeluarkan sekitar Rp 700 juta. Sudah lengkap bangunan dan berisi barang. Untuk modal di luar bangunan disebutkan sekitar 250 - 300 juta. 
 
Karben Wardana mengatakan Tenten Mart ini belum bisa dibuka 24 jam. Namun Kedepanya kemungkinan akan dibuka 24 jam. Namun sayang, permodalan yang cukup besar ini membuat sejumlah Desa Adat harus menunda membuka Tenten Mart. Karena dari anggaran yang dikantongi oleh masing-masing BUPDA dia Desa Adat, hanya berkisaran dibawah angka Rp 200 Juta. Untuk modal tambahan, pihak desa adat awalnya optimis dengan penambahan modal pinjaman di LPD. Namun sayang, dalam kondisi Pandemi ini, mereka tidak berani berspekulasi dan memilih menunggu sembari membangun unit usaha lainnya. 
wartawan
ATA
Category

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.