Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tetap Menjalankan Tugas Meski Diguyur Hujan, Pastika Beri Pujian Untuk Peserta Upacara dan Paskibraka

PENURUNAN BENDERA - Upacara penurunan bendera pusaka dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia terasa berbeda karena selama prosesi Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar diguyur hujan, Jumat (17/8).

BALI TRIBUNE - Upacara penurunan bendera pusaka dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia terasa berbeda karena selama prosesi Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar diguyur hujan, Jumat (17/8). Meskipun demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti detik-detik penurunan bendera dengan khidmat. Hal itu menuai pujian dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah setelah upacara penurunan bendera. Apresiasi Dia sampaikan terutama kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang telah berlatih selama berbulan-bulan dan telah menyelesaikan tugasnya hari ini dalam upacara pengibaran bendera serta penurunan bendera. “Ini bukan akhir, ini adalah awal pengabdian kalian, teruslah bekerja keras, teruslah berkarya untuk Indonesia, berlatih dengan giat mengisi kemerdekaan,” ujarnya saat ramah tamah yang juga dihadiri oleh Ny. Ayu Pastika, Pimpinan DPRD Prov Bali, Forkompimda Prov Bali, Jajaran pejabat di lingkungan pemprov Bali beserta masyarakat. Lebih jauh Ia mengatakan semangat yang tadi ditunjukkan saat upacara merupakan cerminan semangat para pejuang kemerdekaan yang pantang menyerah dalam situasi apa pun. Untuk itu Ia mengharapkan semua hadirin untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan. Perjuangan menurutnya bukan hanya bertempur di medan peperangan, namun lebih dari itu, mengisi kemerdekaan juga harus dengan berjuang, berjuang memajukan bangsa serta berjuang terlepas dari jurang kemiskinan dan kebodohan. “Kemerdekaan ini tidak gratis, semua ini dibayar dengan nyawa para pahlawan, jadi jangan sia-siakan semua ini. Isi kemerdekaan dengan semangat, giat bekerja. Warisilah semangat perjuangan para pahlawan, jangan abunya,” tegasnya. Selain itu Pastika juga menyatakan, melalui semangat perjuangan, masyarakat Bali juga tetap bekerja keras membangun Bali. Menurutnya, dengan semangat itu, maka Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera bisa terwujud.  Sebelumnya, Pastika berkesempatan menjadi inspektur upacara dalam upacara penurunan bendera pusaka tepat pukul 17.00 WITA. Upacara yang dikomandani oleh AKBP Rizal Faizal, S.I.K., M.M, Kaden A Pelopos Satbrob Polda Bali, berjalan dengan khidmat meskipun di tengah guyuran hujan.

wartawan
Redaksi
Category

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.