Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tingkat Utamaning Utama, Palebon Ida Bhagawan Blebar Gunakan Sarana Naga Banda

naga banda
Bali Tribune/NAGA BANDA - Naga Banda Putih penghormatan terakhir Raja Dewata Ida Bagawan Blebar Gianyar.

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 78 Tahun pelebon langka kembali dipersembahkan di Puri Agung Gianyar atas berpulangnya Ida Bagawan Blebar Gianyar yang saat walaka bernama AA Gde Agung Bharata. Oleh pasemetonan Manggis Kuning, prosesi "Pelebon Raja Dewata" merupakan persembahan terakhir untuk Panglingsir yang juga seorang Dwijati.

Upacara sejenis juga pernah dilaksanakan pada tahun 1948 untuk mendiang istri Raja Gianyar yang juga seorang sulinggih. Didampingi Panglingsir dari 16 Puri Pasemetonan Manggis Kuning (PMK),  AA Alit Asmara, salah satu perwakilan PMK, Selasa (3/3/2026), mengungkapkan, puncak Karya Palebon Ida Rajadewata akan digelar 7 Maret 2026. Prosesi ini sebagai penghormatan terakhir kepada Ida Rajadewata, mengambil tingkatan upacara Utamaning Utama. "Selain Sarana Lembu petak dan Padma Sari, juga menggunakan sarana Naga Banda sesuai tradisi Palebon Panglingsir Puri-Puri keturunan Dalem," ungkapnya.

Walaupun telah menjadi Sulinggih, sesuai tradisi di Puri Agung Gianyar, penyebutan bagi yang telah wafat adalah Ida Rajadewata, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau kepada Puri dan masyarakat Gianyar. "Beliau merupakan putra dari Raja Gianyar terakhir, Ida Anak Agung Gde Oka (1946–1950), yang kemudian menjadi Bupati Gianyar pertama setelah bergabung ke NKRI serta Ketua Dewan Raja-Raja Bali (setara Gubernur Provinsi Sunda Kecil)," paparnya.

Lanjutnya, pelaksanaan Karya Palebon dikoordinir oleh Manggala Karya, Anak Agung Gde Mayun (Wakil Bupati Gianyar), bersama pratisentana dari 16 Puri keturunan Ida Bhatara Manggis Kuning. Meliputi Puri Sukawati, Serongga, Bitra, Abianbase, Tulikup, Siangan, Beng, Kaleran (Sengguan), Batuan, Bedulu, Tegallalang, Wanayu, Bedulu, Batu Bulan, Lebih  dan Cebaang.

Dalam prosesi ini juga melibatkan Desa Adat di lingkungan Puri. Desa Adat Samplangan mengerahkan 450 orang sebagai tukang sandang Padma, Desa Adat Abianbase nyandang Lembu dan Tragtag berkekuatan 250 orang, sedangkan untuk Nagabanda disandang oleh Bitra dengan jumlah 100 orang. "Melalui Palebon Utamaning Utama ini, Puri Agung Gianyar bersama masyarakat luas memaknai pengabdian Ida Rajadewata sebagai warisan keteladanan dalam menjaga dharma, adat, dan kehormatan leluhur," tandasnya. 

wartawan
ATA
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.