Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tingkatkan Kemampuan Bela Diri Militer, Kodam Gelar Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I Yong Moodo

Bali Tribune/ UJIAN -- Kadisjasad Brigjen TNI Mochammad Hasan membuka acara tradisi Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM Yong Moodo Satpur dan Satbanpur jajaran Kodam IX/Udayana TA 2019 di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, kemarin.
balitribune.co.id | Denpasar - Kondisi tingkat kemampuan Bela Diri Militer (BDM) satuan jajaran TNI AD belum merata, mengingat secara rutin TNI AD menerima tambahan prajurit baru dari hasil Dikma sesuai tingkat kemampuan hasil didik tersebut baru pada klasifikasi sabuk hijau. Sedangkan untuk memiliki kemampuan BDM yang handal minimal harus mencapai tingkatan Sabuk Hitam DAN I BDM.
 
Demikian disampaikan Kadisjasad Brigjen TNI Mochammad Hasan dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan Tradisi Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM Yong Moodo Satpur DAN Satbanpur jajaran Kodam IX/Udayana TA 2019, didampingi Kajasdam IX/Udayana Kolonel Inf Bambang Heri Tugiono, di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, kemarin.
 
Penentuan layak tidaknya peserta ujian lulus menyandang Sabuk Hitam DAN I BDM tersebut kata Kadisjasad, ditentukan oleh Dinas Jasmani Angkatan Darat. Hal tersebut bertujuan agar hasil ujian berkualitas, dengan harapan kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengatasi kondisi kritis tertentu yang menuntut seorang prajurit harus melakukan suatu perkelahian.
 
“Kepada para peserta ujian, saya berpesan agar laksanakan ujian secara bersungguh-sungguh, jangan ragu dalam melakukan teknik gerakan yang sudah dipelajari. Jaga faktor keamanan serta hindari kemungkinan-kemungkinan yang dapat membahayakan dalam pelaksanaan kegiatan ujian, dan ikuti instruksi dari penguji,” saran Kadisjasad.
 
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., didampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, turut hadir mengunjungi kegiatan tersebut guna memberikan semangat kepada para peserta, agar dapat mengikuti kegiatan ujian dengan maksimal.
 
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, SIP., menambahkan, pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam DAN I BDM tersebut diikuti 46 peserta, terdiri dari 5 anggota Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW), 25 anggota Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka (YKR), DAN 16 anggota Denkav 4/ Simha Pasupati (SP), dengan 6 penguji dari Disjasad dan Jasdam IX/Udayana.
 
“Keterampilan bela diri bagi seorang prajurit adalah suatu keharusan. Sehingga latihan bela diri harus terprogram dengan baik dan benar, serta harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh prajurit TNI AD, baik Satpur, Satbanpur, Satbanmin maupun Balak,” kata Kapendam.
 
BDM merupakan hasil perpaduan dari berbagai macam teknik pertarungan yang didesain sedemikian rupa oleh para praktisi bela diri dunia melalui “research of martial art”. Sehingga, tercipta bela diri campuran yang memiliki teknik, baik stand-up fighting, kuncian, bantingan maupun ground fighting.
 
“Berdasarkan hal tersebut, maka bela diri yang memiliki teknik lengkap seperti ini dirasa cocok dengan karakteristik dan tuntutan tugas prajurit, yang salah satunya melakukan tugas tempur,” jelas Kapendam. (u)
wartawan
Djoko Moeljono
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.