Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tipu Chirtiana Rp 57 Juta, Sarah Divonis 30 Bulan

Bali Tribune/Terpidana Sarah, usai menjalani siding di PN Denpasar.

balitribune.co.id | Denpasar - Sarah Barzan Nisha (31), mungkin sepanjang hidupnya akan memikul malu. Ini sebagai ganjaran atas kasus penipuan yang menjeratnya. Dia divonis 2 tahu dan 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar diketuai Dewa Budi Watsara, Selasa (30/4). 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Sarah Barzan Nisha terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dan diancam dalam pasal 378 KUHP,” tegas hakim Watsara.

Putusan itu lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Denpasar, Cokorda Intan Merlany Dewie. Sebelumnya, JPU menuntut Sarah dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Usai membaca putusan, hakim memberikan nasihat pada terdakwa agar tidak mengulangi perbuatannya. Terdakwa pun mengangguk mengiyakan. “Saya menerima (putusan), Yang Mulia,” kata Sarah, lirih.

Sementara JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Sejatinya penipuan yang dilakukan Sarah bukan kali ini saja. Perempuan lulusan SMA asal Jakarta itu, menipu korbannya bernama Christiana Gamba (44). Modusnya dengan menukarkan poin hasil penjualan tiket maskapai Garuda Indonesia dengan mobil dan motor baru.

Karena percaya dengan omongan Sarah, Christiana rela mengeluarkan uang Rp 57 juta demi mendapat dua unit mobil Avanza dan satu unit sepeda motor Vario, plus tiket pulang pergi Denpasar – Kupang. Bukannya mobil dan motor baru serta tiket pulang kampung yang didapat, Christiana hanya mendapat penyesalan karena uangnya raib.

Dalam dakwaan JPU terungkap, terdakwa yang tinggal di Hotel Amaris Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, itu melakukan aksinya berawal dengan mendatangi kos saksi Hendrikus Hona Mone di Banjar Batan Asem, Sempidi, Mengwi, Badung.

Terdakwa mengatakan bahwa telah mendapat poin hasil penjualan tiket Garuda Indonesia. Poin tersebut bisa ditukar dengan dua unit mobil dan satu unit sepeda motor. Terdakwa kemudian meminta saksi Hendrikus mencarikan pembeli. Saksi Hendrikus kemudian ingat temannya bernama Christiana Gamba (korban) yang pernah bercerita hendak membeli mobil.

Saksi Hendrik kemudian mengantarkan terdakwa Sarah ke rumah Christiana. Pada 29 Oktober 2018 pukul 09.00 Wita, saksi Hendrikus mengantarkan terdakwa Sarah ke warung korban Christiana di Jalan Kertanegara, Nomor 8, Banjar Poh Gading, Ubung Kaja, Denpasar. Sesampainya di rumah korban, terdakwa mengatakan bekerja sama penjualan tiket Garuda Indonesia dan mendapatkan poin. Poin itu bisa ditukar dengan mobil dan sepeda motor.

Untuk mengambilnya, terdakwa harus membayar Rp 25 juta untuk satu mobil. Mobil bisa dipilih antara merek Rush, Avanza atau Xenia. Sedangkan untuk mengambil hadiah sepeda motor cukup membayar Rp 5 juta. Sepeda motor yang didapat merek Vario.  

“Untuk meyakinkan korban beserta saksi Samuel Pahe (suami korban), terdakwa Sarah menunjukkan foto mobil yang ada di dalam ponselnya. Jika tidak benar, maka uang akan dikembalikan,” terang JPU.

Mendengar itu, korban dan suaminya percaya. Mereka pun sepakat membeli dua unit mobil dan satu unit sepeda motor.  Pada pukul 12.30, Wita, terdakwa diajak korban ke kosnya di Jalan Tohjaya, Gang I, Nomor 5, Denpasar. Dengan disaksikan saksi Hendrikus, korban menyerahkan uang Rp 15 juta sebagai tahap pembayaran awal dengan dibuatkan kuitansi. Sedangkan pembayaran sisanya dibayar secara bertahap.

Pada 3 November 2019, terdakwa kembali datang bersama saksi Hendrikus meminta uang lagi. Korban kemudian mengajak terdakwa dan saksi ke ATM BCA di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Di ATM itu korban mengirim uang Rp 10 juta ke rekening atas nama Sari Fajrina. Pembayaran tahap ketiga dilakukan pada hari itu juga.

Selanjutnya, pembayaran ke empat dilakukan di kos korban. Korban memberi uang Rp 7 juta untuk pelaku. Uang tersebut rinciannya Rp 5 juta dipakai membayar satu unit sepeda motor dan Rp 2 juta untuk membayar tiket penerbangan empat orang Denpasar – Kupang.

Setelah menerima uang tersebut, pada 9 November terdakwa membuat surat palsu untuk pengambilan mobil dan sepeda motor yang dimaksud. Terdakwa membuat surat tersebut di sebuah warnet. Dalam surat nomor 0176/GARUDA/MNGR/2018 itu, mobil dan sepeda motor bisa diambil tanggal 11 November di Kantor Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai.

Lucunya, saat korban mengajak terdakwa untuk mengambil dua unit mobil dan satu unit sepeda motor, terdakwa tidak bisa karena mengaku sakit. Korban disuruh datang langsung ke kantor Garuda Indonesia di bandara.

Namun, setelah sampai di kantor Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai, korban tidak bisa mengambil dua unit mobil dan satu unit sepeda motor berikut tiket pulang pergi Denpasar – Kupang. Pihak Garuda Indonesia menyatakan tidak pernah mengadakan kerja sama apapun dengan terdakwa. Pihak Garuda Indonesia juga tidak pernah mengadakan penukaran poin hasil penjualan tiket. 

wartawan
Valdi
Category

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click

Diskominfo Tabanan Tegaskan Isu Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Adalah Hoaks

balitribune.co.id | Tababan - Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh beredarnya informasi palsu (hoaks) terkait isu pemadaman jaringan internet secara nasional selama tiga hari yang disebut-sebut dimulai pada 25 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Bangli Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Provinsi

balitribune.co.id | Bangli - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli berhasil membongkar sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus jual beli bayi. Dalam kasus yang menggegerkan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan mengamankan empat orang bayi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.