Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tissa Pembunuh Bayi di Dalam Kandungan Diganjar 7 Tahun

Bali Tribune/val
Pembunuh bayi di dalam kandungan divonis 7 tahun.

balitribune.co.id | Denpasar - Tissa Agustin Sanger (19), tampak diam mematung tanpa ekspresi saat duduk di kursi pesakitan. Perempuan muda yang diadili karena tega membunuh bayi yang dikandungnya ini, menjalanin sidang beragendakan pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Senin (25/3). 

Dalam sidang, majelis hakim diketuai Ni Made Purnami menyatakan Tissa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 80 ayat 4 UU RI No.35/2014 tentang Perubahan Atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak. 

Atas perbuatannya, majelis hakim menghukum Tissa dengan pidana penjara dan denda. "Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tissa Agustin Sanger dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp 20 juta subsidair 2 bulan penjara," tegas hakim Purnami. 

Dalam pertimbangan hal yang memberatkan dan meringankan, kata hakim, perbuatan terdakwa mengakibatkan bayi yang dikadungnya meninggal, dan tidak berperikemanusian, sebagai hal yang memberatkan. Sementara perilaku terdakwa yang bersikap sopan selama persidangan, serta menyesali dan mengakui perbuatannya, sebagai hal yang meringankan. 

Terkait putusan ini, Tissa didampingi penasihat hukumnya, Ni Made Ari Astuti dan GA Agung Yuli Marhaeningsih dari LBH Apik, menyatakan menerima. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.

"Terdakwa masih punya hak, jika berubah pikiran (mengajukan banding -red) silakan, waktunya 7 hari setelah putusan ini," kata hakim Purnami kepada terdakwa dan penasihat hukumnya. 

Putusan majelis hakim ini hanya dikurangi 3 tahun dari tuntutan yang dilanyangkan JPU yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsidair 4 bulan penjara.

Diuraikan, kasus ini berawal ditemukannya mayat orok di sebuah perumahan di Jalan Tukad, Perum Gunung Sari Tahap IV No. 16, Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (13/9/2018), oleh Ida Ayu Putu Murtini yang tak lain ibu kandung terdakwa.

Setelah dilakukan berbagai rangkaian penyelidikan, petugas kepolisian kemudian menetapkan Tissa sebagai pelaku yang mengakibatkan orok berjenis kelamin perempuan yang ditemukan itu tak bernyawa. "Motifnya terdakwa mengubur bayinya karena takut dan malu jika diketahui orang banyak," kata JPU.val

wartawan
habit

Harga Seekor Ayam dan Harga Sebuah Nyawa

balitribune.co.id | "Seekor ayam mungkin hanya bernilai ratusan ribu rupiah. Namun, ketika seekor ayam dibayar dengan hilangnya satu nyawa manusia, sesungguhnya yang paling mahal bukanlah ayam itu, melainkan lunturnya kemanusiaan, runtuhnya penghormatan terhadap hukum, dan pudarnya nilai Tat Twam Asi yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Bali."

Ketika Amarah Mengalahkan Kebijaksanaan

Baca Selengkapnya icon click

Sidang Perdana Citizen Lawsuit Banjir Bali, Pemerintah Pusat Absen

balitribune.co.id | Denpasar - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang perdana gugatan warga negara (Citizen Lawsuit) yang diajukan Koalisi Pulihkan Bali terhadap 14 pejabat negara pada Senin (27/7/2026). Gugatan ini dilayangkan sebagai respons atas buruknya tata kelola pemerintahan dalam penanganan bencana banjir yang melanda Pulau Dewata pada September 2025 lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kolaborasi Nyata Pulihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen TNI Menjaga Kelestarian Alam Bali

balitribune.co.id | Singaraja - Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di Bali kembali membuahkan hasil. Upaya pemulihan ekosistem Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, resmi ditandai dengan kegiatan syukuran bertajuk "Kolaborasi Sepenuh Hati Memulihkan Ekosistem Danau Buyan" yang berlangsung di kawasan Pura Ulun Danu Buyan, Senin (27/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKKBN Bali Luncurkan Sekolah Lansia ke-61 di Pejeng Kaja, Dorong Lansia SMART

balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, meresmikan sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Launching Sekolah Lansia (SEKALA) di Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada Senin (27/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.