Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Masyarakat Kampung Loloan Tak Tergerus Zaman

Bali Tribune/ Para ibu-ibu Kampung Loloan memamerkan pakaian khas Loloan masa lampau. .
Balitribune.co.id | Negara - Tradisi yang unik di tengah hiruk pikuk Kota Negara dapat dijumpai di Kampung Loloan. Selain bahasa khas loloan, di perkampungan di bantaran Sungai Ijogading ini juga sejumlah kesenian dan tradisi masyarakat ini membaur menjadi warna Negara tempo dulu. Salah satunya pelestarian terhadap permainan tradisional yang masih mengesankan memori masa lampau.
 
Seperti yang dimunculkan oleh warga Kampung Loloan dengan menggelar pawai keliling Kamis (5/9) malam. Sejumlah mainan tempo dulu yang digemari anak-anak puluhan tahun lalu kembali dibangkitkan. Mainan berbahan sederhana ini sebelumnya memang sering dimainkan anak-anak di pinggiran sungai yang membelah Kota Negara. 
 
Mainan tradisional yang berbentuk cikar-cikaran dibawa mengelilingi Loloan Timur, Lelateng dan Loloan Barat oleh ratusan anak-anak kampung yang terpisah sungai ini. di era milenial seperti saat ini, mainan yang terbuat dari bambu dan kayu ini memang sudah tidak pernah lagi digunakan.
 
Sengaja kembali dihidupkannya permainan yang tergolong kuno ini, untuk memberikan wawasan kepada generasi muda sekarang bahwa permainanan ini pernah ada, namun tergerus mainan modern hingga gawai yang kini lebih akrab di genggaman generasi milenial. Melalui upaya seperti ini setidaknya membangkitkan kenangan lama kampung Loloan. 
 
Kendati mainan tradisional, namun beberapa mainan seperti cikar-cikaran kini juga tampak sudah dimodifikasi menyesuaikan masa sekarang. Seperti tidak hanya dipasang sentir (lampu minyak), namun juga dilengkapi aksesoris lampu-lampu hiasan kecil.
 
Selain untuk pelestarian tradisi lokal warga Kampung Loloan yang pernah hidup dimasa lalu, diparadekannya mainan cikar-cikaran ini untuk merayakan tahun baru hijiriah, juga berdampak ekonomi. 
 
Seperti yang dirasakan para perajin pembuat cikar-cikaran. Anak-anak membeli mainan terbuat dari bambu dan kayu itu senilai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Salah seorang warga Loloan, Habibil Muafi mengungkapkan mainan ini pernah sangat berjaya di masanya dulu di Loloan.  Tradisi cikar-cikaran ini merupakan bentuk permainan dari bambu dan mulai tergeser kemajuan teknologi hingga akhirnya sekarang sudah tidak ada lagi.
 
  Karena itu, kita bangkitkan lagi, paling tidak anak-anak mengetahui dulu ada mainan tradisional ini, ujarnya. 
 
Menurutnya sedikitnya 500 orang peserta mengikuti pawai keliling Kamis malam itu. Selain anak-anak dari siswa sekolah terdekat, juga diramaikan anak-anak serta remaja Loloan Timur. 
 
Selain  cikar-cikaran, tradisi dan pakaian sepasang pengantin khas Loloan serta berpakaian ala kuno juga dipertunjukan oleh para remaja Kampung Loloan. Bahkan termasuk yang juga ditampilkan kalangan ibu-ibu. Beberapa yang menjadi kekhasannya seperti Awik semacam kerudung, kebaya dengan kain songket khas Loloan.
 
Serangkaian Fetival Loloan Jaman lama ini juga akan digelar event unik yang diharapkan bisa menjadikan Kampung Loloan menjadi kampung jaman lama atau kuno. Seperti perkampungan lama tanpa listrik, namun hanya menggunakan obor. 
 
Di dalam kampung itu, selain stand kuliner kuno seperti jaje kopyor, bubur sure, tepeng, janda merias dan beberapa kuliner kuno lainnya, juga akan dipertunjukkan hal-hal kuno ciri khas Loloan.
 
 "Saya tertarik pada Loloan sudah sejak lama, karena itu banggalah jadi orang kampung di tengah jaman milineal, dan tetap menjaga tradisinya," ujar Budayawan DS Putra.
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, kian memanas di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Tim Kuasa Hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menegaskan bahwa putusan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) tidak dapat dijadikan acuan untuk menentukan pemilik sah atas objek tanah yang kini masuk dalam perkara pidana Nomor 845/Pid.B/2026/PN Dps.

Baca Selengkapnya icon click

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan pilihan warna terbaru pada skutik favorit premium fashionable, New Honda Stylo 160. Penyegaran pada skutik bergaya retro dan powerful ini hadir dengan pilihan warna baru Glam Grey serta Royal Violet yang siap mencuri perhatian saat menjalani mobilitas produktif harian dan bergaya di akhir pekan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Curi Brankas Senilai Rp500 Juta, Pelaku Nekat Bakar Rumah Ipar

balitribune.co.id | Tabanan - Misteri kebakaran rumah di Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Rabu (16/9/2026) lalu akhirnya terungkap. Kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh AR (45), pedagang yang juga merupakan adik ipar korban, demi menutupi aksi pencurian brankas senilai Rp500 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.