Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Mebuug-buugan di Desa Kedonganan, Ratusan Warga Ikuti Ritual Mandi Lumpur ​

Tradisi mandi lumpur
Bali Tribune / MANDI LUMPUR - Sejumlah pemuda bermandi lumpur saat mengikuti Tradisi Mebuug-buugan di Desa Kedonganan Badung, Jumat (20/3/2026)

balitribune.co.id I Mangupura - Suasana ceria menyelimuti pesisir Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (20/3/2026). Tepat sehari pasca-pelaksanaan Catur Brata Penyepian atau pada hari Ngembak Geni, ratusan warga turun ke kubangan lumpur untuk melaksanakan tradisi leluhur yang unik dan sarat makna, yakni Mebuug-buugan.


​Ritual yang sempat vakum selama 60 tahun sebelum dibangkitkan kembali ini, diikuti oleh sekitar 250-an peserta. Tidak ada sekat usia dalam perayaan ini; mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak antusias membaur dalam satu tujuan: pembersihan diri melalui media tanah atau lumpur.


​Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di depan Pura Desa Adat Kedonganan untuk melakukan doa bersama. Setelah memohon keselamatan dan kelancaran, iring-iringan warga kemudian bergerak menyusuri kaasan hutan bakau (mangrove) menuju Pantai Segara. Momen ini dipilih saat air laut sedang surut, memberikan akses bagi warga untuk menjangkau area lumpur pilihan.


​Setibanya di lokasi, suasana hening pasca-Nyepi langsung pecah oleh canda tawa. Warga mulai mengoleskan lumpur ke seluruh bagian tubuh hingga wajah mereka tak lagi dikenali. Beberapa peserta bahkan tampak kreatif membentuk hiasan unik di kepala menggunakan lumpur dan menyematkan tanaman kecil sebagai simbol kedekatan dengan alam.


​Secara etimologis, Mebuug-buugan berasal dari kata "buug" yang berarti tanah atau lumpur. Sekretaris Desa Adat Kedonganan I Made Winda menjelaskan bahwa ritual ini bukan sekadar permainan fisik atau ajang bersenang-senang, melainkan simbol visualisasi manusia sebagai tanah yang penuh dengan sifat buruk (Bhutakala).​"Setelah perayaan Nyepi, bhuana agung atau alam semesta sudah disucikan. Kini saatnya bhuana alit atau diri kita sendiri yang dibersihkan melalui tradisi ini. Tujuannya agar kita menyongsong Tahun Baru Saka 1948 dalam keadaan sehat walafiat dan hati yang bersih," ungkap I Made Winda di sela-sela kemeriahan acara.


​Menariknya, lumpur yang digunakan dalam ritual ini bukanlah lumpur sembarangan. Panitia telah memilih lokasi khusus di sisi pantai timur yang menghasilkan lumpur berwarna cokelat kemerahan. Berbeda dengan lumpur hitam yang seringkali berbau menyengat atau menyebabkan iritasi, lumpur pilihan ini dipastikan aman bagi kulit peserta.


​Winda menambahkan bahwa penggunaan tanah ini melambangkan keterikatan manusia yang tak bisa lepas dari unsur Pertiwi (tanah) dan Segara (laut). Tanah dipandang sebagai sumber kehidupan yang memberikan kesuburan bagi masyarakat petani dan nelayan di Kedonganan.


​Puncak kemeriahan terjadi saat sesi "perang lumpur", di mana para peserta saling kejar dan melempar lumpur dalam suasana penuh keakraban. Ritual ini kemudian diakhiri dengan berjalan bersama-sama menuju Pantai Segara di sisi barat desa. Di sana, mereka menceburkan diri ke laut untuk membasuh seluruh lumpur yang melekat di tubuh.


​Prosesi mandi di laut ini merupakan simbolis dari pelarungan segala sifat buruk dan dosa ke samudera luas. Dengan tubuh yang kembali bersih, warga Desa Kedonganan secara resmi mengakhiri rangkaian Hari Raya Nyepi dan siap memulai lembaran hidup yang baru dengan semangat persaudaraan yang lebih kuat. 

wartawan
ANA
Category

Menyemai Asa Digital dari Ruang Kelas Selemadeg: Kisah Ni Wayan Sri Yasmini Menembus Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Suasana anggun menyelimuti Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat (14/8/2026) pagi. Di tengah deretan penerima penghargaan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berbusana adat teratur, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. melangkah mantap menuju panggung penghormatan.

Baca Selengkapnya icon click

Sentuhan Lokal Pemantik Asa, Inovasi ‘Abu Teko’ Selamatkan Seni Terracotta Pejaten

balitribune.co.id | Tabanan - Di tengah kepulan asap pembakaran genteng dan aroma tanah liat yang khas di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sebuah tantangan besar sempat membayangi para perajin lokal. Pejaten, yang sejak lama melegenda dengan produk genteng dan batu bata berkualitas bermerek "Pejaten", harus berhadapan dengan makin langkanya bahan baku tanah liat premium.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kopi Robusta Petik Merah Pupuan Antar I Nyoman Mika Raih Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id } Tabanan - Di tengah dinginnya udara pegunungan Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, aroma harum kopi yang sedang diproses membuai siapapun yang melintas. Dari hamparan kebun hijau di sudut Kabupaten Tabanan inilah lahir sebuah gagasan besar yang menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click

Cinta Indonesia, Ribuan Bikers Honda PCX Konvoi Simpatik Rayakan HUT RI ke-81

balitribune.co.id | Jakarta – Sebanyak 1.960 pecinta sepeda motor Honda PCX dari 28 Main Dealer sepeda motor Honda di Indonesia mengadakan konvoi simpatik sambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mereka mengekspresikan kecintaannya terhadap Tanah Air melalui rangkaian aktivitas yang memadukan pengalaman berkendara, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan kekompakan komunitas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra Gelar Aksi Donor Darah

balitribune.co.id | Semarapura - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra menggelar kegiatan sosial berupa Aksi Donor Darah yang dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026) bertempat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sedana Arta Pimpin Apel Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Alun-Alun Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Penurunan Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Bangli, Minggu (17/8/2026) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.