balitribune.co.id | Denpasar - Sejak pandemi Covid-19, makanan sehat semakin banyak diburu masyarakat. Data terkait produk makanan sehat di Kota Denpasar menunjukkan peningkatan transaksi seiring kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tubuhnya.
“Transaksi makanan sehat di Kota Denpasar meningkat hampir 1,5 kali lipat pada 2022 dibanding 2021. Beras putih, beras merah, biji-bijian, paket sayur, dan tempe menjadi beberapa produk makanan sehat terlaris di Kota Denpasar sepanjang 2022,” ungkap pihak perusahaan internet di Indonesia, Rizky Juanita Azuz dalam siaran persnya, Minggu (26/2).
Melalui salah satu inisiatif terus membantu pegiat usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal makanan minuman sehat dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk para penjual di Kota Denpasar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. "Gencarnya upaya yang dilakukan untuk mendorong kenaikan jumlah produk makanan sehat di Kota Denpasar,” jelas Rizky.
Ia juga menyebutkan, wilayah dengan peningkatan transaksi makanan sehat tertinggi di awal tahun 2023 terjadi di Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat. Sedangkan pengiriman produk makanan sehat dari Kota Denpasar ke Kota Medan menjadi rute terjauh selama 2022.
Salah satu toko makanan sehat yang fokus menjual beras organik bersertifikat asal Bali, Puri Organik yang semula mengandalkan strategi business to business alias hanya menjual produk beras ke pihak hotel, memutuskan berjualan online sejak penjualan menurun akibat pandemi. Meski khawatir karena produk cukup berat dan memengaruhi biaya ongkir, Puri Organik mengaku justru mendapat keuntungan melalui berjualan online.
“Kami memutuskan mulai membuka toko makanan sehat yakni beras secara online pada Februari 2021. Sejak itu, penjualan kami pun terus meningkat, dan rata-rata omzet per bulan bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan. Bahkan, pada Desember 2022, produk beras terjual lebih dari 1 ton, dan tercatat sebagai penjualan tertinggi dari toko daring,” ucap Pemilik Usaha Puri Organik, Ngurah Bagus Indra.
Tingginya omzet ini pun tidak terlepas dari upaya yang rutin menggunakan beragam fitur di toko daring. Seperti Bebas Ongkir dan Paket Bundling, serta turut aktif mengikuti kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB). “Bahkan berkat WIB, kami mendapatkan kenaikan penjualan hingga 15% setiap bulannya,” tambah Bagus.
Selain itu, melalui jangkauan pasar pun lebih luas, tercatat pengiriman ke Kalimantan menjadi rute paling jauh. "Harapannya lewat platform teknologi, masyarakat dapat semakin mudah dalam mengakses makanan sehat termasuk produk beras kami,” ungkapnya.