Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Transfer Tunai Ditolak, BRI Sebut Kebijakan Digitalisasi

Bali Tribune / Asisten Manager Operasioanl Bank BRI Cabang Singaraja Made Karya
balitribune.co.id | SingarajaPelan namun pasti nampaknya layanan perbankan akan meninggalkan sistim konvensional. Kini, kebijakan baru soal alih tekhnlogi mulai diterapkan termasuk digitalisasi layanan perbankkan. Proses perubahan itu nampaknya membutuhkan waktu Panjang mengingat tidak semua masyarakat atau nasabah bank akan memahaminya. Bahkan cenderung menimbulkan kebingungan.
 
Seperti yang dialami oleh salah seorang nasabah disalah satu kantor BRI Seririt. Ia terpaksa balik kucing setelah pegawai bank menolaknya melakukan transaksi berupa transfer tunai melalui teller karena dianggap limitnya tak mencukupi. Bahkan disarankan agar melakukan transfer melalui layanan lain yang di miliki Bank BRI seperti BRILink.
 
Kekecewaan nasabah berinsial ZL ini ditumpahkan dengan menunda transaksinya sembari membawa uangnya kembali kerumah. Melalui penjelasanya kepada awak media, ia mengaku hendak menyetor tunai sebesar Rp 4 juta sekaligus akan ditarnsfer kepada rekan bisnisnya. Namun belum mengambil nomor antrean, salah satu petugas bank menanyakan keperluannya. Setelah dijelaskan, pegawai tersebut lantas memintanya untuk keluar dan melakukan transaksi melalui cara lain dilayanan BRI.
 
“Aneh saya ditolak transaksi padahal saya mau transfer untuk rekan bisnis saya. Karena ditolak tanpa memberikan penjelasan detail ya saya pulang lagi bawa uangnya. Saya menjadi bingung,” katanya, Selasa (20/9).
 
Menanggapi kebingungan nasabah itu, Manager Operasioanl Bank BRI Cabang Singaraja Made Karya memberikan penjelasan. Menurutnya, saat ini Bank BRI tengah melakukan transformasi digitalisasi dalam layanannya. Dan itu menjadi kebijakan baru yang tengah disosialisasikan kepada masyarakat. Nantinya sebagian transaksi akan lebih mudah melalui mesin setor tarik tunai alias Cash Recycle Machine (CRM).
 
“Kita sudah mulai bertransformasi secara digital. Kita sudah sediakan mesin CRM dan ATM yang sifatnya membantu masyarakat melakukan transkasi untuk mengurangi transaksi di banking hall,” terang Made Karya.
 
Menurutnya, pengenalan terhadap mesin digital merupakan kebjakan baru yang tengah disosialisasikan secara bertahap. Sehingga masyarakat lambat laun akan memahami kegunaan dan kepraktisan memanfaatkan mesin digital tersebut. Namun demikian, layanan lain seperti Agen BRILink katanya, untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi.
 
“Untuk kebijakan baru ini memang sedang dicoba untuk transaksi dibawah Rp 5 juta. Karena kecil mereka bisa mencoba melakukan transaksinya di CRM. Dan mesin itu kita sediakan untuk Tarik tunia dan setor,” imbuhnya.
 
Made Karya menyebut saat ini BRI tengah memberikan edukasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat soal pola baru bertransaksi secara digital. Dan juga untuk menjawab keluhan lamanya antrean saat berurusan di bank.
 
”Kita mulai kenalkan sistim baru itu dan kalau tidak dicoba dulu kapan lagi kita bisa melakukannya dan itu akan lebih mudah,” ujar Made Karya.
 
Sementara soal keluhan salah satu nasabah Bank BRI soal layanan yang dianggap mendiskriminasi nasabah bertransaksi kecil, Made Karya membantahnya. Menurut dia itu hanya soal miskomunikasi antara nasabah dengan pegawai Bank.
 
“Tekhnologi kita sudah canggih namun kebanyakan kita belum memiliki pengalaman mencobanya. Maka melalui kebijakan baru itu kita ingin mengenalkan jika bertransaksi melalui mesin CRM akan lebih mudah dan tidak perlu antre dan bukan memaksa. Dan itupun setelah dua bulan akan dilakukan evaluasi terutama soal transaksi di banking hall ada penurunan apa tidak,” tandasnya.
wartawan
CHA
Category

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disdukcapil Denpasar Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 90,00 berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 800.1.5.1.1910/Dukcapil/2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.