Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tujuh Hektar Sawah di Peliatan Tidak Produktif

Subak
TUNJUKKAN - Pekasek Subak Santian, I Ketut Musna menunjukkan saluran irigasi yang menghambat aliran air.

BALI TRIBUNE - Sekitar 7 hektar lahan persawahan di Subak Santian, Peliatan, Ubud tidak produktif lagi lebih dari lima tahun.  Kendalanya, hanya lantaran sistem irigasi ribet dan menyebabkan air terbuang sia-sia. Keluhan subak ini pun akhirnya direspon, dengan turunnya anggota DPRD dan instansi terkait, Kamis (8/6).

Pekaseh Subak Santian, I Ketut Musna (60) mengatakan,  wilayah subaknya yang mencapai 7 hektar itu, hanya produktif setengahnya.  Sedangkan sebagian lainnya hanya tegalan dan ada pula diterlantarkan lantaran  kekurangan air. "Beberapa rekan saya malah mengontrakkan  sebagian lahannya yang kering itu untuk villa," ungkap Musna.

Seretnya aliran irigasi ini, sebutnya, Karena sistem irigasi menuju subak setempat sangat ribet. Selain melalui pipa dibawah jalan yang sering mampet,  juga melintasi pekarangan warga. Sementara di bagian hulu,  di Jaba Pura Gunung Sari air terbuang sia-sia karena gorong-gorong pipa yang kecil. "Kami sudah menderita kekurangan air ini melebihi lima tahun. Diperparah lagi setelah pengaspalan jalan menuju pura," keluh Musna lagi.

Anggota DPRD Gianyar, I Ketut Karda yang meninjau langsung ke lokasi sangat menyanyangkan kondisi itu. Dengan menggandeng instansi terkait, Dewan asal Petulu, Ubud ini minta  kendala subak itu disikapi serius. "Kalau ini diabaikan, berarti pemerintah yang justru menyebabkan terjadinya alihfungsi lahan," sorotnya.

Dari pantauannya, sebut Karda, Subak Santian lokasinya cukup bagus sebagi lahan pertanian ke depan.  Karena tidak ada akses jalan lebar yang kerap mancing minat investor. Namun kenyataannya, satu dua villa sudah berdiri, karena imbas alihfungsi lahan itu. "Maka itu saya ajak Pak Kadis Pertanian untuk meninjau ke lapangan secara langsung ke lokasi, " terang Karda.

Kadis Pertanian Gianyar, I Made Raka membenarkan kondisi irigasi di lapangan.  Saluran irigasi setempat, memang ada sejumlah hambatan sehingga air tidak mengalir maksimal.  Sumbatan digorong juga dinilai membuat air terbuang ke sungai. "Selian itupula, saluran air berkelok-kelok dan masuk ke pekarangan warga," terangnya.

Menindaklanjuti itu, pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi  dengan Dinas PU. Karena secara teknis perubahan saluran irigasi adalah  bukan kewenangannya. Namun demikian, pihaknya akan terus berkoordinasi  dari gambaran teknis hingga proses pengajuan anggaran. "Target kami, agar penataan ulang saluran irigasi ini terealisasi tahun 2018," jelasnya singkat.

wartawan
redaksi
Category

Pemkab Badung Pastikan Warga 'Bedridden' Dapat Bantuan Rp1 Juta Per Bulan

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung memastikan warga dengan kondisi bedridden atau tidak mampu beraktivitas secara mandiri mendapat bantuan tunai sebesar Rp1 juta per bulan. Program tersebut kembali ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat mengunjungi warga penyandang disabilitas dan bedridden di Banjar Pasekan, Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Minggu (19/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Jadi Solusi Kemacetan Badung Selatan, Proyek Jalan Lingkar Barat Digenjot

balitribune.co.id I Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan strategis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

balitribune.co.id I Mangupura - Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu, (18/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Optimalkan Teba Modern, Pengelola Pasar Desa Adat Lelateng Ubah Sampah Jadi Kompos

balitribune.co.id I Negara - Pascapembatasan pembuangan sampah organik ke TPA Peh, penanganan sampah kini tidak hanya menjadi perhatian serius pemerintah. Komitmen mengelola sampah juga dibuktikan oleh pihak desa adat, seperti yang dlakukan pengelola Pasar Desa Adat Lelateng, Kecamatan Negara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.