Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tumpek Wayang, PHDI Klungkung Gelar Nyapuh Leger Massal

nyapuh leger
Ratusan warga hadir dalam pelaksanaan ritual nyapuh leger dan bayuh oton massal yang dilaksanakan PHDI Kabupaten Klungkung, Sabtu (29/7) lalu.

BALI TRIBUNE - Setelah sebelumnya sukses menggelar upacara manusia yadnya secara massal, kali ini Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung kembali menggelar upacara bersifat massal yakni, ritual nyapuh leger atau mebayuh oton secara massal.Bertempat di Pura Jagatnatha Klungkung, Sabtu (29/7/) lalu, ritual nyapuhLeger dan mebayuh oton secara missal ini dihadiri sejumlah pejabat di Klungkung.

Menurut Ketua Panitia upacara, Jro Mangku Ketut Sukarana, jumlah peserta nyapuh leger mencapai 78 peserta dan ebayuh oton sebanyak 34 orang.

“Tujuan diadakannya upacara nyapuh leger dan bayuh oton ini adalah, untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif yang lahir pada wuku Wayang,” kata Jro Mangku.

Dia menyebutkan, upacara ini merupakan upacara rutin yang diadakan setahun sekali dimana peserta ritual tidak saja berasal dari Klungkung namun ada juga yang berasal dari luar Klungkung.

Ditambahkan Ketua PHDI Kabupaten Klungkung I Putu Suarta, hingga tahun 2017 ini,ritual nyapuh leger massal ini adalah yang keepat kalinya.”Kedepan upacara serupa akan terus digelar,” sebutnya.

Terkait biaya, Suarta menyebutkan,msing-masing peserta dikenai biaya Rp 400 ribu dengan ketentuan, tiap peserta harus mendaftar terlebih dahulu.

Sementara Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta yang hadir dalam ritual itu memberikan apresiasi atas dilangsungkannya ritual itu. Menurut dia, ritual yang dilaksanakan secara bersama bias menekan beban krama dari sisi biaya.

“Jika dilaksanakan secara pribadi umat akan sangat terbebani karena biaya upakara sangat besar sedangkan dengan dilaksanakan secara bersama maka otomatis biaya bias ditekan,” sebutnya.

Upacara nyapuh leger dan bayuh oton secara massal ini dipuput tiga sulinggih yakni, Ida Pedanda Istri Sidemen dari Gria Getakan, Ida Pandita Empu Yogantara dari Gria Pangi Dawan dan Ida Sri Mpu Dharma Wijaya dari Gria Taman Lingga Sari Kamasan.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Aksi Buang Sampah Sembarangan Kian Marak, Sungai Semakin Tercemar

balitribune.co.id I Negara - Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai. Masih rendahnya kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan usaha menjadi tantangan utama yang sampai saat ini terus ditangani secara intensif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banggar DPRD Denpasar dan Pemkot Bahas Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar menggelar rapat kerja membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Rapat kerja berlangsung di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ikuti Turnamen Kerti Bali Soccer, SSB Star Kencana Diminta Tak Gentar

balitribune.co.id I Negara - Sekolah Sepak Bola (SSB) Star Kencana Jembrana dipercaya membawa nama daerah dalam ajang Turnamen Kerti Bali Soccer IV Tahun 2026 yang mempertemukan tim-tim sepak bola usia dini dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Meski berasal dari wilayah barat Pulau Dewata, semangat para pesepak bola muda Jembrana tidak surut untuk bersaing di level yang lebih bergengsi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Jajaki Perluasan Kerjasama dengan Kota Fujisawa Jepang

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjajaki perluasan kerja sama dengan Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu.

Baca Selengkapnya icon click

Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Muatan Lokal 'Masolah' dan 'Magending'

balitribune.co.id I Denpasar - Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar dikenalkan dengan muatan lokal sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran di sekolah. Selain mata pelajaran Bahasa Bali, para siswa juga diperkenalkan materi 'masolah' (menari) dan 'magending' (bernyanyi) sebagai wahana pelestarian budaya dan tradisi sejak usia dini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.