Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Upaya Warga Amed, Selamatkan Blecing Jenis Terumbu Karangasem yang Hampir Mati

Bali Tribune/ INDAH - Tampak keindahan alam bawah laut Perairan Amed, Kecamatan Abang, Karangasem.

balitribune.co.id | Amlapura - Menjaga kelestarian dan keindahan alam dan biota bawah laut di Pantai Jemeluk, Amed, Kecamatan Abang, menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dan pelaku wisata di obyek wisiata ini, mengingat hampir sebagian besar masyarakat di desa waisata ini mengandalkan hidup dari dunia wisata di kawasan tersebut. Mulai menjadi penyedia perahu tradisional untuk wisatawan asing yang akan melakukan aktivitas diving di bawah laut perairan Amed, maupun menjadi pemandu atau Dive Master bagi wisatawan yang ingin melakukan penyelaman, hingga bekerja di sejumlah hotel dan restoran yang ada di obyek wisata Amed, adalah andalan hidup mereka. Menjaga keindahan bawah laut menjadi upaya utama masyarakat dan pelaku wisata di obyek wisata ini, agar perairan bawah laut Amed tetap menjadi Spot Diving dunia tujuan utama wisatawan Diving dari berbagai negara di dunia. Di Karangasem sendiri ada dua Spot Dving yang menjadi tujuan utama wisatawan untuk menyelam, yakni Perairan Amed dengan keindahan terumbu karang dan patung-patung yang terbenam di dasar laut, serta Perairan Tulamben, Kecamatan Kubu, yang terkenal dengan USS Liberty Ship Wreck atau bankai Kapal Liberti milik Amerika Serikat yang tenggelam saat Perang Dunia ke II. I Wayan Suana, Klian Tempek Jemeluk, kepada koran ini di Pantai Jemeluk, Minggu (15/9), mengatakan hingga saat ini keindahan alam bawah laut di Perairan Amed masih terjaga dengan baik. Para pemandu wisata, Guide Master dan warga setempat kata dia sangat intent melakukan upaya recovery dan pemeliharaan terumbu karang di bawah permukaan laut. “Saat ini terumbu karang masih terjaga dengan baik, memang ada yang namanya Terumbu Karang Blecing, itu sudah mau mati. Nah semoga dengan penenggelaman patung kedasar laut, nantinya bisa menambah keindahan pesona bawah laut Amed,” ungkapnya. Berbagai upaya telah dilaksanakan warga setempat untuk menyelamatkan terumbu karang yang nyaris mati dan punah tersebut, diantaranya dengan transplantasi atau pencangkokan dan penanaman kembali terumbu karang tersebut. Ada yang berhasil, sementara saat ini di dasar laut Amed sudah tertata patung-patung indah yang menjadi tumbuhnya terumbu karang. “Dengan adanya terumbu karang yang terjaga dengan baik ini, secara otomatis ikan-ikan hias dan berbagai jenis ikan langka yang ada di perairan ini akan berkembang biak dengan baik,” sebutnya. Ada berbagai jenis ikan besar yang hidup di dasar laut Amed, di antaranya Blue Marlin dan jenis ikan besar lainnya, termasuk Mahi-Mahi. Ada beberapa patung baru bantuan dari salah satu BUMN, dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dive Master untuk menenggelamkan patung tersebut dan menata dengan baik di titik yang telah ditentukan. (u)

wartawan
Redaksi
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.