Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Usai Dengar Tuntutan, Keluarga Korban Datangi Mapolres

Sidang
SIDANG – Suasana sidang kasus pembunuhan I Gede Pasek, di Pengadilan Negeri Bangli, Senin (26/9).

Bangli, Bali Tribune

Sidang kasus pembunuhan I Gede Pasek (40) dengan terdakwa I Komang Tresna Wijaya alias Zul dan I Wayan Luwes alias Mangku Luwes di Pengadilan Negeri Bangli, Senin (26/9), mengagendakan pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU). Namun usai menghadiri sidang, pihak keluarga korban bukan langsung pulang, tetapi mendatangi Mapolres Bangli guna menanyakan kenapa polisi hanya menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan itu, padahal menurut pandangan pihak kelurga korban  selayaknya ada empat tersangka dalam kasus ini.

Seperti biasa sidang dengan ketua majelis hakim I Dewa Made Budi Watsara SH itu dihadiri puluhan keluarga atau kerabat korban. Untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa mengganggu jalannya proses persidangan, tampak puluhan petugas Polres Bangli mengawal proses jalannya persidangan. Ketatnya pengamanan terlihat, ketika akan memasuki ruang persidangan,  setiap orang harus melewati pemeriksaan dengan alat metal detector.

Sementara dalam tuntutannya, JPU Komang Agus Sugiarta SH  menuntut terdakwa  I Wayan Luwes alias Jro Luwes dengan  pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP  dan pasal 2 ayat (1) UU No 12 /drt/ 1951 dengan ancaman hukuman penjara selama 17 tahun dikurangi masa penahanan. Dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh JPU Putu Erik Sumiati SH itu terdakwa dianggap  terbukti secara sah dan menyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana turut serta melakukan pembunuhan berencana  dan kepemilikan sajam.

Hal yang sama juga dikenakan kepada terdakwa I Komang Tresna Wijaya alias Zul, JPU menjerat pria penuh tato ini dengan pasal 340 Jo pasal 55ayat (1) ke1 dan pasal 2 ayat (1) UU RI No 12 /drt/1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Setelah melalui pertimbangan baik yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa JPU menuntut  terdakwa dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dikurangi masa penahanan. “Atas dasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan ketererangan saksi yang kami miliki, maka dengan ini I Komang Tresna Wijaya terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama sesuai dengan pasal 340 KUHP, maka tim jaksa penuntut umum dengan ini meminta ketua majelis untuk menghukum terdakwa dengan hukuman  penjara selama 20 tahun  dikurangi masa penahanan,” ujar Putu Erik Sumiati.

Usai mendengar pembacaan surat tuntutan, Majelis Hakim mempersilakan terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang berikutnya. “Untuk agenda sidang  minggu depan mendengar pembelaan dari para terdakwa,” tegas Ketua Majelis Hakim I Dewa Made Budi Watsara SH seraya menutup jalannya sidang.

Mendengar tuntutan dari JPU, membuat geram keluarga korban yang mengikuti proses persidangan. Istri korban, Jro Kerti berteriak histeris dan mengganggap tunttuatan JPU sangat ringan “Saya tidak tidak puas, sepatutnya terdakwa dihukum mati, dihukum mati,” teriaknya.

Melihat perangai dari istri korban, akhirnya anggota Polwan menenangkan Jro Kerti.  Bahkan anggota keluarga korban sempat berusaha mendekati pelaku, namun usaha tersebut digagalkan oleh petugas kepolisian. Ketidakpuasan bukan saja karena pihak keluarga menganggap tuntuan JPU ringan, tapi juga karena ketidaktransparanan penyidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Bangli.

“Bukan hanya dua orang tersangkanya, sepatutnya ada 4 orang, sopir yakni I Kadek Surama dan Jro Sekebal layak menjadi tersangka,” ujar Wayan Partama. Dia mengatakan, melihat dari keterangan saksi-saksi sepatutnya I Kadek Surama dan Jro Sekebal layak duduk di kursi pesakitan. ”Mereka ikut serta dalam pembunuhan, masak sopir  tidak dijerat, kami sangat kecewa,” sebutnya. Karena dianggap kurang trasparan dalam penyidikan, pihak keluarga meminta agar kedua terdakwa dilepaskan saja.

Sementara kerabat korban lainnya mengatakan pasca  pembuhan  I Gede Pasek bukan saja menimbulkan duka yang mendalam bagi istri korban, juga membuat ibu korban Jro Bau Suri sakit, kini hanya terbaring lemah di tempat tidur karena terserang stroke. Begitu pula kakak korban, Jro Tantri sempat menjalani perawatan di RSJ karena  mengalami stress. 

Usai menyampaikan unek-uneknya, rombongan anggota keluarga korban langsung mendatangi Mapolres Bangli guna menanyakan proses penyidikan. Kedatangan keluarga korban  diterima oleh Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Yana Jaya Widya, KBO Reskrim Iptu Ketut Purnawan, Kanit IV Iptu Kresnawan H, Sik., di ruang depan Mapolres Bangli. Keluarga korban yang diwakili oleh Wayan Partama mempertanyakan kenapa I Kadek  Surama dan Sukebal tidak ditetapkan sebagi tersangka dalam kasus pembuhan itu. Menurutnya sudah jelas-jelas Surama yang saat kejadian mengemudikan kendaraan jenis APV Nopol DJ 1479 MO  yang kini dijadikan barang bukti di persidangan. “Tidak masuk akal mereka bisa bebas, padahal penyidik bisa mengenakan pasal turut serta bagi keduanya,” ujar Partama. Sempat terjadi debat kusir dalam pertemuan itu. 

Ditemui uasi pertemuan, Wayan Partma mengaku tidak puas dengan keterangan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Sementara itu KBO Reskrim Iptu Ketut Purnawan saat dikonfirmasi terkait ketidakpuasan pihak keluarga korban terhadap proses penyidikan, mengatakan apa yang dilakukan tim penyidik sudah sesuai dengan mekanisme atu prosudur. Bahkan kasus ini  sudah sempat digelar di Polda.

Kata perwira ini, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus didukung dua alat bukti yang cukup. “Tentu nantinya kita juga akan melihat salinan putusan dari majelis hakim , jika dalam putusan itu mengarah ada tersangka baru, pasti akan kita tindak lanjuti,” tegas Purnawan.

wartawan
Agung Samudra
Category

Pascaledakan Trotoar di Darmasaba, Aroma Bensin Masih Tercium

balitribune.co.id I Mangupura - Kondisi pascaledakan trotoar di kawasan Jalan Darmasaba, Banjar Menesa, Kecamatan Abiansemal, Badung, masih menyisakan kekhawatiran bagi warga sekitar. Hingga Rabu (22/4/2026), bau bensin dilaporkan masih tercium cukup menyengat, terutama di area saluran drainase.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Teken Kerja Sama PSEL, Ubah Sampah Menjadi Listrik

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung mengambil langkah besar dalam menangani volume sampah di kawasan pariwisata dengan beralih ke teknologi modern. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Abrasi Kian Parah, Warga Pesisir Monggalan Terdampak Dibantu Bedah Rumah

balitribune.co.id I Semarapura - Makin parahnya abrasi di pesisir pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, dikhawatirkan menggerus kawasan itu makin jauh ke daratan. Sejumlah warga yang masih tinggal di kawasan itu terpaksa harus bertahan diselimuti rasa cemas, sembari berharap pemerintah segera turun tangan membuat tanggul. 

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Klungkung Kawal Festival Semarapura 2026, Anggaran Rp 1,3 Miliar Harus Tepat Sasaran

balitribune.co.id I Semarapura - Pelaksanaan Festival Semarapura 2026 yang memasuki tahun ke-8 mendapat atensi serius dari Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom. Politisi yang akrab disapa Gung Anom ini menekankan agar festival tahunan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi harus menunjukkan peningkatan kualitas setiap tahunnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tebing di Pinggir Jembatan Peken Belayu - Kukuh Longsor Lagi

balitribune.co.id I Tabanan - Tebing di pinggir jembatan Peken Belayu-Kukuh di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, longsor lagi pada Rabu (22/4/2026) sore. Tak hanya itu, material tebing yang longsor itu membuat gelombang air pada aliran Sungai Yeh Ge menerjang areal wantilan pura yang ada di seberangnya.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Gabungan Gelar Penertiban Identitas, Sasar 141 Duktang di Bajera

balitribune.co.id - Tabanan - Tim gabungan di Kecamatan Selemadeg melakukan penertiban identitas terhadap 141 penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di lingkungan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Penertiban yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) malam itu menyasar belasan rumah kos, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi kependudukan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.