Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Usai Pesta Miras, Janda Muda Digilir Empat Pemuda

Seorang janda muda yang mengaku diperkosa empat pemuda saat melapor ke polisi.

BALI TRIBUNE - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang wanita  di Banjar Gelulung, Sukawati, dilaporkan ke Mapolres Gianyar, Selasa (25/9). Dalam laporannya, SAL (18), asal Lombok Timur mengatakan dirinya diperkosa oleh empat pria di kamar kosnya, malam sebelumnya. Tiga orang terlapor adalah tetangga kos dan seorang lagi anak tuan rumah. Atas laporan itu, petugas dari Polsek Sukawati bergerak cepat mengamankan empat orang terlapor dan mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa alas karpet hingga pakaian dalam milik pelapor. Secara terpisah, korban dan keempat terlapor dibawa ke  Mapolres Gianyar untuk penanganan lebih lanjut. Keempat terlapor, masing-masing RS (20) asal Lombok Barat, HS (22), Lombok Timur, Rk (20) asal Mataram yang semua tetangga kos pelapor dan  anak tuan rumah kos, Putu AP (30), asal Banjar  Gelulung, Sukawati.  Di hadapan petugas, keempat terlapor mengaku terkejut dengan laporan itu.  Menurut para terlapor,  Senin (24/9) malam  justru pelapor yang nawari  minum miras bersama. Hingga larut malam,  pesta miras yang mereka lakukan berlima  berakhir dengan mabuk. "Sudah larut malam, dia yang sudah mabuk saya gotong ke kamarnya,"ungkap Putu. Mengenai persetubuhan itu,  Putu tidak menampik namun dirinya mengaku tidak memaksa.  Demikian juga pengakuan RS terlapor lainnya. Sementara dua terlapor lainnya  HS dan Rk mengaku  tidak sempat menyetubuhi pelapor malam itu. "Sebelumnya saya sering berhubungan dengan dia, namun malam itu saya sempat berniat melakukannya. Karena CD-nya berisi pembalut, saya urung melakukannya, " terang HS. Para terlapor ini juga menyebutkan jika  sudah sering minum bersama dengan pelapor.  Disebutkan pula, pelapor kos di tempat itu sudah sebulan.  Pelapor yang mengaku sudah berstatus janda itu sering pulang larut malam karena  bekerja di sebuah klub malam di Kuta. Dari kebiasaan yang mereka lakukan selama ini,  para terlapor pun mengaku  terkejut disebut memperkosa. “Kalo dia pulang dalam kondisi mabuk,  saya pun sering main ke kamarnya," terang HS. Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu IGN Winangun membenarkan adanya laporan pemerkosaan itu. Jajarannya pun sudah melakukan tindakan awal dengan mengamankan para terlapor dan barang bukti. Selanjutnya, diarahkan ke Unit PPA Polres Gianyar. "Untuk proses selanjutnya seperti visum pelapor dan pemeriksaan terlapor dilaksanakan oleh Unit PPA Polres Gianyar," jelasnya.

wartawan
Redaksi
Category

Kodam IX/Udayana Gelar Rapim TA 2026, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat Wujudkan Sishankamrata Bali Nusra

balitribune.co.id | Mangupura – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadiri Karya di Pura Dalem Jambe Kapal, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri dan Program Pendidikan Gratis

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Nyakap Karang, Melaspas, dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Jambe, Banjar Adat Panglan Baleran, Kelurahan Kapal, Selasa (17/2). Kehadiran Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di gumi keris.

Baca Selengkapnya icon click

Ketupat, Barongsai dan Canang, Cerita Akulturasi Alami Umat Tionghoa di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ribuan umat keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di Kong Co Bio Tabanan dengan suasana akulturasi budaya Bali yang kental melalui penggunaan sarana canang dalam persembahyangan.

Selain dupa dan kue keranjang, kehadiran ornamen serta sesaji khas lokal ini menjadi simbol keharmonisan tradisi leluhur Tionghoa dengan budaya Hindu di Kabupaten Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.