Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Via Vallen Suka Lukisannya Dokter Bagus

Dokter Bagus Darmayasa saat memberikan lukisan kepada Via Vallen.

Bali Tribune, Denpasar - Artis dan penyanyi Via Valen ternyata menyuka lukisan Bali. Saat tampil dalam konser di tempat hiburan malam di Boshe Kuta Bali, Jumat malam (26/1) Via Vallen diberikan lukisan oleh pelukis Bali Bagus Darmayasa yang merupakan seorang dokter dan Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara Bali. Penyanyi bernama lengkap Maulidia Octavia ini mengaku sangat senang mendapatkan hadiah lukisan karya seorang dokter asal Bali yang juga adalah seorang pelukis. "Saya sangat senang dengan lukisan ini. Sangat senang dengan lukisan Bali," ujarnya.  Penyerahan dilakukan sesaat sebelum Via Vallen tampil menghipnotis ratusan penonton di Boshe. Penyerahan dilakukan sendiri oleh dr. Bagus Darmayasa ditemani oleh Owner dan Manajamen Boshe Bali. Usai diserahkan secara langsung, pelantun lagu berjudul "Meraih Bintang" pada pembukaan Asian Games 2018 ini diminta oleh para fans dan manajemen untuk langsung membuka bungkusan lukisan yang masih terbungkus. Dengan dibantu oleh beberapa staf, bungkusan dibuka dan di hadapan penyanyi asa Jawa Timur itu terpampang lukisan gadis Bali yang sedang menari dengan berbusana Bali. "Saya senang melihat lukisan ini," ungkap Via Vallen.  Sementara dr. Bagus Darmayasa sendiri mengatakan, sudah dua kali memberikan lukisan kepada penyanyi dangut yang sudah menyanyi sejak usia 15 tahun ini. "Saya sudah dua kali menyerahkan lukisan untuk Via Vallen. Dan dia senang dengan lukisan saya," ujarnya. Lukisan pertama mengambil obyek kucing berwarna putih. Ia mengaku jika Via Vallen senang dengan kucing. Lukisan kucing itu diserahkan kira-kira 2 tahun lalu di Bali. Ia mengaku jika putri dari pasangan suami isteri Mohammad Arifin dan Rosida ini sangat senang dengan gambar kucing putih dan bersih. Sementara lukisan kedua baru diserahkan pada Jumat malam (26/1). Lukisan kedua mengambil obyek wanita penari Bali. Lukisan kedua ini juga sangat disukai oleh Via Vallen. Pihaknya sudah mengenal Via Valen sejak beberapa tahun yang lalu juga karena lukisan. Direktur Rumah Sakit Bali Mandara ini telah menghasilkan banyak lukisan mulai dari pemandangan alam, binatang, tumbuhan, manusia, filsafat, agama dan budaya Bali. Seluruh lukisannya dijelaskan dengan sangat detail. Warga Bali menjuluki sebagai "pria penyebar virus hidup sehat" melalui karya seni. Hal karena hampir semua lukisan dijelaskan resep-resep bagaimana orang memilih untuk hidup sehat. Dia mampu membawa penikmat seni lukis Bali untuk belajar soal hidup sehat, memahami ajaran agama dan budaya Hindu Bali. "Saya akan tetap melukis sampai kapan pun. Karena disitulah jiwaku, menjadi dokter pelayan masyarakat dan menjadi pelukis," ujarnya. Hingga saat ini sudah ratusan lukisan yang dihasilkannya. Sebagiannya laku terjual, sebagian lainnya dihadiahkan kepada tokoh, pejabat, seniman, artis dan sebagainya. (ray) 

wartawan
Redaksi
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.