Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Virus Corona, Disiplin Nasional dan Wajib Militer

Bali Tribune / Wayan Windia - Guru Besar (E) pada Fak. Pertanian Univ. Udayana dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Made Sanggra, Sukawati.

balitribune.co.id | Ketika virus korona mulai menyerang, pemerintah segera menyiarkan protokol kesehatan. Tetapi dari laporan pers, ternyata masyarakat sangat banyak yang tidak disiplin. Bahkan banyak yang tidak mau menggunakan masker. Padahal penggunaan masker, adalah satu protokol kesehatan yang paling sederhana. Kemudian berlanjut dalam kasus mudik dan balik. Ribuan kendaraan harus diputar-balik, karena mereka tidak disiplin. Kalau mereka menggunakan kendaraan, berarti mereka bukanlah orang yang miskin dan bodoh. Jadi, masyarakat yang tidak disiplin, justru termasuk orang-orang pandai, dan tidak miskin. Miris sekali. Sementara itu, pemerintah terasa sudah kewalahan melayani masyarakat yang terpapar korona. Puluhan dokter dan perawat, harus menjadi korban.

Dari laporan pers, saya juga mendapat informasi dari Dubes RI di Vietnam. Pers bertanya kepada Pak Dubes : kenapa Vietnam bisa dengan sigap mengatasi kasus korona? Jawabnya singkat : karena masyarakat Vietnam sangat dispilin. Kalau pemerintah mengatakan tidak boleh ini atau itu, maka masyarakat Vietnam sangat patuh. Mengapa masyarakat Vietnam bisa patuh? Mungkin karena mereka “baru saja” mengakhiri perang untuk penyatuan negaranya. Sehingga gaya hidup disiplin militernya masih tersisa.

Itulah sebabnya, dalam proses penerapan normal-baru dalam kehidupan masyarakat, pemerintah berencana untuk melibatkan TNI dan Polri. Pihak TNI dan Polri memang dididik untuk hidup disiplin. Marwah ke-displin-an itu, harus ditularkan pada masyarakat yang suka semau gue. Saya sangat setuju dengan ide untuk melibatkan TNI dan Polri tsb. Sebab pada saat-saat kritis, harapan kita hanya tinggal pada peranan TNI dan Polri. Tapi banyak masyarakat yang berpura-pura disiplin, hanya pada saat ada petugas. Setelah petugas lewat, maka mereka semua gue lagi. Bahkan banyak masyarakat yang merasa “bangga” kalau bisa mengelabui petugas. Para ahli sosiologi mungkin perlu mengkaji sikap masyarakat seperti itu. Meskipun sebetulnya, sikap disiplin itu adalah untuk kepentingan kesehatannya sendiri. Tapi kok mereka tidak mau patuh ya ?. Heran juga.

Apakah untuk bisa mendidik masyarakat hidup disipilin, diperlukan kebijakan wajib militer? Kebijakan wajib militer selalu mengundang pro-kontra. Karena masyarakat sudah terlanjur hidup dalam zone nyaman, sok demokratis, sok individualistis, dan sok ber-HAM. Diwacanakan, wajib militer itu analog dengan militeristik. Padahal idenya adalah, untuk mendidik agar masyarakat bisa hidup disiplin. Disiplin adalah sikap dasar. Tidak ada tugas yang dapat dilaksanakan dengan baik, tanpa ada sikap dasar disiplin.

Masalah wajib militer sejatinya, bahkan sudah menjadi bahan renungan dari Pahlawan Nasional Jenderal TB Simatupang, sejak bangsa ini masih sangat muda. Hal itu dibahas dalam bukunya berjudul : “Pelopor Dalam Perang dan Pelopoir Dalam Damai”, yang terbit tahun 1954. Jadi, begitu kita selesai menunaikan perang kemerdekaan (l945-1949), maka Jenderal Simatupang telah memikirkan masalah kemungkinan pelaksanaan wajib militer bagi bangsanya. Namun dalam perjalanan bangsa ini selanjutnya, tampaknya ide itu tidak dapat dilaksanakan. Rupanya, karena biaya yang tidak tersedia. Kita juga terlalu sibuk untuk mengatasi berbagai perpecahan internal.   

Di lain pihak, dalam sejarah dunia, juga tercatat tentang proses kejatuhan Kerajaan Athena di Yunani (Bung Hatta, 1980).  Pada awalnya bangsa ini dibangun dengan dasar demokratis oleh Perikles. Lalu bisa mencapai kemakmurannya. Namun kemudian muncul peranan  kaum sofis (cerdik pandai), yang mengembangkan demokrasi menjadi anarchi. Hal inilah akhirnya yang menghancurkan kekuasaan Perikles. Athena jatuh dalam jurang kehancuran (461-429 SM). Sebetulnya, tidak ada maksud kaum Sofis untuk mengembangkan anarchi dan menghancurkan Athena. Tetapi rakyat Athena sudah terlanjur “diracuni” oleh pola pikir kaum Sofis.

Berkait dengan bahasan di atas, mungkin perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan wacana wajib militer di Indonesia yang begini heterogin. Kalau tidak, masyarakat Indonesia bisa berkembang semakin individualistis dan anarkhis. Hal ini bisa membahayakan eksistensi bangsa ini, yang dahulu dibangun dengan tetesan darah. Kita tidak bisa menjiplak demikian saya sistem politik dan sistem budaya negara lain, yang sekarang dianggap maju. Kita seharusnya mengembangkan demokrasi sesuai dengan sistem budaya, dan kondisi geopolitik bangsa. Demokrasi bukan tujuan. Demokrasi hanya alat untuk mencapai tujuan. Demokrasi yang dikembangkan di Indonesia seharusnya demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Selanjutnya, ekonomi yang dikembangkan seharusnya sesuai dengan nilai-nilai UUD 1945 (Pasal 33).

Namun tidak mudah bagi pemerintahan siapapun, untuk kembali melaksanakan pemillihan pimpinan negara dan daerah, melalui lembaga perwakilan. Padahal itulah yang dikehendaki oleh Pancasila. Sistem seperti sekarang ini, terlanjur menjadi zone-nyaman bagi kalangan elit politik untuk mengais rejeki. Tetapi akan sulit bagi bangsa ini ke depan. Karena biaya politiknya yang tinggi, dan bertentangan dengan Pancasila. Sedangkan hasilnya, banyak sekali pejabat kita yang berubah menjadi penjahat.

Dalam suatu seminar yang dilaksanakan di Riau (dalam rangka Hari Pers Nasional), saya mengusulkan agar sistem pemilu langsung satu suara satu orang dihentikan. Karena biaya tinggi, masyarakat menjadi larut dalam politik-uang, dan produk pemilunya juga tidak berkualitas. Tetapi seorang ahli politik dari LIPI membantah pendapat saya.  Bahwa demokrasi harus dilaksanakan dalam at all cost, katanya. Berapapun biayanya, harus dibiayai. Masalahnya adalah, apakah demokrasi yang kini kita laksanakan, yang harus dibayar dengan at all cost, sudah sesuai dengan nilai-nilai dasar negara kita?

wartawan
Wayan Windia
Category

Polres Tabanan Beri Layanan Penitipan Motor Gratis ke Pemudik

balitribune.co.id I Tabanan - Polres Tabanan membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik saat Lebaran 2026 mulai 12 hingga 31 Maret mendatang. Layanan ini bertujuan untuk menekan risiko aksi pencurian kendaraan bermotor saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong selama masa mudik.

Baca Selengkapnya icon click

Tokoh 32 Kampung Muslim di Karangasem Siap Ikuti Seruan Bersama Terkait Nyepi

balitribune.co.id I Amlapura - Menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026, Tokoh Masyarakat Karangasem yang juga Penanggungjawab Semeton GMT (Gerakan Masyarakat Terpadu) I Gusti Made Tusan pada Minggu (8/3/2026) malam mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karangasem, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Karangasem, perwakilan dari GP Anshor, NU, Muhammadiyah dan seluruh Kepala Lingkungan/K

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

11 Mobil Tangki Air Bersih Dikerahkan untuk Warga Terdampak Bencana Banjir Bandang

balitribune.co.id I Singaraja - Perusahaan Umum Daerah Perumda Tirta Hita Buleleng bergerak cepat memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar, Buleleng. Sebanyak 11 mobil tangki air bersih dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga di lokasi terdampak bencana.

Baca Selengkapnya icon click

SMAN 1 Kuta Utara Raih Juara Umum Porsenijar Badung 2026

balitribune.co.id I Mangupura - Ajang Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Bupati Badung diwakili Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, Senin (9/3/2026) di Lapangan Puspem Badung. SMAN 1 Kuta Utara kembali meraih juara umum baik dicabang olahraga maupun seni. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Pantau Pasar Galiran, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, memimpin langsung kegiatan monitoring stok dan harga pangan di Pasar Umum Galiran, Klungkung, Senin (9/3/2026). Monitoring dilakukan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya keagamaan.

Baca Selengkapnya icon click

Pencanangan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan pencanangan gerakan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Desa/Kelurahan dan Kecamatan se-Kabupaten Badung, Minggu (8/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.