Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wabup Suiasa Harapkan Dharma Shanti Nyepi Jadikan Momentum untuk Mulat Sarira

Bali Tribune/ DHARMA SANTI - Wabup Suiasa saat menghadiri acara Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1943 di Pelataran Pura Lingga Bhuana Puspem Badung, Sabtu (3/4/2021).
balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa berharap agar Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1943 dijadikan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, mulat sarira selama kurun waktu satu tahun.
 
“Melalui Dharma Shanti ini kita dapat mengevaluasi diri baik secara pribadi, kelompok maupun sebagai komunitas, sejauh mana kita sudah mampu mewujudkan, melaksanakan sesuai dengan harapan kita bersama. Sejauh mana kebermanfaatannya bagi semua orang yang tidak terbatas pada diri kita, kelompok kita,” ujar Wabup Suiasa saat menghadiri acara Dharma Shanti Nyepi Tahun Caka 1943 di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung bertempat di Pelataran Pura Lingga Bhuana Puspem Badung, Sabtu (3/4/2021).
 
Acara yang difasilitasi oleh PHDI Kabupaten Badung ini diawali dengan persembahyangan bersama yang dihadiri  oleh para Sulinggih Lanang Istri, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra beserta pengurus, Ketua Widya Sabha Badung Wayan Rai Sudiasa, Perwakilan FKUB Badung, Perwakilan Dinas Kebudayaan, perwakilan Badan Kesbangpol, Perwakilan Kementrian Agama dan WHDI Badung dengan jumlah undangan terbatas dan mengikuti Prokes yang ketat.
 
Lebih lanjut Suiasa mengatakan, momentum ini harus selalu dibangun dan dijadikan sebagai titik awal  untuk dapat memperbaiki perbuatan-perbuatan agar lebih cepat, lebih baik dan lebih bisa menyesuaikan dalam melaksanakan tugas-tugas yang semuanya demi kebaikan bersama.
 
Disamping itu dikatakan bahwa acara Dharma Shanti di Kabupaten Badung yang rutin dilaksanakan setiap tahun setelah merayakan Hari Raya Suci Nyepi ini yang terpenting adalah bagaimana umat mampu mengimplementasikan semangat nilai-nilai, yang mana intinya ingin mewujudkan suatu kedamaian hati, pikiran dan perilaku dalam kehidupan di dunia ini dengan semua sesama. Terlebih lebih dalam rangka meningkatkan rasa persaudaraan terutama satu sesama Umat Hindu dan juga meningkatkan persaudaraan dengan umat lainnya. 
 
“Momen Dharma Shanti ini selain untuk meningkatkan kerukunan internal Umat Hindu juga kita semangatkan, gelorakan jiwa keIndonesiaan  kita. Bahwa kebhinekaan itu adalah sesuatu yang mutlak dan  harus kita wujudkan, pertahankan dan kita rawat untuk selama-lamanya dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara di Indonesia ini,” pungkasnya.
 
Sementara itu Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra mengatakan, kegiatan Dharma Shanti Nyepi yang diselenggarakan di Badung dengan sangat sederhana yakni melalui persembahyangan bersama mohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar semua krama Badung khususnya umat Hindu dituntun untuk mampu bertahan bersabar, saling asah, saling asih, saling asuh saling memberi sekaligus saling memaafkan. Sehingga dengan demikian potensi negatif dalam diri setiap orang dapat terangkat menjadi semakin positif.
 
Dari kondisi ini pihaknya berharap dengan pikiran positif, dengan pikiran ikhlas dengan lapang dada maka imunitas tubuh akan kuat. 
 
“Ini harapan kita juga dalam menangkal dahsyatnya pengaruh Covid-19 yang sungguh-sungguh menyerang dan menggoda kehidupan kita bersama,” ucapnya.
Lebih lanjut  Rudia Adi Putra mengatakan  di lain pihak, dengan tenggang rasa, saling memaafkan maka akan dapat menyatukan kekuatan, menyatukan semangat untuk tetap meningkatkan Dharma Bhakti kepada Catur Guru yakni bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi sebagai Guru Swadiaya, bhakti Guru Rupaka, bhakti kepada Guru Pengajian dan bhakti kepada  Guru Wisesa. 
 
“Hal ini yang kita inginkan dari implementasi semangat Dharma Shanti ke depan,” ujarnya.  
wartawan
I Made Darna
Category

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.