Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Waduh! DPRD Temukan Kartu JKN – KIS Dipolitisasi dalam Pemilu

Bali Tribune/Rapat gabungan evaluasi Pemilu 2019

balitribune.co.id | Amlapura - Pasca pelaksanaan Pemilu banyak hal yang diungkap oleh anggota DPRD Karangasem di lapangan. Salah satu hal yang disoroti yakni ribuan keping Kartu JKN- KIS sengaja tidak dibagikan kepada masyarakat. Tindakan tak terpuji itu dilakukan oleh perangkat desa di sejumlah desa di Karangasem.

Yang terjadi di lapangan adalah jika masyarakat penerima ingin mendapatkan kartu yang sudah jadi dan siap dibagikan itu, masyarakat atau warga bersangkutan harus mau memilih atau mencoblos salah satu paslon atau partai tertentu. Jika tidak maka warga bersangkutan tidak diberikan kartu JKN-KIS tersebut.

Menyikapi temuan tersebut, anggota dewan dari gabungan komisi di DPRD Karangasem, Senin (6/5) kemarin secara khusus memanggil pihak eksekutif untuk dimintai penjelasan seputar kasus yang menjadi temuan dewan di tengah masyarakat tersebut. Dari pihak eksekutif  hadir saat itu Asisten I, I Wayan Sutapa, Kadis Sosial Ni Ketut Puspa Kumari, dan Kabag Hukum Sekdakab Karangasem.

Dalam rapat gabungan yag dipimpin oleh Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi tersebut, berbagai hal diungkapkan oleh anggota dewan, diantaranya oleh Nyoman Musna Antara, Gede Bendesa Mulyawan, I Komang Sartika, Nyoman Sumadi, serta sejumlah anggota lainnya yang juga mengungkapkan soal temuan politisasi kartu JKN-KIS dan soal hutang masyarakat di RSUD Karangasem dengan sejumlah anggota dewan ang menjadi jaminan.

Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi kepada pers mengungkapkan, soal Bansos tidak terencana yang disalurkan kepada masyarakat yang tidak mampu membayar biaya berobat atau perawatan di RSUD Karangasem, semestinya ditanggung sepenuhnya oleh Pemeritah dengan menggunakan dana Bansos tak terduga itu. Sehingga masyarakat tidak dililit hutang setelah keluar dari rumah sakit dengan jaminan sejumlah anggota dewan.

“Agar tidak menjadi permasalahan seperti sekarang ini, kita akan usulkan agar Bansos tak terencana ini dihapuskan saja! Karena sangat rentan dari sisi kebijakan yang sifatnya politis,” tegas Nengah Sumardi.

 Selain masalah kesehatan sudah tercover di Uneversal Healt  Coverage (UHC) Bansos tak terencana itu anggarannya akan dialihkan ke sektor lain yang lebih penting.

Sementara mengenai ribuan keping kartu JKN KIS yang di dept oleh aparat atau perangkat  desa untuk kepentingan politik, pihaknya di lembaga dewan mengaku sangat kecewa dan menyayangkan hal tersebut. “Semestinya hal semacam itu tidak boleh terjadi! Kalau memang sudah menjadi hak warga kenapa kartu JKN-KIS itu tidak dikeluarkan atau dibagikan saja ke masyarakat yang berhak menerima?” kritiknya.

Kasus ini menurutnya bisa didorong keranah hukum. Dan itu terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Abang, Kecamatan Kubu dan di beberapa desa lainnya.

Sementara itu Asisten I, I Wayan Sutapa kepada wartawan menjelaskan soal hutang warga kurang mampu yang berobat di RSUD Karangasem dengan jaminan sejumlah anggota dewan. Dikatakannya sebelum adanya UHC, masyarakat kurang mampu ada yang berobat ke RSUD Karangasem, dan karena tidak bisa membayar biaya perawatan maka warga bersangkutan mengajukan permohonan kepada Bupati agar dibantu biaya pengobatannya, dimana bantuan itu tidak bisa langsung dikeluarkan karena harus melalui proses di Dinas Sosial.

Dan dari data yang diterimanya ada sebanyak 78 orang warga yang memiliki hutang di RSUD Karangasem dari tahun 2018 sebesar Rp 189 Juta, dan tahun 2019 sampai dengan 12 Februari sebanyak 131 orang dengan nominal Rp263 Juta.

“Kita sudah turun kelapangan untuk menagih kepada masyarakat bersangkutan. Jika tidak kita tagih maka akan menjadi temuan BPK! Kita turun menemui masyarakat bersangkutan, berapa mereka mampu membayar ya kita terima sisanya akan dibayarkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara terkait dugaan politisasi JKN-KIS yang dilakukan oleh sejumlah perangkat desa, pihaknya mengaku akan turun untuk melakukan evaluasi.

“Temuan itu kan disampaikan oleh anggota dewan. Nah kita akan turun untuk menelusuri itu termasuk nantinya kita akan melakukan evaluasi,” pungkasnya.

wartawan
Andy Husaen
Category

BBM hingga Gaji PPPK Disidik, Kasus Korupsi Satpol PP Jembrana Terus Bergulir

balitribune.co.id I Negara - Penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana terus diintensifkan. Setelah melalui tahap penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah pegawai, perkara dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa periode 2022 hingga 2025 tersebut kini resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Baca Selengkapnya icon click

150 Penari Warnai Pembukaan Bulfest 2026, Gubernur Koster Dorong Regenerasi Seniman Muda

balitribune.co.id I Singaraja - Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dimulai dengan pertunjukan kolaborasi 150 penari yang menghidupkan suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa malam (18/8/2026). Pembukaan festival dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lebih dari 810 Mitra Grab di 9 Kota, Termasuk Denpasar, Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Perayaan Merdeka Bersinergi

balitribune.co.id | Denpasar - Dalam semangat gotong royong, Grab bersama 810 Mitra Pengemudi dan Mitra GrabMerchant Bintang 5 bersinergi dan bersatu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Perayaan Merdeka Bersinergi pada 17 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Lanang Umbara Pimpin Raker Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Bahas Raperda Inisiatif Pemberdayaan Ormas

balitribune.co.id | Mangupura - Panitia Khusus (Pansus) DRPD Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) penyerapan aspirasi membahas penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD Badung tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kuta Utara Jadi Pusat Pariwisata, Bupati Minta Pendataan Penduduk Nonpermanen Diperketat

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung meminta Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas di Kecamatan Kuta Utara memperketat pendataan penduduk nonpermanen, terutama warga yang tinggal di rumah kos. Langkah tersebut dinilai penting seiring pesatnya perkembangan pariwisata di wilayah tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.