Wagub Ajak Masyarakat Tekuni Sektor Sekunder | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 18 September 2021
Diposting : 4 August 2021 00:28
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ SESPIMTI POLRI- Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati seusai menjadi salah satu narasumber Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 T.A. 2021 secara virtual, Selasa (3/8)
Denpasar | balitribune.co.id - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), mengajak masyarakat Bali turut aktif berperan membantu memulihkan kembali perekonomian Bali dengan menekuni sektor sekunder.
 
Hal ini disampaikannya saat menjadi salah satu narasumber serangkaian kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 T.A. 2021 bertema “Strategi Polri dalam Mendukung Penanggulangan Paripurna Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi dalam Rangka Pembangunan Nasional” secara virtual, Selasa (3/8).
 
Menurut Wagub, Bali pada awalnya hidup di sektor agraris (premier) kemudian beralih kepada sektor pariwisata (tersier) yang secara tanpa sengaja melompati sektor industri pengolahan (sekunder).
 
Hal ini menjadikan masyarakat Bali kewalahan saat sektor tersier mengalami keterpurukan seperti saat pandemi ini sehingga perlu diambil beberapa langkah yang saat ini bisa dilakukan seperti kembali menekuni sektor pertanian, kelautan, dan perikanan serta membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat.
 
“Sejumlah hikmah yang dapat kita petik saat ini, salah satunya bahwa kita harus kembali kepada sektor pengolahan (sekunder), yakni memetik buah yang kita tanam contohnya jeruk dan salak, di mana masing-masing buah ini dapat diolah menjadi jus dan wine yang kemudian bisa dijual untuk masyarakat lokal, dengan begitu perputaran ekonomi juga akan kembali tumbuh,” imbuhnya.
 
Ditambahkannya, penting bagi kita semua untuk menjaga imun tubuh dengan baik agar ketahanan dan kesehatan tetap terjaga.
 
Untuk mewujudkan kehidupan yang saling menopang, Cok Ace menyebutkan perlu dilakukan diversi (memperluas) terkait bagaimana cara memanfaatkan pariwisata sebagai lahan untuk memasarkan produksi lokal.
 
Cok Ace berpendapat di tengah situasi dan kondisi yang membatasi komunikasi dan menjaga jarak ini menuntut kita untuk mampu masuk dan menguasai sistem digitalisasi yang sebagian besar masyarakat dunia, masyarakat Indonesia, dan masyarakat Bali (pada khususnya) sudah digunakan dalam bertransaksi jual-beli.
 
“Dengan mematangkan sejumlah kegiatan di sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan UMKM maka saat pandemi Covid-19 mulai melandai dan dibukanya pintu pariwisata, secara langsung sudah membuka peluang baru yang siap berkembang di tengah tatanan kehidupan Bali era baru,” paparnya.
 
Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, mengatakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, tentu seluruh negara memiliki cara atau kebijakan tersendiri guna memutuskan rantai penyebaran Covid-19.
 
“Melalui diskusi ini nantinya rekan-rekan peserta didik dapat mengetahui berbagai kegiatan, peran, dan komitmen dari semua stakeholders di Provinsi Bali dalam penanggulangan Covid-19 serta dapat mengetahui daya dukung, program Pemerintah Daerah, serta langkah-langkah yang diambil dalam upaya mengembalikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali,” terangnya.
 
Sespimti Polri untuk KKDN Sespimti Polri Dikreg Ke-30 di wilayah Polda NTB berjumlah 10 orang dan diharapkan melalui KKDN ini maka para peserta mampu mengaplikasikan materi di lapangan yang akan dituangkan dalam tulisan ilmiah dan dapat mewujudkan Perwira Tinggi Polri yang Presisi untuk Indonesia maju.