Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wagub Cok Ace Mengapresiasi Perbaikan Pura Ranu Pane, Lumajang

Bali Tribune/ Wagub Cok Ace saat sembahyangan di Lumajang.




balitribune.co.id | Lumajang - Apresiasi dan ucapan terimakasih disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati kepada Bupati Lumajang yang saat ini dijabat Thoriqul Haq, atas respon cepatnya mendukung rehab beberapa bagian Pura Ranu Pane.

Itu disampaikan Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini disela - sela acara persembahyangan dilokasi pura, Desa Ranu Pani, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Senin(13/12) lalu. Acara persembahyangan yang juga serangkaian acara Penyerahan Bantuan Peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru.

Turut dihadiri Bupati Jembrana Nengah Tamba, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali Ketut Sukra Negara dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Made Rentin serta jajaran dilingkungan Pemprov Bali. Sebagai bentuk empati dan ikut mendoakan para korban bencana, serta bencana erupsi segera usai tanpa adanya banyak korban baik materi maupun non materi.

Terkait keberadaan Pura Ranu Pane, masih sedikit umat yang mengetahui lokasi dari Pura ini dikarenakan untuk mencapainya diperlukan waktu kurang lebih 2 jam menelusuri areal perbukitan (lereng Tengger). Pura ini terletak di daerah Senduro, Lumajang - Jawa Timur.

Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di Selatan dan Kota Malang di barat. Wagub Cok Ace pun sempet menunjukkan foto hasil jepretan gawai pribadinya saat pertama kali tangkil di Pura tersebut pada tahun 1991, dimana jalan masih setapak tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis off roader, serta berbekalkan mesin gergaji kayu untuk memotong ranting - ranting dan pepohonan liar, akhirnya dengan upaya yang cukup keras beliau bersama rombongan berhasil mencapai lokasi pura.

"Ini foto saat Kami pertama kali kesini, masih tersimpan rapi, 30 tahun lalu, jalanan belum bisa dilalui mobil, masih harus nebang pohon dan semak - semak, " ujar Wagub Cok Ace dhadapan rombongan.

Bertolak dari momen itulah, Wagub yang juga seorang seniman ini mengawali dukungan pembangunan pura yang juga melibatkan pemerintah setempat. Sehingga kondisi Pura bisa terlihat lebih megah. Beberapa pembangunan pun mendapatkan bantuan dari pemerintah lumajang, seperti pembangunan candi bentar dan penyengker yang belum sepenuhnya selesai, jalan undagan, serta bangunan wantilan pada sisi jaba tengah.

"Baru bulan Juni lalu Kami bertemu dengan Pak Bupati saat piodalan, Kami coba buatkan sket wantilannya, dan jalan menuju jeroan berupa undagan, dirasa cocok, dan seperti terlihat sekarang, sudah terbangun. Sangat responsif, Kami sampaikan apresiasi," ungkapnya sembari melanjutkan persembahyangan.

Pura yang tak begitu besar ini mempunyai 3 bangunan terdiri dari 1 Padma, 1 Gedong dan 1 pelinggih kecil, yang dipercaya berstananya Dewa Dewi Danuh (Bhatari Ulun Danu).Untuk akses jalan menuju pura saat ini pun sudah lancar, bermaterialkan aspal para pemedek bisa langsung tiba di parkiran pura. Saat rombongan menuju pura pun tampak sedang dilaksanakan proyek pemadatan guna pelebaran jalan.

Selain melaksanakan persembahyangan di Pura Ranu Pane, Wagub Cok Ace beserta rombongan juga berkesempatan melaksanakan persembahyangan di Pura Giri Mandara Semeru Agung, Senduro, Lumajang.Wagub Cok Ace saat sembahyangan di Lumajang.

wartawan
RLS
Category

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click

Pura-pura Bisu Saat Ditegur Pecalang, Bule Keluyuran Saat Nyepi Diamankan Polisi

balitribune.co.id | Gianyar - Suasana hening pelaksanaan hari  Raya di Sukawati sempat terusik ulah seorang warga negara asing (WNA), Kamis (19/3/2026). Bule ini didapati dengan santai jalan- jalan di Jalan Raya Sukwati dan mengabaikan teguran para pecalang adat yang mencoba memperingatkan. Hingga akhirnya, WNA ini diarahkan ke Mapolsek Sukawati, untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.