Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wagub Janji Berantas Aktivitas Investasi Bodong

OJK
PERESMIAN - Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar, diresmikan oleh Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Jumat (19/5).

BALI TRIBUNE - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta berjanji akan segera memberantas aktivitas investasi yang merugikan masyarakat Bali. Terkait keberadaan kegiatan investasi bodong (tidak berizin) ini, masyarakat Bali diminta untuk semakin cerdas dan tidak tergiur pada tawaran yang tidak masuk akal.

Menurut Sudikerta, untuk menghindari korban investasi bodong perlu dilakukan beberapa hal yakni pertama, memberikan edukasi-edukasi terhadap masyarakat terkait investasi-investasi bodong tersebut. Kedua, harus dilakukan pengawasan secara sistematik terhadap investasi-investasi bodong di wilayah Bali.

Ketiga, harus dilakukan tindakan hukum agar menimbulkan efek jera. Sehingga investasi bodong itu kata dia tidak berlanjut dan berkembang di Bali. Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat Bali agar berhati-hati terhadap segala jenis tawaran investasi yang menjanjikan bagi hasil yang tinggi.

Sudikerta pun mengakui jika hingga saat ini upaya pengawasan dan penegakan hukum belum optimal dalam memberantas keberadaan kegiatan investasi-investasi yang tidak berizin. “Oleh karena itu saya mengajak dan mengimbau kepada masyarakat kita untuk berhati-hati dalam investasi bodong,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada investasi dengan jumlah sedikit dengan hasil membludak. “Tidak ada dalam sejarah itu. Itu harus secara proporsional,” tegasnya usai meresmikan gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar, Jumat (19/5).

Sudikerta dalam hal ini meminta kepada OJK dan stakeholder lainnya untuk bekerjasama melakukan pengawasan terhadap segala jenis aktivitas investasi yang merugikan masyarakat. “Tunggu tanggal mainnya, saya akan bekerja keras memberantas investasi bodong ini bersama kepala OJK melalui satgas yang sudah ada di Bali,” cetus Sudikerta.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra, Zulmi mengatakan masih adanya korban dari aktivitas investasi ilegal tersebut dikarenakan pola pikir masyarakat yang kurang pintar mengelola keuangannya. Padahal pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menghindari adanya korban dari investasi bodong itu seperti dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kalau masalah korban tentunya kembali pada individu masing-masing. Banyak sosialisasi dan edukasi yang sudah dilakukan bukan hanya oleh OJK sendiri tapi juga melibatkan industri jasa keuangan, stakeholder terkait, pemerintah dan aparat penegak hukum terkait bagaimana mengelola keuangan, bagaimana harus berinvestasi termasuk juga memperkenalkan risiko-risiko investasi,” terangnya.

Namun dikatakan Zulmi yang terjadi di lapangan, ada masyarakat yang maunya serba instan dengan harapan investasi sedikit mendapatkan untung yang luar biasa. Hal itu menurut dia yang membuat masyarakat tergoda. Pihaknya pun menampik jika kurangnya pengawasan terkait perusahaan investasi bodong ini memicu adanya korban dari aktivitas yang merugikan masyarakat.

“Ini lebih kepada individu. Kalau dari edukasi dan dari sisi sosialisasi semua sudah disampaikan kepada masyarakat tapi sebagian belum paham dengan kondisi itu. Maka OJK dan seluruh lembaga jasa keuangan dan stakeholder melalui Satgas Waspada Investasi dan Tim Percepatan Akses Keuangan

Daerah akan terus melakukan edukasi kepada lapisan masyarakat,” ucap Zulmi.

Jika ada masyarakat yang dirugikan dari kegiatan investasi ini diharapkan segera melaporkan kepada pihak penegak hukum dengan menyerahkan bukti berupa kwitansi, besaran jumlah uang yang disetorkan, kemudian kepada siapa berinvestasi.

Apabila sudah memiliki bukti kuat, kerugian itu bisa dijadikan bahan untuk melapor ke penegak hukum. Kemudian penegak hukum melalui Satgas Waspada Investasi akan membantu memfasilitasi korban. “Kalau ada korban yang dirugikan melapor tentut akan ditutup,” kata dia.

Dikatakan, saat ini sedikitnya ada 91 perusahaan yang dinyatakan “bodong” oleh OJK melalui Satgas Waspada Investasi. “ Itu adalah perusahaan-perusahaan yang tidak berizin namun menghimpun dana masyarakat,” tutupnya. Ia pun kembali meminta warga waspada.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Buntut Main Hakim Sendiri di Baturiti, Polres Tabanan Tetapkan Lima Tersangka

balitribune.co.id | Tabanan - Polres Tabanan menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyidikan kasus dugaan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Konferensi pers dilaksanakan di Lobi Mako Polres Tabanan pada Minggu malam (26/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Ekosistem Pesisir Bali, Gubernur Dorong Gerakan Tanam Mangrove Setiap Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk memperluas kawasan mangrove melalui gerakan penanaman rutin setiap bulan dengan melibatkan pelajar, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BNNP Bali Operasi Kawasan Rawan Narkoba

balitribune.co.id I Badung - Sebagai bentuk pengawasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Bali, Minggu (26/7) dini hari Badan Narkoita Nasional Provinsi (BNNP) Bali melakukan operasi di kawasan pariwisata daerah Tibubeneng, Kuta Utara, yang merupakan daerah padat wisatawa WNA dan di seputaran Jalan Teuku Umar pusat Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Didukung Kekayaan Rempah dan Bahan Alami Lokal, Indonesia Miliki Potensi Menghadirkan Inovasi Minuman

balitribune.co.id | Mangupura - Pertumbuhan sektor pariwisata, Horeka (hotel, restoran, kafe), dan budaya dining out di Indonesia bergerak kian dinamis dan terus mendorong perkembangan industri beverage. Hal ini tercermin dari proyeksi pasar foodservice Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas restoran, kafe, bar, dan sektor hospitality.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jejak Dadong Ngenu Masih Misterius, Pencarian Dihentikan Karena Ada Upacara Adat

balitribune.co.id I Bangli - Menginjak sepekan dilaporkan hilang, keberadaan Ni Nyoman Ngenu, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku, Bangli, masih misterius. Upaya pencarian lansia tersebut bahkan sampai menerjunkan tim SAR pada Sabtu (25/7/2026), namun hasilnya nihil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.