Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wakil Bali Jangan Numplek di “Tempat Basah”

Bali Tribune/ NARSUM - Para narasumber dalam diskusi bertajuk “Meneropong Aspirasi Bali di Senayan”.

Bali Tribune, Denpasar - Dalam diskusi bertajuk “Meneropong Aspirasi Bali di Senayan” yang digelar Forum Peduli Bali, Selasa (12/2) sore lalu, caleg DPR RI dapil Bali dari Partai Hanura, I Gede Pasek Suardika berharap ke depan wakil Bali yang duduk di DPR bisa menyebar di setiap komisi, tidak numplek di satu tempat ‘basah’. “Tidak seperti sekarang banyak komisi yang ‘bolong’ tanpa ada wakil dari Bali. Padahal keterwakilan Bali di tiap komisi itu penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di berbagai bidang,” ujar Pasek Suardika. Diskusi terbuka yang menghadirkan sejumlah pembicara caleg DPR yakni A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, I Gede Pasek Suardika, IGA Putri Astrid dan Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik serta pengamat politik Nyoman Wiratmaja,M.Si. dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis dan masyarakat.  Pasek yang sempat menjabat Ketua Komisi III DPR RI periode 2019-2014 dari Partai Demokrat saat itu, mengatakan sembilan wakil Bali hanya ada di beberapa komisi saja. Komisi lainnya seperti Komisi II dan III yang dikenal sebagai komisi “kering” tak ada wakil.  “Wakil Bali umumnya berada di komisi ‘basah’ yang banyak bansosnya. Bahkan ada satu komisi dijejali beberapa anggota DPR dari Bali. Padahal di dewan ada 11 komisi, sementara kuota Bali cuma 9. Kalau ada yang numplek dalam satu komisi, maka akan makin banyak yang bolong,” ujar Pasek yang kini anggota DPD RI itu.  Ke depan, Waketum Partai Hanura ini berharap sembilan wakil Bali yang lolos ke DPR RI bisa menyebar sehingga seluruh atau sebagian besar aspirasi masyarakat bisa ada yang menindaklanjutinya di pusat. Di sisi lain menjawab pertanyaan peserta, Pasek menyebutkan wakil Bali yang lolos ke Senayan harus Trengginas dalam memperjuangkan Bali di pusat. “Kita di pusat kan minoritas. Bali itu kecil, kalau tidak agresif dan sedikit galak, ya telat. Speed-nya harus tinggi, dinamis ibarat penari kecak,” ujar Pasek. Ia juga memuji caleg yang maju dari Bali kali ini kualitasnya bagus-bagus. Saat ini ada 122 caleg dari Dapil Bali yang maju ke DPR RI. Dari jumlah itu Bali dapat jatah 9 kursi. Jadi akan ada 113 yang akan terlempar di Pileg, 17 April nanti. Pasek sendiri mengaku ketika terpilih nanti, siap ditempatkan di komisi manapun. Yang penting Bali bisa terwakili secara maksimal,” tambahnya. Sementara A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra yang kini duduk di Komisi IV DPR RI bidang pertanian dalam arti luas mengingatkan pentingnya menjaga alam Bali seperti sumber daya air, subak dan pertaniannya. Sebagai daerah pariwisata, pertanian ini harus dijaga dengan baik sehingga bisa mendukung pariwisata yang menjadi urat nadi ekonomi Bali. "Kelak orang yang datang ke Bali tidak lagi hanya berpikir "surfing" tapi karena agrowisatanya, teknologi pertaniannya," sebutnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.