Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Warga Denpasar Percaya Globalisasi Tak Mampu Redupkan Budaya Bali

Bali Tribune/ Wayan Andika tak anggap globalisasi ancam keberadaan budaya Bali.
2). Darwin Darmawan (27), wiraswasta asal Bali, globalisasi bukan ancaman bagi budaya Bali.



balitribune.co.id | Denpasar - Warga Bali dari berbagai kalangan menolak stigma yang menganggap bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi informasi sangat berpengaruh pada kemunduran berbudaya.

Kemajuan globalisasi sejatinya mampu mengubah berbagai faktor kehidupan di muka bumi. Mulai dari gaya hidup, cara berpikir hingga praktik berbudaya. Tetapi jangan salah, kearifan lokal di Bali belum bisa dilengserkan perkembangan jaman yang semakin agresif ini.
 
Wartawan Bali Tribune pada (5/7) berkesempatan mewawancarai berbagai kalangan masyarakat tentang perspektif mereka pada dampak kemajuan globalisasi kepada budaya dan kebiasaan masyarakat lokal.

I Wayan Andika (54) asal Peguyangan Denpasar Utara membagi sedikit tanggapan pribadinya tentang dampak kemajuan jaman pada budaya Bali. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai Pegawai Negri Sipil ini dengan tegas menjelaskan bahwa keberlangsungan budaya Bali dilingkungan masyarakat tak terancam dilanda globalisasi.

Menurutnya, masyarakat Bali tetap berpegang teguh pada akar kebudayaan yang sudah secara turun temurun mereka terapkan. Ia percaya bahwa budaya Bali memiliki identitas yang jelas, unik dan membedakannya dari yang lain. Hal tersebut masih dan akan terus menerus diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari para penduduknya. Nilai-nilai dasar seperti upacara keagamaan, harmoni dengan alam dan sesama serta solidaritas bermasyarakat masih mengandalkan prinsip-prinsip kehidupan yang sudah ratusan tahun diadaptasi dari kebiasaan nenek moyang.

Ia lebih jelas memaparkan bahwa memang ada sedikit pergeseran, tetapi hal tersebut tak lepas dari sifat kebudayaan yang dinamis. Tentu saja, pergeseran bukan berarti perubahan, karena penduduk lokal masih dan selalu menggantungkan diri mereka pada budaya dan adat yang begitu lekat dengan kehidupan.

"Seni dan budaya merupakan tanggung jawab kita bersama, sebagai seorang penerus yang dihadiahkan berbagai estetika kebudayaan, muda-mudi Bali memiliki tugas untuk melestarikan budaya dan menurunkannya pada generasi selanjutnya. Bukan hanya sebagai sebuah kebiasaan, tetapi juga identitas yang lekat dengan seluruh lapisan masyarakat Bali," tuturnya.

Febri Intan (14) seorang pelajar menengah pertama beralamatkan Denpasar, juga memiliki pandangan yang serupa tentang dampak globalisasi pada budaya Bali. Ia kekeh bahwa berbagai kalangan terlepas dari usia masih gencar melestarikan dan menjaga kelangsungan berbudaya yang hakekatnya lekat dengan identitas mereka. Budaya tak pernah mati dalam diri kita, melainkan akan terus diturunkan pada anak cucu kelak.

“Budaya Bali adalah bagian dari identitas saya, kebanggaan itu tumbuh dalam diri semenjak saya masih kecil. Karena hanya di Bali bisa ditemukan budaya dan adat yang masih sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari, hal ini tercermin dari sarana dan prasana persembahan dan persembahyangan, bahasa, serta pakaian tradisional. Tentunya saya berharap eksistensi kebudayaan bisa bertahan selama masyarakat Bali masih ada,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, bahwa salah satu upayanya dalam mengembangkan dan mempertahankan budaya adalah dengan ikut andil dalam usaha pelestarian, yakni tergabung dalam sekaa teruna-teruni di lingkungan banjar karena komunitas ini berperan penting dalam menjaga warisan nenek moyang yang sudah ada, salah satu aktivitas yang rajin diadakan setiap tahunnya adalah mengarak ogoh-ogoh.

Selanjutnya, I Kadek Darwin Darmawan (27) asal Gatot Subroto Tengah, Denpasar Utara juga menampik ancaman globalisasi pada  budaya Bali. Pasalnya, kearifan lokal masih ramai dilestarikan seluruh kalangan warga. Hal ril yang bisa dilihatnya adalah cara berbahasa, meski sudah tak seintens dulu, muda-mudi Bali gencar mencampur dan menggunakan bahasa Bali ke dalam bahasa pergaulan mereka.

Selain itu, ia membeberkan bahwa adat-istiadat Bali masih dipercaya dan diimplementasikan dengan taat. Tingginya minat generasi muda pada upaya pelestarian budaya tak lepas dari kebersamaan dan keseruan yang ditawarkan. Konsep menyama braya atau hidup bermasyrakat pun masih kental. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah mendukung dan mengusahakan keras upaya pelestarian budaya dengan membangun Dinas Kebudayan Bali. Hal ini merupakan sebuah bentuk proteksi warisan leluhur agak tak terkikis jaman.

"Saya harap kita sebagai generasi muda lebih proaktif dan sadar akan betapa pentingnya kebudayaan lokal karena yang diuntungkan adalah kita sendiri," harapnya.

wartawan
M2
Category

Bayang-Bayang Kepunahan, Disbudpar Buleleng Gaet Anak Muda Lestarikan Wayang dan Prasi

balitribune.co.id | Singaraja – Upaya menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali di tengah minimnya minat generasi muda terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pergelaran Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang melibatkan pemuda dari sembilan kecamatan.

Baca Selengkapnya icon click

Terseret Arus Kencang di Nusa Penida, Wisatawan Asal Malaysia Tewas saat Diving

balitribune.co.id | Semarapura – Musibah terseret arus saat beraktivitas diving kembali menelan korban jiwa di perairan Nusa Penida, Klungkung. Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (40), meninggal dunia usai menyelam di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sukses Raih 18 Prestasi, Tabanan Perkuat Ekosistem Budaya di Utsawa Dharma Gita Bali XXXIII

balitribune.co.id | Tabanan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Capaian Duta Seni Kota Denpasar di PKB ke-48

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi capaian para Duta Seni Kota Denpasar yang telah tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri evaluasi pelaksanaan PKB ke-48 bersama pembina seni, koordinator seni, serta para seniman Duta Kota Denpasar di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (16/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus PO Emas Divine Gems Tembus Miliaran Rupiah, OJK Bali Tekankan Prinsip 2L

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus dugaan penipuan yang menyeret toko perhiasan Divine Gems and Jewellery di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, menjadi pengingat bagi masyarakat Bali untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.