Webinar Partai Golkar Menyongsong New Normal Percepat Pemulihan Ekonomi Bali | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 23 Oktober 2020
Diposting : 9 June 2020 20:01
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune / Webinar Partai Golkar DPD Provinsi Bali Menyambut New Normal.

balitribune.co.id | Denpasar - Tindaklanjut dari Focus Group Discussion yang  digelar secara virtual di Kantor Golkar Bali, Selasa (12/05) lalu. Kali ini DPD Partai Golkar Provinsi Bali kembali menggelar seminar secara virtual, di Kantor Golkar Bali, Selasa (9/6). Seminar ini mengusung tema "Strategi Pembangunan Ekonomi Bali Pasca Pandemi Covid-19" atau New Normal.

Dipandu Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Provinsi Bali sekaligus Ketua Panitia Komang Suarsana, seminar secara daring dibuka Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, dan dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Made Dauh Wijana, Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini I Putu Gede Indriawan Karna, Ketua Satgas Covid-19 Golkar Bali Komang Agus Satuhedi, Sekretaris AMPG Provinsi Bali I Wayan Gede Supadma, dan pengurus Golkar Bali lainnya.

Sementara pembicara yang ikut memberikan pemikirannya melalui video conference ada 20 orang diantaranya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Udayana Prof. IGM Wijaya Kusuma, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. I Wayan Windia, Ketua Kadin Bali Gede Ariandi, Ketua IWAPI Bali Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, dan Ketua Apindo I Nengah Nurlaba, Ketua GIPI dan BTB, serta praktisi pariwisata Panudiana Kuhn.

"Partai Golkar terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran, gagasan, dan solusi kepada pemerintah khususnya didalam mempercepat penanganan covid-19 di bidang ekonomi sehingga pemerintah sejak dini menyiapkan skema pemulihan ekonomi Bali pasca covid-19 agar ketika pandemi ini mulai mereda atau ketika memulai tatanan hidup baru new normal maka pemerintah telah memiliki strategi pemulihan ekonomi Bali,”  kata Sugawa Korry yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali. 

Sugawa Korry mengungkapkan, hasil seminar ini akan dirangkum dari berbagai kalangan yang nantinya akan disodorkan kepada para pemegang kekuasaan seperti gubernur, bupati, walikota, legislatif baik provinsi, kabupaten/kota dan pusat termasuk kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Bali. 

"Ini adalah kontribusi Golkar kepada Bali. Karena inilah tujuan Golkar yang selalu diajarkan induk partainya bahwa kami kader Golkar tetap komit terhadap ideologi doktrin karya dan kekaryaan dengan sungguh-sungguh demi kesejahteraan rakyat,” jelas Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali.

Sementara itu Ketua Panitia sekaligus moderator Komang Suarsana menyatakan setelah mendengar paparan dari 20 narasumber ada beberapa catatan poin penting. 

Ia menjelaskan secara garis besar semua narasumber yang juga berasal dari pengusaha pariwisata dan UMKM menyatakan diri siap menyambut tatanan kehidupan baru new normal untuk mempercepat pemulihan perekonomian Bali. 

"Namun kesiapan itu juga ditunjukkan dengan komitmen semuanya untuk mentaati dengan disiplin dan ketat protokol kesehatan cegah covid-19,” ujar politisi yang biasa disapa  Kos ini. 

Sejumlah narasumber juga mengungkapkan Bali bisa segera membuka tiga sektor utama sebagai penyangga ekonomi Bali yakni pertanian, pariwisata, dan UMKM. Kos melanjutkan, di sektor pertanian baik jangka pendek dan jangka panjang, diharapkan ada terobosan dan langkah kebijakan dari pemerintah dengan memberikan prioritas dan fokus kepada pengembangan pertanian termasuk mengalokasikan anggaran APBD minimal 5 persen baik DPRD provinsi/kabupaten/kota. 

"Keberpihakan pemerintah kepada pertanian tidak hanya pada konsumen yang bisa mendapat harga murah dari komoditi pertanian tetapi juga produsen sehingga harga produksi produk petani bisa dianggap layak meningkatkan nilai jual petani,”  ungkap politisi asal Bangli ini.  

Di sektor pariwisata, ucap Kos, juga meminta untuk bisa segera dibuka namun tetap menerapkan disiplin dan protokol kesehatan secara ketat. 

"Termasuk dengan membuka peluang-peluang baru yang bisa dimanfaatkan dari situasi yang berkembang saat ini termasuk pengembangan virtual tourism dan menyeimbangkan sektor pariwisata dan pertanian didukung oleh umkm", sambungnya.

Kos juga mengutarakan para pengusaha di sektor UMKM juga berharap new normal akan membangkitkan sektor riil ini walau saat ini khususnya ekspor kerajinan masih tetap berjalan namun masih terkendala pengiriman via udara akibat bandara dan penerbangan ditutup. 

"Istilahnya kita sebut normalisasi untuk mengembalikan kondisi pra dan pasca pandemik terhadap situasi yang terjadi saat ini,”  ujarnya. 

Hasil dari seminar virtual "Strategi Pembangunan Ekonomi Bali Pasca Pandemi Covid-19" berdasarkan pendapat, pandangan, dan pemikiran dari para narasumber akan dirangkum dan dirumuskan untuk dijadikan rekomendasi dan dibukukan sehingga diharapkan bisa menjadi acuan dan pijakan bagi pengambil kebijakan. 

"Sesegera mungkin karena hari ini akan kita rumuskan,”  tutup Kos.