Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Woodball Bali Fokus Lawan Banten di Pra-PON

Bali Tribune/ Kadek Agus Suardana dan Siti Masitah
balitribune.co.id | Denpasar - Tim woodball putra dan putri Bali bakal lebih fokus untuk mewaspadai tim tuan rumah Pra-PON yakni Banten, saat digelarnya event itu sekitar Juli mendatang. Pasalnya, Banten juga memiliki pemain berkualitas.
 
“Kalau berdasarkan kejuaraan nasional (kejurnas) di Kalimantan Timur (Kaltim) Januari lalu, memang kekuatan merata setiap daerah, dan pemain yang turun di Pra-PON juga bakal itu-itu saja,” kata atlet woodball putra I Kadek Agus Suardana, kemarin.
 
Didampingi pewoodball putri Bali Siti Masitah, Kadek Agus mengatakan, karena Banten nanti menjadi tuan rumah Pra-PON pastinya daerah tersebut akan lebih menguasai tempat pertandingan.
 
Di Banten versi Agus Suardana, juga memiliki satu atlet woodball putra yakni Aris Marianto yang merupakan atlet juara dunia. Namun hal itu bukan berarti dirinya menyerah begitu saja. “Malah saya tertantang untuk bisa bagaimana mengalahkan juara dunia,” imbuh Agus Suardana.
 
Agus Suardana sendiri di Kejurnas Kalimantan Timur lalu membawa pulang posisi IV untuk nomor perorangan stroke putra, dan juara I di nomor ganda stroke berpasangan dengan rekannya Putu Budiyasa.
 
Hal senada juga diutarakan Siti Masitah. Menurutnya, rival beratnya justru dari Jawa Tengah yakni Ika. “Kalau Ika juga merupakan atlet yang memiliki predikat pemain nasional dan internasional.
 
“Saya rasa tetap peluang saya dan peluang Bali akan selalu terbuka untuk bisa lolos PON dan meraih medali. Di kejurnas Kaltim lalu, saya di perorangan stroke juara II dan juara I di nomor ganda stroke bersama Dyah Melinda,” tegasnya.
 
Sistem dalam Pra-PON di Banten nantinya, diutarakan Siti Masitah, jika atlet beregu masuk 5 besar dan lolos PON Papua, maka otomatis di perorangan juga kan ikut lolos ke PON Papua. Hanya perorangan nanti tetap ikut turun bersama 12 besar tim dari provinsi lainnya yang juga berebut tiket PON. Namun 5 besar di beregu yang lolos PON tak dinilai lagi.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.