Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

WPO Gelar Pertemuan Bahas Isu-isu Utama dan Hangat Komunitas Pengemasan Global.

Bali Tribune/ MEETING - WPO (World Packaging Organization) Board Meeting ke-2 Tahun 2019 di Hotel Innaya Putri Bali, Nusa Dua, 4-8 November 2019.
balitribune.co.id | Nusa Dua -  Dewan dan Anggota WPO bergabung di Bali menggelar WPO Board Meeting ke-2 Tahun 2019  di Hotel Innaya Putri Bali, Nusa Dua, Badung, 4-8 November 2019 untuk membahas isu-isu utama dan hangat bagi komunitas pengemasan global. Seperti menyangkut Program Pendidikan & Pelatihan Pengemasan, Pengemasan dalam Sirkular Ekonomi yang Ramah Lingkungan, Keamananan Pangan hingga Pengemasan & Branding di Industri 4.0.
 
Dalam kesempatan pertemuan tahunan ini Presiden WPO yakni Pierre Pienaar  menyampaikan tinjauan tentang berbagai proyek yang sedang dikerjakan WPO dan rencana masa depan ini.
 
Presiden WPO menjelaskan pengemasan bisa memberdayakan keberlanjutan dan keamanan pangan serta menjadi langkah positif bagi umat manusia di era sirkular ekonomi.
 
Sirkular ekonomi adalah sistem ekonomi yang ramah pada lingkungan. Tujuan dari sirkular ekonomi adalah mempertahankan nilai sebuah produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah melalui cara mendaur ulang (recycling), dan penggunaan kembali (reuse).
 
"Mendidik, dan memberdayakan generasi berikutnya harus ada dalam radar industri pengemasan dalam mendukung penguatan sirkular ekonomi," ungkap Pierre Pienaar ditemui di sela-sela konferensi WPO (World Packaging Organization) atau Organisasi Pengemasan Dunia, Rabu (6/11/2019). 
 
Sebagai organisasi nirlaba internasional, WPO fokus mempromosikan jaringan internasional para anggotanya dan memfasilitasi solusi untuk menghadapi tantangan global di semua bidang pengemasan.
 
WPO bertujuan untuk mendorong pengembangan teknologi pengemasan. Lalu berkontribusi pada pengembangan perdagangan internasional. Selanjutnya WPO juga berupaya merangsang pendidikan dan pelatihan dalam pengemasan, mendukung industri dan profesional lokal membuat organisasi pengemasan mereka sendiri hungga mempromosikan pertukaran teknologi.
 
“Sebagai Presiden WPO, tujuan saya adalah fokus dalam memimpin WPO dan memastikan bahwa kami terus mendukung beberapa proyek yang relevan seperti Save Food, inisiatif dari organisasi Makanan dan Pangan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," ujar Pierre Pienaar.
 
Dia juga percaya bahwa melalui anggota WPO, dimungkinkan untuk terus mendidik tenaga profesional di bidang pengemasan dan mengedukasi masyarakat tentang aspek pengemasan yang tak ternilai 
 
"Fakta menunjukkan bahwa kemasan yang baik dan hemat biaya berkontribusi untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan," terang Pierre Pienaar.
 
Aspek lain yang disebutkan oleh Pierre, adalah pengurangan limbah kemasan melalui pemahaman yang lebih baik dalam ilmu kemasan dan teknologi. 
 
“Dan bagaimana kita bisa mencapai ini? Memberitahu masyarakat tentang penggunaan dan pembuangan kemasan yang benar," katanya, seraya berujar penting juga untuk memahami relevansi pengemasan dalam mengurangi limbah makanan melalui penggunaan yang lebih baik dan kesadaran yang lebih baik tentang penyebabnya.
 
Selama empat tahun terakhir, program pendidikan WPO telah membantu membawa pendidikan teknologi kemasan bagi lebih dari 1.800 orang di 14 negara melalui 48 program pelatihan.
 
Pengurangan kemiskinan dengan menggunakan kemasan yang lebih baik dan lebih efektif, termasuk fokus pada penggunaan yang benar pengemasan, adalah tujuan penting lainnya bagi Pierre sebagai Presiden WPO. 
 
Namun ia menyadari kemasan sendiri tidak dapat memperbaiki masalah. Sebelum kita mempertimbangkan konsep-konsep seperti desain dan bahan kemasan, inovasi, kemajuan teknologi, tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan.
 
"Kita harus menghargai di mana industri pengemasan cocok dengan rantai nilai yang dapat mengirimkan makanan kepada orang-orang yang palimg membutuhkannya," ujar Pierre Pienaar.
 
Ia juga mengingatkan bahwa WPO telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan UNIDO atau Organisasi Pengembangan Industri PBB untuk kerjasama strategis di bidang pengembangan kapasitas pengemasan.
 
Tujuan MOU adalah untuk mencapai tujuan yang dinyatakan bersama terhadap operasi mandat UNIDO untuk pengembangan industri yang inklusif dan berkelanjutan. 
 
Dengan dukungan UNIDO, WPO telah berkembang dan melaksanakan pelatihan khusus dan program pengembangan kapasitas. WPO juga membantu membangun pusat pengemasan di negara berkembang untuk menyediakan layanan seperti desain dan pelatihan pengemasan khusus seperti di Yordania, Pakistan, Lebanon, Mongolia, Mesir, Maroko, Tunisia, dan Palestina.
 
Baginya, pengemasan adalah komponen penting dalam keseluruhan proses keamanan pangan. Sebab sebagai distribusi makanan jaringan global, pengemasan akan memainkan lebih banyak peran dalam memastikan produk akhir yang aman dan terjamin untuk dikonsumsi.
 
Sebagian besar produsen menyadari dampak kemasan yang salah dan artinya bagi bisnis. Mereka tahu bahwa pengemasan yang salah dan kesalahan dalam rantai pasokan mempengaruhi kualitas dan integritas produk 
 
"Karenanya mereka mengambil langkah pengemasan untuk menyediakan produk yang aman dan terjamin pengguna akhir," kata Pierre Pienaar.
 
Berdasarkan semua tuntutan dan masalah ini, Pierre percaya bahwa keputusan yang dibuat WPO akan mengubah arah dan memetakan jalur untuk generasi mendatang.
 
Keputusan-keputusan ini seperti pertama menyangkut jenis material yang digunakan akan mengubah lanskap bisnis pengemasan yang berdampak langsung keberlanjutan.
 
Kedua, teknologi yang dirancang dan diterapkan akan memetakan arah pengurangan energi selama 10 hingga 20 tahun ke depan. Ketiga, inovasi ide dalam kemasan akan membuat perbedaan dalam mewujudkan sirkular ekonomi berkelanjutan.
 
Terakhir, orang-orang yang menggunakan kemasan, permintaan yang ditempatkan pada industri, bersama dengan pengetahuan dan pendidikan yang diperlukan, akan membuat perbedaan untuk masa depan yang sukses. 
wartawan
Arief Wibisono
Category

Menyemai Asa Digital dari Ruang Kelas Selemadeg: Kisah Ni Wayan Sri Yasmini Menembus Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Suasana anggun menyelimuti Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat (14/8/2026) pagi. Di tengah deretan penerima penghargaan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berbusana adat teratur, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. melangkah mantap menuju panggung penghormatan.

Baca Selengkapnya icon click

Sentuhan Lokal Pemantik Asa, Inovasi ‘Abu Teko’ Selamatkan Seni Terracotta Pejaten

balitribune.co.id | Tabanan - Di tengah kepulan asap pembakaran genteng dan aroma tanah liat yang khas di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sebuah tantangan besar sempat membayangi para perajin lokal. Pejaten, yang sejak lama melegenda dengan produk genteng dan batu bata berkualitas bermerek "Pejaten", harus berhadapan dengan makin langkanya bahan baku tanah liat premium.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kopi Robusta Petik Merah Pupuan Antar I Nyoman Mika Raih Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id } Tabanan - Di tengah dinginnya udara pegunungan Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, aroma harum kopi yang sedang diproses membuai siapapun yang melintas. Dari hamparan kebun hijau di sudut Kabupaten Tabanan inilah lahir sebuah gagasan besar yang menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click

Cinta Indonesia, Ribuan Bikers Honda PCX Konvoi Simpatik Rayakan HUT RI ke-81

balitribune.co.id | Jakarta – Sebanyak 1.960 pecinta sepeda motor Honda PCX dari 28 Main Dealer sepeda motor Honda di Indonesia mengadakan konvoi simpatik sambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mereka mengekspresikan kecintaannya terhadap Tanah Air melalui rangkaian aktivitas yang memadukan pengalaman berkendara, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan kekompakan komunitas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra Gelar Aksi Donor Darah

balitribune.co.id | Semarapura - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra menggelar kegiatan sosial berupa Aksi Donor Darah yang dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026) bertempat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sedana Arta Pimpin Apel Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Alun-Alun Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Penurunan Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Bangli, Minggu (17/8/2026) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.