Zona Orange di Denpasar Menurun | Bali Tribune
Diposting : 30 November 2020 06:19
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kota Denpasar secara virtual.
Balitribune.co.id | Denpasar - Sebagai upaya mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19  melaksanakan sinkronisasi data persebaran kasus.
 
Hal ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemenuhan database yang sesuai alamat tinggal dan sesuai identitas kependudukan. Demikian terungkap saat pelaksanaan Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, pekan lalu.
 
Hingga saat ini, dalam peta sebaran zona risiko Covid-19 di Kota Denpasar per 25 November 2020, sebanyak 17 desa/kelurahan berstatus zona hijau, 24 desa/kelurahan berstatus zona kuning dan 2 desa/kelurahan berstatus zona orange. Dimana, Desa Peguyangan Kangin dan Kelurahan Padangsambian saat ini bertengger dengan status zona risiko berwarna orange.
 
Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Denpasar yang juga Kadiskominfo, I Dewa Made Agung mengatakan bahwa GTPP Covid-19 Kota Denpasar mengingatkan Satgas Desa dan Kelurahan yang wilayahnya masih berada pada zona orange untuk menggenjot penanganan Covid-19 sehingga kasusnya bisa diturunkan.
 
Dikatakan, jika merujuk pada data sebaran risiko, maka untuk jangka pendek agar dirancang langkah taktis. Dimana, desa/kelurahan yang mengalami stagnan atau tetap berada pada zona risiko orange cukup lama akan dilaksanakan pendampingan oleh GTPP Kota Denpasar.
 
“Jadi bagi desa/kelurahan yang masih bertengger di zona risiko orange akan kami laksanakan pendampingan, dimana para camat akan memimpin koordinasi untuk lebih memaksimalkan upaya pencegahan penularan dengan lebih disiplin dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan dengan harapan kasus dapat dikendalikan dan penurunan zona resiko dapat dimaksimalkan, bagi desa/kelurahan lainya kita harus terus semangat sehingga dapat menjadi zona hijau,” ujarnya.
 
Pun demikian, pihaknya turut memberikan apresiasi terhadap upaya Satgas desa/kelurahan yang dikomandani oleh perbekel/lurah yang telah memberikan upaya maksimal  dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 saat ini.
 
“Dengan adanya sinkronisasi data persebaran kasus diharapkan data dapat tersaji by name and by address, sehingga pengawasan isolasi dan penanganan dapat dioptimalkan serta mampu mencegah penyebaran lanjutan yang tidak terkendali, pada kesempatan ini kami atas nama GTPP turut mengapresiasi perbekel/lurah bersama Satgas desa/kelurahan serta satgas lingkungan yang tak kenal lelah dan terus berupaya maksimal dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.