balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kendati operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tetap berjalan dengan normal, baik untuk operasional penerbangan rute domestik dan internasional, sejumlah rute domestik dari Bali dibatalkan.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi menyampaikan, pada periode Minggu (06/9) pukul 07.00 WITA hingga Senin (07/9) pukul 11.00 WITA mencatat sebanyak 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan, khususnya untuk rute dari/ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Ia menyebutkan, hingga Senin (07/9/2026) pukul 11.00 WITA, penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan, yakni untuk kedatangan rute Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) sebanyak 43 penerbangan dibatalkan, rute Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) 5 penerbangan dibatalkan, rute Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) 3 penerbangan dibatalkan.
Sedangkan untuk keberangkatan rute Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) - Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) 51 penerbangan dibatalkan, rute Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) - Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) 3 penerbangan dibatalkan, rute Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) - Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) 3 penerbangan dibatalkan.
"Adapun jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," jelasnya dalam keterangan persnya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di bandara, serta dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut menyiapkan layanan service recovery berupa pemberian minuman dan makanan ringan yang diperuntukkan bagi para penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara.
"Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai penerbangan terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara," imbuh Gede Eka.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) sebagai pengelola bandara turut menyediakan layanan Contact Center InJourney Airports yang dapat diakses melalui nomor telepon 172 untuk informasi terkait kebandarudaraan.