Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pementasan Perdana Cipta Rwa Loka di Pulau Peninsula Pukau Wisatawan Asing

pementasan
Bali Tribune / Pementasan Cipta Rwa Loka mengimplementasikan tentang glow in the dark dalam sebuah komponen karya tradisional

balitribune.co.id | Mangupura - Pementasan perdana atraksi budaya Cipta Rwa Loka di Taksu Art Stage, Pulau Peninsula di kawasan pariwisata Nusa Dua Kabupaten Badung, Sabtu (1/7/2026) mendapat respon positif dari wisatawan asing. Tidak sedikit wisatawan yang hadir menonton pertunjukan budaya Bali ini turut menari bersama para penari dan berfoto. Kendati dikenakan harga tiket Rp250 ribu, tidak menyurutkan minat wisatawan untuk menyaksikan atraksi budaya Cipta Rwa Loka yang terinspirasi dari filosofi Rwa Bhineda. Pertunjukan ini mengangkat makna keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan.

Cipta Rwa Loka merupakan karya terbaru dari Naluri Manca, komunitas seni dan budaya Bali yang berdiri sejak tahun 2020 dengan komitmen melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Nusantara melalui pertunjukan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas. Cipta Rwa Loka ditarikan oleh penari lintas generasi dari usia anak-anak 9 tahun keatas. 

Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha yang akrab disapa Gus Eka mengatakan, Cipta Rwa Loka menggambarkan dua dimensi yakni alam bawah, alam atas, baik, buruk dan di Bali mengenal Rwa Bhineda. "Cipta Rwa Loka yang kami maksud di sini yang di mana kasat mata dan tidak kasat mata. Contohnya, bagaimana mengimplementasikan tentang glow in the dark dalam sebuah komponen karya tradisional. Nah ini yang disebut akselerasi transformasi budaya baik itu tradisi dan juga modern. Ini salah satu solusi yang menurut saya sebagai pencipta dari karya ini bagaimana kita bisa menggaet lagi, bagaimana kita bisa memberikan tuntunan lewat tontonan bukan hanya dari segi visual grafis saja tetapi ada pesan makna yang tersirat. Betapa pentingnya kita mengangkat atau menggali literasi-literasi yang ada melalui Cipta Rwa Loka ini," jelasnya. 

Atraksi budaya Cipta Rwa Loka diharapkan dapat memperkaya daya tarik kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Badung ini. Pertunjukan seni budaya tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan filosofi Bali dalam kemasan yang modern. Melalui perpaduan koreografi, musik, tata cahaya, kostum artistik, serta teknologi visual dengan efek glow in the dark, Cipta Rwa Loka menghadirkan pengalaman pertunjukan yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi kreatif.

Cipta Rwa Loka merepresentasikan tiga makna utama, yakni Cipta sebagai kesadaran dan daya kreativitas manusia, Rwa sebagai simbol dualitas, serta Loka sebagai ruang kehidupan tempat seluruh dinamika tersebut berlangsung. Filosofi tersebut diterjemahkan dalam sebuah pertunjukan yang mengajak penonton merasakan harmoni antara tradisi dan modernitas. Pertunjukan Cipta Rwa Loka digelar secara rutin setiap Sabtu, pukul 19.00–20.00 WITA, di Taksu Art Stage, Peninsula Island, Nusa Dua.

wartawan
YUE
Category

Catus Pata Jadi Panggung Utama Buleleng Festival

balitribune.co.id I Singaraja - Setelah Lovina Festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar perhelatan akbar berupa Buleleng Festival (Bulfest). Saat ini Panitia Bulfest masih  terus mematangkan persiapan menjelang acara yang akan dibuka dalam tujuh hari ke depan. Hingga saat ini, progres persiapan fisik maupun teknis dilaporkan telah mencapai angka 95 persen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran Lahan 3 Hektar Nyaris Hanguskan Pemukiman di Kubu

balitribune.co.id I Amlapura - Kebakaran lahan masih terus saja terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Kubu, Karangasem. Di Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana, Kubu, kebakaran lahan menghanguskan sekitar 3 hektar lahan perkebunan Mangga dan Jambu Mete milik warga setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, kejadian kebakaran tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) petang, sekitar pukul 18.00 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Dishub Badung Ubah Pola Arus Keluar Puspem, MRLL Diuji Saat Jam Pulang ASN

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menguji skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Rekayasa ini diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi saat jam pulang pegawai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.