Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Saya Minta Maaf

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | "Saya minta maaf". Itulah kata-kata yang keluar dari lisan Gubernur Bali Wayan Koster (Pak Koster) saat berdialog dengan para mahasiswa di wantilan kompleks rumah rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, pada tanggal 22 April 2026 yang lalu. Awalnya, para calon pemimpin bangsa itu menggelar aksi dan menuntut dialog terbuka tentang "Bali Darurat Sampah" di Kantor DPRD Provinsi Bali. Tuntutan dialog itu direspon secara positif oleh Pak Koster. Ia datang menemui mahasiswa bersama Ketua DPRD Bali Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali. Kepada Pak Koster, para mahasiswa itu menyampaikan kritik dan masukan, di antaranya tentang ketidaksiapan sistem di dalam menampung sampah yang telah dipilah oleh masyarakat, lemahnya penegakkan hukum, lemahnya komunikasi publik pemerintah, lemahnya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan desa adat, dan kerapnya perubahan kebijakan tanpa diikuti dengan komunikasi yang jelas. Seusai menerima kritik itulah, Pak Koster meminta maaf jika kebijakan-kebijakan yang ia ambil belumlah membawa dampak yang luas bagi publik. Pak Koster juga berjanji akan menyempurnakan dirinya untuk menjadi lebih baik di dalam memimpin Bali.

Hemat kita, permintaan maaf Pak Koster di hadapan para mahasiswa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa itu, bukanlah sebuah aib bagi seorang pemimpin. Justru memperlihatkan betapa mulianya hati seorang pemimpin yang bersedia meminta maaf di hadapan rakyatnya, apalagi hal itu dilontarkan di hadapan para calon pemimpin bangsa, yakni mahasiswa. Pak Koster menunjukkan betapa ia tak kedap kritik. Ia menerima kritik itu dengan hati yang lapang karena ia melihat kritik itu memiliki kebenaran faktual bahwa kebijakan-kebijakan yang ia ambil belum sepenuhnya efektif memberikan manfaat bagi masyarakat Bali. Kritik yang disampaikan mahasiswa menunjukkan betapa masih banyak hal yang perlu ia perbaiki. Pak Koster menyadari, sebagai manusia, ia memiliki keterbatasan di tengah luasnya tanggungjawab yang ia pikul, ia mempunyai kekurangan di tengah banyaknya tugas yang harus ia emban. Permintaan maaf yang ia sampaikan itu bukanlah tanda bahwa ia salah, tetapi ia menyadari bahwa sebagai pemimpin ia harus menjawabi semua ekspektasi publik dengan baik, namun oleh karena keterbatasan yang ia miliki itu, maka semua ekspektasi itu belum sepenuhnya ia dipenuhi. Demikianlah, Pak Koster telah meletakkan dirinya sebagai pemimpin yang manusiawi yang berani mengakui kekeliruannya dan tidak ragu meminta maaf. Pak Koster menunjukkan bahwa ia juga manusia biasa yang tentu punya keterbatasan.

Secara keseluruhan, efektivitas permintaan maaf dari seorang pemimpin sangat ditentukan oleh komitmennya yang nyata untuk memperbaiki kelemahan kebijakan melalui tindakan yang konkret, bukan sekadar retorika kata-kata. Kita yakin bahwa Pak Koster akan menindaklanjuti permintaan maafnya dengan langkah yang lebih konkret untuk menjawab semua kritik para mahasiswa. Bagaimanapun, permintaan maaf adalah instrumen strategis untuk meredakan krisis, memulihkan legitimasi, dan mempertahankan dukungan publik. Permintaan maaf sering kali tidak hanya bermakna penyesalan moral, tetapi juga merupakan langkah jitu untuk memitigasi krisis agar tidak berkembang menjadi anarki yang bisa meruntuhkan reputasi seorang pemimpin. Dalam perspektif ini, Pak Koster tahu betul betapa sulitnya melakukan restorasi kepercayaan publik yang hilang akibat lemahnya kebijakan, apalagi merestorasi situasi sosial dan suasana kebatinan publik akibat anarki yang terjadi. Pak Koster tak ingin anarki itu terjadi dan karena itu ia ingin meredakan situasi dengan mengakui kelemahan kebijakannya melalui permintaan maaf. Di sini, Pak Koster ingin menciptakan hubungan yang lebih kondusif dengan semua pihak agar ia bisa memperbaiki kebijakannya di masa depan.

Akhirnya, kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Koster di hadapan para mahasiswa. Ia bersedia dengan hati yang tulus meminta maaf kepada publik. Sungguh berat sebetulnya bagi seorang pemimpin untuk mengakui kekeliruan dan kekhilafannya, apalagi mau meminta maaf atas lemahnya kebijakan yang ia ambil. Tetapi Pak Koster berbeda, ia begitu ringan melontarkan kata maaf. Permintaan maaf bukanlah aib, apalagi tabu. Banyak pemimpin dunia telah melakukan hal serupa, meminta maaf atas kekeliruan yang mereka perbuat, misalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga puluhan sandera ketika pasukan khusus Rusia menggunakan gas air mata di gedung teater tempat sandera itu ditahan oleh pemberontak Chechnya. Kita yakin, Pak Koster meminta maaf dengan tulus sembari terus mencari cara agar kebijakannya dapat dirasakan secara konkret oleh masyarakat, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 30 April 2026.

wartawan
RED
Category

Wawali Arya Wibawa Minta PD Pasar Berbenah 

balitribune.co.id I Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar, Jumat (21/8/2026) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi organisasi sekaligus memberikan arahan strategis guna meningkatkan kinerja, tata kelola, dan pengembangan usaha perusahaan.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Badung Bakal Tambah Utang Rp2,6 Triliun untuk Atasi Macet Canggu

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung kembali menyiapkan pinjaman daerah sebesar Rp2,6 triliun. Pinjaman tahap II tersebut direncanakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk proyek jalan yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan Canggu dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascagempa NTT, Wisman Alihkan Liburan ke Bali

balitribune.co.id I Denpasar - Pengelola hotel di Nusa Tenggara Timur (NTT) akui adanya pembatalan wisatawan asing yang berlibur ke destinasi wisata di NTT pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. 

Pihak hotel pun menyarankan calon wisatawan mancanegara (wisman) tersebut untuk mengalihkan destinasi liburan dari yang awalnya akan ke NTT dialihkan ke Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

Aktivitas Ekonomi Meningkat, Konsumsi Listrik Bali Tumbuh 8,02 Persen

balitribune.co.id I Denpasar - Aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali yang terus bergerak ikut mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat konsumsi listrik di Pulau Dewata tumbuh 8,02 persen pada Semester I 2026, menjadikannya salah satu pertumbuhan konsumsi listrik tertinggi di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

31 Persen Aset LPD Berada di Badung, Digitalisasi Jadi Strategi Hadapi Persaingan

balitribune.co.id I Badung - Memasuki usia 26 tahun, Badan Kerja Sama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Kabupaten Badung terus memperkuat kebersamaan dan peran LPD sebagai salah satu penopang ekonomi desa adat. Momentum tersebut ditandai dengan puncak perayaan HUT ke-26 BKS LPD Badung yang dipusatkan di Wantilan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (22/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pascamusibah Kebakaran KMP Putri Yasmin, Komisi VII DPR-RI Usulkan One Man One Ticket

balitribune.co.id I Amlapura - Pascamusibah kebakaran yang terjadi pada kapal KMP Putri Yasmin di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 lalu, Anggota Komisi VII DPR-RI, Bambang Haryo Sukartono, Sabtu (22/8/2026) melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) dalam rangka pengawasan ke Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo Sukartono sempat menggelar rapat dengan sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat Kantor PT.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.