Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Balinomics, Kosterenomics, dan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Balinomics adalah sebuah forum diskusi ekonomi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali bersama pemerintah daerah dan para pakar ekonomi Bali. Kendati sebagai sebuah forum, Balinomics mengusung konsep inti, yakni mengupayakan diversifikasi ekonomi Bali agar tumbuh inklusif dan tahan guncangan. Konsepsi Balinomics dengan demikian berfokus pada upaya mengaktivasi sektor ekonomi non-pariwisata seperti pertanian, perikanan, dan industri, sekaligus menyiapkan strategi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan. Mantan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, yang ikut menggagas Balinomics, menyampaikan bahwa terdapat beberapa strategi ekonomi yang perlu dilakukan demi memastikan perekonomian Bali tetap berjalan dengan baik, antara lain menjaga kinerja sektor utama (backbone) ekonomi Bali, yaitu pariwisata; mendorong pengembangan sektor unggulan baru (new economic heroes) untuk menciptakan efek pengganda; memperkuat sektor pertanian sebagai upaya diversifikasi sumber pertumbuhan; serta memperkuat UMKM dan digitalisasi sebagai penyangga dan katalisator ekonomi.

Secara umum, Balinomics memiliki empat pilar utama, yakni, pertama, transformasi kualitas pariwisata agar tetap menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Pariwisata Bali dibenahi dan diarahkan menuju pariwisata yang berkualitas (quality tourism). Kedua, akselerasi investasi dengan mendorong masuknya investasi dan proyek strategis sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Ketiga, revitalisasi pertanian agar menjadi fondasi ketahanan pangan sekaligus menjadikan pertanian sebagai penghasil multiplier effect dalam perekonomian Bali. Dan keempat, pemberdayaan UMKM dan digitalisasi dengan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, produk lokal, dan digitalisasi sebagai katalisator pertumbuhan. Intinya, Balinomics mendorong agar ekonomi Bali lebih beragam, berkelanjutan, dan tahan banting.

Sementara Kosterenomics merujuk pada kerangka kerja, visi, dan kebijakan ekonomi yang dikerjakan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster). Kosterenomics bertujuan melakukan transformasi perekonomian Bali agar lebih tangguh, berimbang, dan berakar pada kearifan lokal. Gagasan utama Kosterenomics adalah bahwa perekonomian Bali tak perlu lagi menggantungkan diri hanya pada sektor pariwisata semata karena sektor pariwisata dianggap sangat rentan terhadap situasi eksternal dan internal yang sedang bergejolak. Inti gagasan Kosterenomics adalah bahwa perekonomian Bali, kendati mengalami transformasi, harus didasarkan pada kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Bali. Artinya, Kosterenomics ingin membungkus gagasan transformasi ekonomi itu dengan kerangka yang lebih kuat dan tahan lama, yakni nilai-nilai tradisional yang hidup dalam masyarakat Bali. Tradisionalisme dalam pandangan Kosterenomics adalah keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal. Di sinilah letak kekuatan Kosterenomics karena mencoba menciptakan ekonomi Bali yang berdaya tahan kuat dengan pendekatan yang lebih komprehensif yakni transformasi ekonomi yang berbasis keunggulan lokal.

Hemat kita, baik Balinomics maupun Kosterenomics memiliki gagasan yang sama dari sisi penemuan sektor ekonomi baru untuk menopang perekonomian Bali selain pariwisata. Hanya saja, Kosterenomics memperkuat gagasan itu dengan memanfaatkan kekayaan, keunikan dan sumber saya lokal yang unggul. Namun demikian, kedua pandangan ekonomi itu menemukan titik temunya dalam peta jalan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, sebuah arah ekonomi yang dirancang untuk menyeimbangkan struktur fundamental perekonomian Bali agar tidak bergantung sepenuhnya pada sektor pariwisata. Konsep ini berfokus pada enam sektor unggulan, yakni pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur, IKM dan UMKM, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata berkualitas. Konsep terakhir ini bertujuan untuk mewujudkan Bali yang berdikari secara ekonomi, mandiri pangan, serta menjunjung tinggi kearifan lokal. Tentu saja, Balinomics, Kosterenomics, dan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali memiliki semangat yang sama, yakni membawa Bali lebih kuat fundamental ekonominya dengan jalan mengaktivasi sumber-sumber ekonomi baru sembari tetap mengandalkan kekuatan lokalnya.

Akhirnya, perekonomian Bali harus ditopang tidak hanya oleh sektor pariwisata karena telah terbukti rentan saat menghadapi situasi sulit, misalnya wabah covid 19 yang lalu. Sumber-sumber lain seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan kekayaan lokal yang kreatif harus dikembangkan secara massif demi menjaga kestabilan Bali di masa depan sehingga target pertumbuhan sebesar 7,7 persen sesuai yang tertera dalam peta jalan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali pada tahun 2045 bisa tercapai. Kita yakin bahwa baik Balinomics maupun Kosterenomics memiliki ikhtiar yang sama, yakni mendorong munculnya sektor perekonomian baru agar bisa menghilangkan ketergantungan ekstrem kepada pariwisata dengan membangun sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan ekonomi kreatif digital. Dan ikhtiar itu telah tercermin dalam peta Jalan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 19 Juli 2026.

wartawan
RED
Category

Seluruh Fraksi Setujui KUA-PPAS 2026, Wawali Arya Wibawa: Wujud Sinergitas Pembangunan

balitribune.co.id | Denpasar - Seluruh Fraksi DPRD Kota Denpasar menyetujui penetapan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Denpasar Soroti Kemacetan Akibat Mal Baru di Serangan

balitribune.co.id I Denpasar - Keberadaan pusat perbelanjaan baru di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan, mendapat sorotan DPRD Kota Denpasar. Meningkatnya volume kendaraan sejak dibukanya pusat perbelanjaan tersebut dinilai turut memperparah kepadatan lalu lintas di kawasan Serangan dan sepanjang Bypass Ngurah Rai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gegara Puntung Rokok, Dua Hektare Kawasan Hutan Gunung Batur Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Kebakaran melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Blok Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Selasa (11/8/2026) sore. Setidaknya  dua hektare kawasan hutan hangus terbakar. Kuat dugaan kebakaran dipicu puntung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan. 

Baca Selengkapnya icon click

87 Warga Binaan Rutan Bangli Terima Remisi, Warga Uzbekistan Langsung Bebas

balitribune.co.id I Bangli - Sebanyak 87 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bangli menerima remisi umum 17 Agustus bertepatan dengan HUT RI ke-81. 

Dari total jumlah WBP yang menerima remisi, sebanyak 4 WBP langsung bebas termasuk diantaranya 1 WBP warga negara Uzbekistan yang tersandung kasus pencurian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pengacara Yuli Utomo Kembali Raih Penghargaan Internasional "The Best Presentation" di Konferensi Disabilitas dan Rehabilitasi Dunia

balitribune.co.id | Denpasar - Pengacara sekaligus mahasiswa doktor hukum Yuli Utomo, S.H., M.H., C.Med kembali meraih penghargaan internasional. Ia dinobatkan sebagai Best Presentation pada World Disability and Rehabilitation Conference (WDRC 2026) ke - 11 yang diselenggarakan di Bali, 10–11 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Kosan di Denpasar Isi 10 Kamar ke Atas Akan Dikenakan Pajak

balitribune.co.id I Denpasar - Wacana pemerintah memperluas penerimaan pajak terhadap sektor persewaan properti, termasuk rumah, kontrakan, dan kos-kosan pada 2027 mendatang, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar. Pemkot Denpasar menegaskan, pengenaan pajak terhadap usaha kos-kosan telah diatur dalam regulasi daerah, khususnya bagi usaha yang memiliki 10 kamar atau lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.