Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PAD Tak Baik-Baik Saja, Pencairan Dana Hibah di Bangli Tersendat

DPRD
Bali Tribune / Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika

balitribune.co.id | Bangli - Rapat gabungan antara DPRD Bangli dan jajaran eksekutif yang digelar secara tertutup pada Jumat (7/8/2026) berjalan memanas. Pasalnya, sebagian besar dana hibah yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokok-pokok pikiran/pokir) dewan hasil penjaringan aspirasi masyarakat saat reses tak kunjung cair.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ditemui usai rapat, I Ketut Suastika membenarkan bahwa jajaran dewan banyak mempertanyakan lambatnya proses pencairan dana hibah ini. Menurutnya, dari total alokasi dana hibah yang disiapkan, hampir 90 persen di antaranya belum terealisasikan.

Kondisi ini, kata Suastika, membuat para anggota dewan kerap menjadi sasaran protes dan pertanyaan dari masyarakat yang resah menunggu kepastian bantuan tersebut.

"Banyak warga meminta kepastian kapan bantuan itu akan dicairkan," ujar Suastika.

Berdasarkan hasil koordinasi dalam rapat, politisi asal PDI Perjuangan ini mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana hibah disebabkan oleh kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum stabil. Hal tersebut memaksa pihak pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran yang ada.

"Persoalan belum cairnya hibah ini karena ketersediaan anggaran yang belum mencukupi," tegasnya.

Menyikapi situasi tersebut, DPRD Bangli mendorong pemerintah daerah agar bekerja lebih keras menggenjot sektor PAD. Langkah ini dinilai krusial agar seluruh program yang telah tertuang dalam APBD dapat berjalan konsisten dan terealisasikan sesuai perencanaan, termasuk dalam hal penyaluran hibah kepada masyarakat.

"Eksekutif sebagai pelaksana harus menggenjot PAD dan bekerja keras sehingga pelaksanaan APBD bisa berjalan secara konsisten," sebut Suastika. Ia menambahkan, DPRD dalam waktu dekat akan kembali menggelar rapat lanjutan bersama eksekutif guna mengevaluasi upaya peningkatan PAD demi mempercepat pencairan hibah.

Sementara itu, Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra tidak menampik bahwa pencairan dana hibah menjadi salah satu topik pembahasan yang paling disoroti. Namun, ia enggan merinci besaran dana hibah yang sudah maupun yang belum disalurkan tahun ini.

Terkait jalannya rapat yang sempat tegang, Riana Putra menilai dinamika dan perbedaan pendapat sebagai hal yang wajar dalam menjalankan fungsi pengawasan pemerintahan. Ia meminta agar ketegasan dalam rapat tidak diartikan secara berlebihan.

"Semua punya karakter masing-masing. Ada yang keras, tapi keras jangan diartikan memanas. Masukan dari anggota dewan adalah bagian dari fungsi pengawasan," pungkasnya. 

wartawan
SAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

ASDP Urai Kepadatan Lintasan Ketapang–Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga mengakibatkan kepadatan antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Kondisi tersebut pun akhir-akhir ini menjadi sorotan. Untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan, operasional kapal berkapasitas besar pada lintasan Ketapang–Gilimanuk kini dimaksimalkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pendataan Perlinsos Tabanan Tembus 60 Ribu KK

balitribune.co.id I Tabanan – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tabanan terus memperbarui data jaminan Perlindungan Sosial atau Perlinsos.

Prosesnya pemutakhiran data ini bahkan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga saat ini, pengkinian data Perlinsos di Tabanan dilaporkan telah berhasil menembus angka 60.000 kepala keluarga (KK).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.