Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bea Cukai Ngurah Rai Minta Warga Waspada Terhadap Penipuan Modus Tebus Barang

Plh Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Iwan Kurniawan
Bali Tribune / Plh Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Iwan Kurniawan.

balitribune.co.id I Badung - Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan otoritas kepabeanan. Modus yang marak terjadi adalah permintaan sejumlah uang dengan dalih barang kiriman tertahan di bea cukai. 

Plh Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Iwan Kurniawan mengatakan, akhir-akhir ini masih marak yang memanfaatkan nama bea cukai untuk penipuan. Si penipu kerap mengaku petugas bea cukai yang menghubungi calon korbannya dengan menyatakan bahwa bea cukai menahan barang milik calon korbannya di bandara. Kemudian meminta untuk melakukan transfer pembayaran kepabean melalui rekening si penipu. "Jadi yang ditipu ini korbannya, diminta uang untuk menebus," katanya di Badung, Rabu (2/9/2026). 

Ia mengimbau masyarakat yang menerima pemberitahuan seperti itu untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke layanan informasi bea cukai. "Mohon masyarakat yang menerima pemberitahuan seperti itu konfirmasi dulu. Kita ada juga pelayanan informasinya menyampaikan informasi," ujarnya.

Iwan menegaskan, pembayaran resmi hanya dilakukan melalui sistem dan kanal yang sah bukan melalui rekening pribadi. "Kami pembayaran sudah tidak menerima cash, transfer tidak ada itu. Jadi kita langsung ada kode billing, ada tagihan misalnya nih, ia yang bersangkutan bayar sendiri ke kas negara ke bank-bank itu. Bukan ke bea cukai atau rekening pribadi tidak ada itu, hati-hati," tegas Iwan. 

Penipuan mengatasnamakan bea cukai ini kerap menyasar masyarakat saat akhir pekan dan hari libur, ketika aktivitas pengiriman barang meningkat. Beragam modus penipuan antara lain modus belanja online yang menawarkan barang dengan harga murah di situs e-commerce bodong, dan pada praktiknya, pelaku akan meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan alasan barangnya tertahan di bea cukai.

Selain itu, ada juga modus asmara dilakukan dengan pelaku berpura-pura menjadi teman kencan dari luar negeri dan berniat mengirim hadiah, namun akhirnya pelaku pun meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan alasan barangnya ditahan petugas bea cukai. Sementara, modus barang lelang seringkali ditawarkan melalui pesan berantai di media sosial atau pesan pendek, dimana pelaku akan mengklaim barangnya hasil sitaan bea cukai yang dilelang dengan harga murah.

Dengan meningkatnya kasus penipuan saat ini, Bea Cukai Ngurah Rai Bali mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi. Masyarakat diimbau harus lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menerima permintaan mencurigakan. 

wartawan
YUE
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

ASDP Urai Kepadatan Lintasan Ketapang–Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga mengakibatkan kepadatan antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Kondisi tersebut pun akhir-akhir ini menjadi sorotan. Untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan, operasional kapal berkapasitas besar pada lintasan Ketapang–Gilimanuk kini dimaksimalkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pendataan Perlinsos Tabanan Tembus 60 Ribu KK

balitribune.co.id I Tabanan – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tabanan terus memperbarui data jaminan Perlindungan Sosial atau Perlinsos.

Prosesnya pemutakhiran data ini bahkan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga saat ini, pengkinian data Perlinsos di Tabanan dilaporkan telah berhasil menembus angka 60.000 kepala keluarga (KK).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.