Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kunjungan Wisatawan ke Desa Wisata di Badung Belum Merata, Empat Desa Masih di Bawah 1.000 Kunjungan

Patung Mekotek
Bali Tribune / MEKOTEK - Patung Mekotek yang menjadi ikon Desa Wisata Munggu, Badung.

balitribune.co.id | Mangupura - Pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung masih menghadapi persoalan pemerataan kunjungan. Dari 568.582 kunjungan yang tercatat sepanjang Januari hingga Juli 2026, lebih dari 92 persen terkonsentrasi di enam desa wisata.

Enam desa yang menjadi magnet utama wisatawan tersebut yakni Desa Wisata Munggu, Sangeh, Mengwi, Bongkasa, Carangsari, dan Bongkasa Pertiwi. Kondisi ini menunjukkan sejumlah desa telah memiliki daya tarik kuat, namun di sisi lain masih terdapat desa wisata yang belum mampu menarik kunjungan secara optimal.

Desa Wisata Munggu menjadi penyumbang kunjungan terbanyak dengan 145.526 wisatawan atau 25,6 persen. Tidak jauh berbeda, Desa Wisata Sangeh mencatat 144.665 kunjungan atau 25,4 persen. Jika digabungkan, kedua desa tersebut menyumbang 290.191 kunjungan atau sekitar 51 persen dari total kunjungan desa wisata Badung.

Sementara itu, Desa Wisata Mengwi mencatat 87.303 kunjungan atau 15,4 persen, disusul Bongkasa 65.315 kunjungan atau 11,5 persen, Carangsari 50.244 kunjungan atau 8,8 persen, dan Bongkasa Pertiwi 30.500 kunjungan atau 5,4 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, mengatakan data tersebut menjadi gambaran bahwa potensi desa wisata di Badung cukup besar, tetapi belum seluruhnya mampu menjadi tujuan wisatawan. Dari 18 desa wisata yang melaporkan kunjungan, terdapat empat desa yang selama tujuh bulan hanya menerima kurang dari 1.000 kunjungan.

“Data ini menunjukkan potensi desa wisata cukup besar, tetapi kunjungannya masih terkonsentrasi di desa-desa tertentu,” ujar AA Putri Mas Agung, Rabu (9/9/2026).

Dari karakteristik wisatawan, kunjungan wisatawan mancanegara masih mendominasi dengan 310.636 kunjungan atau 54,6 persen. Sedangkan wisatawan nusantara menyumbang 257.946 kunjungan atau 45,4 persen. “Wisatawan mancanegara tetap mendominasi. Tapi, tetap ada juga dari wisdom,” imbuhnya.

Secara tahunan, kunjungan desa wisata Badung tercatat 374.240 orang pada 2022, kemudian melonjak menjadi 1.739.372 orang pada 2023. Angka tersebut turun menjadi 891.760 orang pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 959.772 orang pada 2025. Namun, capaian 2026 belum bisa dibandingkan langsung karena data yang tersedia baru periode Januari-Juli. Selain itu, jumlah desa wisata yang melaporkan kunjungan bertambah dari 17 desa pada 2022-2024 menjadi 18 desa sejak 2025.

wartawan
ANA
Category

Cara Perempuan Astra Bali Maknai Hari Bumi, Pilah Sampah dari Sumbernya

balitribune.co.id | Denpasar - Perempuan Astra bersama Grup Astra Bali menggelar kegiatan workshop bertajuk ‘Peran Perempuan Astra Penjaga Harmoni Bumi’. melalui workshop dan diskusi bertema “ Pilah & Olah Sampah”,  Sabtu (25/4/2026) di Astra Motor Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terlacak Autogate, DPO Pembunuhan AS Ditangkap di Bali

balitribune.co.id I Mangupura - Teknologi autogate milik Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunjukkan efektivitasnya dalam menjaga pintu masuk Indonesia. Seorang warga negara Amerika Serikat berinisial AJP, yang masuk dalam daftar buronan aparat penegak hukum Amerika Serikat atas kasus pembunuhan, berhasil diamankan saat hendak memasuki Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Serius Pilah Sampah, Hotel Perbanyak Fasilitas Tempat Sampah Terpilah

balitribune.co.id I Denpasar - Sejak Pemerintah Provinsi Bali serius menangani persoalan sampah dari sumbernya yang mewajibkan warga Bali untuk mengelola sampah organik di kalangan rumahtangga, kebijakan ini juga disambut positif pihak pelaku usaha. Seperti yang dilakukan pengelola hotel di Bali serius untuk menangani sampah di tempat usahanya dengan cara memilah antara sampah organik dan anorganik. 

Baca Selengkapnya icon click

OJK Beri Kelonggaran Laporan Tahunan Audited

balitribune.co.id I Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran waktu bagi perusahaan asuransi, reasuransi, dan penjaminan dalam memenuhi kewajiban pelaporan keuangan serta pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Kebijakan tersebut diumumkan OJK melalui siaran pers pada Sabtu (25/4/2026) sebagai langkah menjaga kualitas pelaporan sekaligus memastikan kesiapan industri dalam memenuhi aturan yang berlaku.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.