Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penerima Bantuan Pangan di Tabanan Meningkat Jadi 38 Ribu KPM

KEPALA BIDANG
Bali Tribune / KEPALA BIDANG - Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan serta Gizi di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan, I Gusti Agung Khrisna Kepakisan

balitribune.co.id I Tabanan - Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Tabanan di 2026 ini mengalami peningkatan dari 20.000 menjadi 38.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kenaikan jumlah penerima ini juga diikuti dengan penyaluran bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan serta Gizi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan, I Gusti Agung Khrisna Kepakisan, menjelaskan bahwa penambahan ini sepenuhnya merujuk pada data pemerintah pusat.

Seluruh bantuan tersebut merupakan program Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang disalurkan melalui Perum Bulog. “Penambahan jumlah penerima sepenuhnya berasal dari data pusat. Daerah hanya menerima dan menyalurkan sesuai data yang sudah ditetapkan,” ujar Krisna Kepakisan pada Senin (30/3/2026).

Bantuan yang akan dibagikan ini merupakan alokasi untuk Februari dan Maret yang dijadwalkan cair pada pertengahan April 2026. Hingga saat ini, pihak dinas terkait belum bisa memastikan apakah akan ada bantuan serupa untuk periode bulan-bulan berikutnya. "Untuk tahun ini baru sekali ada bantuan dari Bapenas untul keluarga kurang mampu. Apa ada nanti bantuan berikutnya belum kita tahu," sebutnya.

Dalam proses distribusinya, pemerintah daerah kini melibatkan peran aktif perangkat desa untuk memastikan logistik sampai ke tangan yang tepat. Hal ini berbeda dengan pola sebelumnya yang sepenuhnya diserahkan kepada pihak ketiga untuk pengangkutan dari gudang ke titik pembagian. “Jika sebelumnya sepenuhnya ditangani pihak ketiga, sekarang desa ikut membantu, terutama perangkat desa seperti kepala urusan (kaur) untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Krisna menegaskan, seluruh data penerima sudah berbasis pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran lebih akurat dan transparan. Meski bantuan ini dirancang rutin setiap bulan, realisasinya tetap sangat bergantung pada kebijakan dan ketersediaan anggaran di tingkat pusat. “Kami masih menunggu keputusan dari pusat karena semua bergantung pada kebijakan dan ketersediaan anggaran,” pungkas Krisna. 

wartawan
JIN
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.