Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sumber Daya Alam Topang Fundamental Ekonomi Indonesia

HM Eko Budi Cahyono

BALI TRIBUNE - Meski sempat terjadi penguatan dollar terhadap rupiah namun diakui fundamental perekonomian Indonesia masih cukup kuat. Hal ini ditandai dengan adanya penopang dasar ekonomi seperti sumber daya alam sebagai sumber pendapatan memungkinkan Indonesia bertahan. Stimulus yang mesti dilakukan pemerintah dalam untuk jangka pendek dalam penguatan fundamental ekonomi Indonesia melalui intervensi Bank Indonesia, ini hukumnya wajib. Pasalnya dinegara manapun namanya stabilitas moneter itu menjadi yang utama, terutama dalam menjaga stabilitas nilai rupiah terhadap dollar. "Seperti diketahui, Amerika saat ini ingin menguatkan infrastruktur di dalam negerinya, bantuan sosial luar negeri dihentikan, apalagi diperparah dengan adanya perang dagang antara Amerika dengan China. Ini yang menyebabkan nilai dollar melesat," sebut pengamat dan praktisi ekonomi, HM. Eko Budi Cahyono di Denpasar, Senin (24/9). Eko  mengemukakan salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk meredakan depresiasi rupiah adalah mendorong eksportir untuk sementara menaruh Devisa Hasil Ekspor (DHE) di Indonesia. Setelah itu, barulah langkah untuk menggenjot ekspor bisa ditempuh karena dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk meningkatkan volume ekspor. Berdasarkan data BI, sepanjang kuartal II- 2018, eksportir menghasilkan DHE 34,7 miliar dollar AS. Sebanyak 32,1 miliar dollar AS di antaranya, atau setara 92,4 persen dari total DHE masuk ke perbankan di Indonesia. Namun, dari DHE yang disimpan di perbankan domestik, hanya 4,4 miliar dollar AS yang dikonversi menjadi rupiah.   Ia juga berharap pemerintah lebih transparan dalam membeberkan kondisi fundamental atau fondasi ekonomi Indonesia. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya untuk menepis anggapan beberapa kalangan yang menyebutkan, selama ini pemerintah selalu mengklaim fundamental ekonomi kuat dan kerap menuding faktor eksternal sebagai penyebab pelemahan rupiah. Bahkan menilai bahwa fundamental ekonomi nasional sebenarnya belum cukup kuat, sehingga rawan terhadap guncangan eksternal. Penyebab utama kerawanan itu adalah defisit neraca transaksi berjalan yang telah berlangsung sejak 2012. Pelemahan rupiah sangat dipengaruhi oleh faktor fundamental ekonomi Indonesia yang kurang bagus. Hal itu terlihat dari defisit transaksi berjalan Indonesia yang dianggap sudah patut diwaspadai karena mencapai tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Itu artinya, pendapatan dari ekspor barang dan jasa tidak mampu mengompensasi kenaikan impor. Negara dengan defisit transaksi berjalan yang lebar rentan terpapar krisis. Eko mengingatkan para pengambil kebijakan mewaspadai laporan bank investasi internasional, Morgan Stanley, beberapa waktu lalu yang memasukkan Indonesia ke dalam kelompok The Fragile Five bersama Turki, Afrika Selatan, India, dan Brasil. "Kelima negara yang dikategorikan rentan terdampak kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) karena memiliki defisit transaksi berjalan cukup tinggi. Bahkan, Bloomberg menempatkan Indonesia pada posisi keenam sebagai negara dalam daftar vulnerability index (indeks kerawanan). Artinya, tinggal mengurutkan saja, setelah Turki, Argentina, dan Afrika Selatan sudah terjadi krisis,” jelas dia. Oleh karena itu, ia menegaskan agar pemerintah jangan gampang menuding faktor eksternal sebagai penyebab pelemahan rupiah. Sebaliknya, pemerintah semestinya sudah mempunyai sejumlah skenario menghadapi gejolak nilai tukar. “Sebab, Indonesia kalau tidak hati-hati bisa segera menyusul. Makanya, kita jangan overconfident,” tukas dia.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Semester I 2026 Kunjungan Wisatawan di Kawasan Pariwisata Meningkat

balitribune.co.id | Mangupura - Pengelola kawasan pariwisata mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan 2.497.458 kunjungan wisatawan di tiga kawasan yang dikelolanya, yaitu Nusa Dua (Bali), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Golo Mori (Nusa Tenggara Timur). Jumlah ini meningkat 10,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.259.269 kunjungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.