Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jual Premium Bersubsidi Pakai Jrigen, Pengelola SPBU Ngaku “Sukeh-Sukeh Ben”

Bali Tribune/Warga mengantre membeli BBM bersubsidi jenis premium menggunakan jrigen disalah satu SPBU.

Bali Tribune, Negara - Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terbatas hanya untuk warga miskin. Bahkan pembeliannya oleh SPBU dilarang menggunakan jerigen. Namun sampai saat ini masih ada SPBU yang memperbolehkan masyarakat membeli BBM bersubsidi dalam jumlah banyak dengan menggunakan jerigen. Bahkan pembeli BBM jenis premium ini didominasi merupakan pemilik kios. Premium bersubsidi ini akan dijual secara eceran oleh pemilik kios dengan harga yang melebihi aturan pemerintah. Seperti yang ditemui disalah satu SPBU di Kabupaten Jembrana Rabu (20/2). Sejumlah warga tampak membeli premium dengan menggunakan jrigen. Bahkan para pemilik kios ini ikut antre ditengah antrean pengemudi sepeda motor lainnya yang membeli premium. Mereka bahkan membeli premium dengan beberapa jrigen berukuran besar dan diangkut menggunakan angkringan maupun mobil. Bahkan tampak antrean jrigen milik pembeli premium ini yang menunggu pengisian. Petugas operator dispenser SPBU pun terlihat tetap melayani antrean pembeli premium menggunakan jrigen ini. Salah seorang pengelola SPBU di Jembrana, Pak Dewa saat dikonfirmasi mengaku saat ini pihaknya hanya menjual BBM bersubisidi jenis Premium saja, "yang ada hanya premium saja, solar kami sudah tidak jual karena sepi" ujarnya. Pasokannya pun menurutnya memang terbatas termasuk peruntukannya. Terkait penjualan BBM bersubsidi menggunakan jrigen tersebut diakuinya memang tidak diperbolehkan namun pihak terbentur dengan masyarakat, “keweh-keweh ben (sulit) sama masyarkat. Kalau tidak dikasi kami akan dikomplain dan ribut dengan masyarakat. Pernah kami larang tapi masyarakat marah. Ya terpaksa kami tetap layani” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya Rabu kemarin. Ia pun mengaku akan melakukan pembatasan penjualan BBM bersubisidi ini dengan melihat kondisi pasokan dan pembeli dilapangan, “kalau pasokannya sedang terbatas seperti kelangkaan ya kami tidak layani pembeli yang pakai jrigen itu” tandasnya. Sementara itu Kepala Dinas  Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Perindagkop) Kabupaten Jembrana, Komang Agus Adinata dikonfirmasi melui ponselnya mengatakan penjualan BBM bersubsidi tidak diperbolehkan menggunakan jrigen serta dalam jumlah banyak, "jelas aturannya dilarang karena membahayakan dan rentan disalahgunakan seperti dijula kembali, tapi persoalannya masyarakat justru banyak buka usaha jadi pengecer" tandasnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Presiden Prabowo Pilih Sapi Bali Asal Baturiti untuk Hewan Kurban Idul Adha 2026

balitribune.co.id I Tabanan -  I Wayan Doni Ardita (36), peternak asal Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, tengah diliputi rasa bangga. Sapi Bali hasil peliharaannya kembali terpilih dan dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Fenomena Satwa Laut Terdampar di Jembrana, Setelah Paus Kini Lumba-Lumba

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini satwa laut yang terdampar mati semakin banyak ditemukan di pesisir Bali barat. Teranyar seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di Pantai Yehsumbul, Mendoyo pada Minggu (17/5/2026). Bangkai satwa laut yang mati akhirnya dikuburkan di pantai di sekitar lokasi penemuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dilaporkan Hilang Usai Pergi ke Ladang, Kakek Yuda Ditemukan di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar - Sempat menghilang semalaman, I Made Yuda (73) alias Kakek Yuda akhirnya  ditemukan selamat. Lansia asal Banjar Tangkas, Desa Kenderan, Tegallalang, ini ditemukan terperosok di dasar jurang di aliran Sungai Tukad Petanu,  dan langsung dievakuasi, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Beresiko Tinggi, 50 Pemandu Arung Jeram Bali Ikuti Sertifikasi Kompetensi

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 50 pemandu arung jeram (rafting guide) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan  2026 Sabtu-Minggu (16-17/5/2026) di Jalur Sungai Ayung, Ubud. Kualitas pemandu wisata berisiko tinggi  ini diharapkan memiliki ketrampilan dengan standar keselamatan yang ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.