Woodball Bali Fokus Lawan Banten di Pra-PON | Bali Tribune
Diposting : 5 May 2019 22:29
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Kadek Agus Suardana dan Siti Masitah
balitribune.co.id | Denpasar - Tim woodball putra dan putri Bali bakal lebih fokus untuk mewaspadai tim tuan rumah Pra-PON yakni Banten, saat digelarnya event itu sekitar Juli mendatang. Pasalnya, Banten juga memiliki pemain berkualitas.
 
“Kalau berdasarkan kejuaraan nasional (kejurnas) di Kalimantan Timur (Kaltim) Januari lalu, memang kekuatan merata setiap daerah, dan pemain yang turun di Pra-PON juga bakal itu-itu saja,” kata atlet woodball putra I Kadek Agus Suardana, kemarin.
 
Didampingi pewoodball putri Bali Siti Masitah, Kadek Agus mengatakan, karena Banten nanti menjadi tuan rumah Pra-PON pastinya daerah tersebut akan lebih menguasai tempat pertandingan.
 
Di Banten versi Agus Suardana, juga memiliki satu atlet woodball putra yakni Aris Marianto yang merupakan atlet juara dunia. Namun hal itu bukan berarti dirinya menyerah begitu saja. “Malah saya tertantang untuk bisa bagaimana mengalahkan juara dunia,” imbuh Agus Suardana.
 
Agus Suardana sendiri di Kejurnas Kalimantan Timur lalu membawa pulang posisi IV untuk nomor perorangan stroke putra, dan juara I di nomor ganda stroke berpasangan dengan rekannya Putu Budiyasa.
 
Hal senada juga diutarakan Siti Masitah. Menurutnya, rival beratnya justru dari Jawa Tengah yakni Ika. “Kalau Ika juga merupakan atlet yang memiliki predikat pemain nasional dan internasional.
 
“Saya rasa tetap peluang saya dan peluang Bali akan selalu terbuka untuk bisa lolos PON dan meraih medali. Di kejurnas Kaltim lalu, saya di perorangan stroke juara II dan juara I di nomor ganda stroke bersama Dyah Melinda,” tegasnya.
 
Sistem dalam Pra-PON di Banten nantinya, diutarakan Siti Masitah, jika atlet beregu masuk 5 besar dan lolos PON Papua, maka otomatis di perorangan juga kan ikut lolos ke PON Papua. Hanya perorangan nanti tetap ikut turun bersama 12 besar tim dari provinsi lainnya yang juga berebut tiket PON. Namun 5 besar di beregu yang lolos PON tak dinilai lagi.