Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Permintaan Ayam Panggang Penuhi Upacara Keagamaan

Bali Tribune/AYAM PANGGANG - Salah seorang pelaku usaha ayam panggang yang memenuhi permintaan dari penjual nasi dan masyarakat saat upacara keagamaan

balitribune.co.id | Gianyar – Kesibukan berkarir dan adanya berbagai kegiatan agama serta adat di Bali mempengaruhi permintaan daging ayam panggang. Pasalnya, menjual ayam panggang saat ini merupakan bisnis yang menggiurkan. Masyarakat tampak enggan untuk memanggang sendiri di rumah karena dianggap rumit dan menyita waktu. 

Peluang bisnis rumahan ini ditekuni salah seorang warga Gianyar, Nyoman Surani. Saat ditemui beberapa waktu lalu dia mengatakan, berawal dari permintaan pedagang warung nasi yang menginginkan 10 ekor ayam panggang per hari. Kemudian, pesanan semakin bertambah seiring banyaknya kegiatan adat dan agama di Gianyar. 

"Orang-orang memilih membeli ayam panggang yang sudah jadi. Kalau memanggang sendiri di rumah dianggap merepotkan karena prosesnya cukup rumit. Mulai dari memotong, membersihkan bulunya dan membuat bumbu. Membeli ayam yang sudah dipanggang menjadi pilihan bagi yang tidak punya waktu mengolah sendiri," jelasnya. 

Kata dia, untuk menentukan harga ayam panggang, ayam yang belum dipotong ditimbang terlebih dahulu. Setelah itu, per kilogramnya disesuaikan dengan harga saat ini ditambah jasa panggang Rp 15 ribu per ekor. 

Proses pemanggangan dari ayam mentah hingga matang diperlukan waktu sekitar 2 jam. Pemanggangan menggunakan serabut kelapa. "Ayam yang telah dipotong dibersihkan, kemudian dipanggang, setelah setengah matang diberi bumbu," ucap Surani. 

Jika hari-hari biasa, pihaknya mendapat pesanan dari 25 sampai 50 ekor. Dia mengaku, setiap hari menerima pesanan dari pedagang nasi ayam. "Saya sudah punya pelanggan tetap, warung nasi ayam di wilayah Gianyar," ujarnya.

Surani yang telah 8 tahun lebih ini menjual ayam panggang mengakui jika permintaan semakin banyak saat hari-hari keagamaan hingga mencapai 100 ekor. "Selama beberapa tahun menjalani bisnis ini saya rasa ada peningkatan permintaan baik itu dari warung nasi maupun untuk persembahan upacara keagamaan," ungkap Surani.

Sementara itu salah seorang warga, Pande Wayan mengaku kerap membeli ayam panggang jika ada kegiatan agama di rumahnya. Mengingat, cara ini meringankan warga yang punya acara keagamaan karena tidak memiliki cukup waktu untuk mengolah sendiri.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

balitribune.co.id I Amlapura - Sejak beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di tingkat peternak di sebagian besar daerah di Indonesia anjlok cukup drastis. Hal ini juga dialami oleh seluruh peternak di Kabupaten Karangasem, salah satunya para peternak di sentra peternakan Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click

Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII

balitribune.co.id I Bangli - Perhelatan  Penglipuran Village Festival (PVF) XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Kamis (9/7/2026) ditandai pelepasan burung ke udara. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,  pembukaan festival yang telah masuk 100 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya ini, dipusatkan di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Tak Kunjung Beroperasi, Sampah Residu Menumpuk di TOSS Center Karangdadi

balitribune.co.id I Semarapura - Tumpukan sampah residu di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, masih belum teratasi. Mesin pengolah sampah berteknologi pirolisis yang diharapkan menjadi solusi belum dapat dioperasikan karena masih menunggu kedatangan teknisi ahli dari luar negeri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kambuh saat Bermotor, Penyandang Epilepsi Jatuh dan Tewas di Aliran Irigasi

balitribune.co.id I Gianyar - Warga Banjar Anggar Kasih, Medahan, Blahbatuh, Kamis (9/7/2026) siang digegerkan dengan musibah yang menimpa  warganya, Wayan Edi Parwata (35).  Orang dengan Epilepsi (ODE) atau penyandang epilepsi ini ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi. Sebelumnya sempat  dilaporkan hilang usai diduga mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.