Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terdampak Merebaknya Virus Corona, Pendapatan Sejumlah Sektor di Jembrana Anjlok

Bali Tribune/ ANGKOT - Kondisi perekonomian para pekerja non formal seperti sopir angkot anjlok terdampak penyebaran virus Corona.
Balitribune.co.id | Negara - Sejumlah kalangan kini telah merasakan dampak penyebaran virus Corona yang merebak sejak beberapa bulan belakangan ini. Selain para pekerja harian yang menggantungkan hidupnya di jalanan yang kini meradang, kalangan dunia usaha di Jembrana juga mulai mengalami penurunan pendapatan.
 
Sejumlah pekerja lepas seperti tukang ojek baik itu ojek pangkalan maupun ojek online, sopir angkutan umum, kusir dokar maupun blantik ikan juga telah merasakan dampak dari penyebaran virus Covid-19 yang merebak sejak beberapa bulan terkahir. Terlebih dengan diberlakukannya sosial distancing (pebatasan social) dan bekerja dari rumah, kini sangat jarang warga yang berakitiftas keluar rumah maupun berpergian. Pendapatan warga ekonomi menengah kebawah ini kini sangat memprihatinkan.
 
Salah seorang tukang ojek yang mangkal di Pangkalan Ojek Kota Negara Rahim mengaku setelah merebaknya Covid-19, penghasilannya sebagai tukang ojek yang menghadalkan penumpang dari Kota Negara menuju sejumlah kawasan pedesaan sudah sangat tidak dapat dihandalkan lagi. Untuk bisa mendapatkan uang Rp 15 ribu saja, dalam satu harinya sudah sangat sulit lantaran sudah sangat jarang ada warga yang menggunakan jasa tukang ojek. "Sejak 1 Maret sudah sangat sulit dapat penumpang," jelasnya.
 
Namun di tengah kondisi sulit ini ia bersama sejumlah tukang ojek lainnya tidak punya pilihan pekerjaan lain lantaran semua sector perekonomian menurutnya juga ikut terdampak. “Mau jadi kuli bangunan, yang membangun sekarang tidak ada,” ujarnya. 
 
Begitupula yang dirasakan para sopir angkutan umum di Jembrana. Sejak sebulan terkahir, mereka sudah merasakan jumlah penumpang yang semakin sepi lantaran khawatir akan penyebaran virus corona. Bahkan sejak diberlakukan social distancing, penumpang langsung menghilang. Terlebih pemerintah telah mengimbau masyarakat untukmenghindari berpergian dengan menggunakan transportasi umum. Dewa Putu Artha seorang sopir angkutan pedesaan jurusan Negara-Gilimanuk yang ditemui di Terminal Umum Negara mengaku ia bersama puluhan sopir Angkot dan Angdes lainnya mengalami penurunan penumpang sampai 60-70 persen dibandingkan sebelum merebaknya penyebaran corona. "Jika dulu mendapatkan Rp 200 ribu sehari. Kini kurang dari Rp 100 ribu. Itupun beli solar juga norog," jelasnya.
 
Pedagang kaki lima juga tak luput dari dampak penyebaran corona, terlebih titik-titik keramaian yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda sudah dibatasi. Seperti di barat Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana. Para PKL yang biasanya mangkal dan menggelar lapak dagangannya di jalan menuju Civic Center Pecangakan ini, kini sudah tidak diperkenankan lagi berjualan di pusat keramaian ini, “sudah tidak boleh jualan lagi di barat GKBK, sekarang sementara menganggur dulu, semoga cepat pulih,” ujar Cak Mat.
 
Selain sektro non formal, sektor usaha formal juga sudah merasakan dampak dari merebaknya penyebaran corona ini. Salah seorang pengelola SPBU di Kota Negara, Iskandar Alfan mengaku terjadi penurunan pendapatan sejak beberapa pekan belakangan ini. Salah satunya usaha SPBU kini juga semakin kehilangan pembeli. “Sejak setelah Nyepi penjualan menurun sampai 35 persen. Memang pengguna kendaraan di jalan sudah sepi karena jarang ada yang berpergian. Tapi operasional dan pelayanan tetap kami maksimalkan,” tandasnya. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Mamungkah Banjar Pande, Bualu

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan lan Padudusan Wrespati Kalpa Madya di Banjar Pande, Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (30/9/2026). Kehadiran pimpinan lembaga legislatif Badung tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan yang digelar krama Banjar Pande.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Teguhkan Nilai Pancasila, I Made Wijaya Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung menunjukkan komitmennya dalam meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu tercermin dalam keikutsertaan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Badung pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (1/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usaha Makanan yang Menjanjikan dan Strategi Mengelolanya di Pasar Pariwisata

balitribune.co.id | Jakarta - Usaha makanan masih menjadi bidang bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia karena tingkat kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus berlanjut sepanjang tahun. Terutama di kawasan destinasi pariwisata yang sangat aktif, lonjakan arus wisatawan domestik maupun mancanegara secara langsung mendorong permintaan produk kuliner hingga meningkat pesat.

Baca Selengkapnya icon click

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.