Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perupa Aboetd Pameran di Pasar Mas

Bali Tribune/ PAMERAN - I Kadek Rudiantara alias Aboetd pameran di pasar.
Balitribune.co.id | Gianyar - I Kadek Rudiantara alias Aboetd, perupa bertopeng celuluk, Selasa (25/8), berpameran di Pasar Desa Mas Ubud, sembari berosislisai protokol kesehatandan berburu ikan asin kesukaaanya. Kehadirannya cukup menggelitik pengunjung dan pedagang pasar karena tak mengerti dengan lukisannya yang pamerkannya keliling pasar.
 
Ibu Made Sutini, salah seorang pengunjung pasar mengaku terkejut saja saat dihampiri Aboetd yang bertopeng celuluk ini. Sutini tidak mengerti ketika dirinya diberikan salah satu lukisan dan kemudian difoto. "Saya kira lukisan itu diberikan untuk saya. Setelah difoto dan lukisannya saya bawa, malah dikejar dan lukisannya diminta lagi," ungkap Ibu Made.
 
Menariknya lagi, ada pengunjung pasar yang dengan percaya dirinya mau membeli salah satu lukisan Aboetd. Namun kaget ketika tahu lukisan itu harganya cukup fantastis. "Padahal lukisannya kecil dan dari kertas, tapi harga mahal sekali. Uang belanja yang saya bawa saja tak cukup," terang ibu yang enggan menyebut nama ini.
 
 Aaboutd yang kini lebih suka dengan sandangan “Si loeloek raider” ini mengatakan jika dirinya  takut sama virus corona. Karena itupula, hari itu dirinya sengaja berpameran di Pasar Desa Mas, Ubud. “Sambil Pameran, saya juga beli pindang sama sayuran dan sekaligus ingin mengajak masyarakat untuk taat ikutin protokol kesehatan di masa new normal ini supaya dijauhkan dari virus Corona itu,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan itu, ia memamerkan karya karya lukisan kepada semua pedagang dan pengunjung pasar. Targetnya, untuk menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu seniman yang konsisten berkarya. ”Lukisan yang saya pamerkan saat ini adalah luksisan gaya terbaru. Yakni kombinasi lukisan cat air dengn drawing. Mengenai tema, ada lukisan wajah wajah cantik dan lukisan dengan tema alam spiritual,” pungkasnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menolak Bantuan Asing Saat Flores Menangis

balitribune.co.id I Bencana alam selalu menjadi cermin paling jujur untuk melihat kesiapan sebuah negara. Ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 ini, riak yang muncul bukan sekadar urusan patahan tektonik, melainkan patahan birokrasi yang akut.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Jepang Selidiki Kematian PMI Asal Bangli di Apartemennya

balitribune.co.id | Bangli - Duka mendalam menyelimuti keluarga Putu Ayu Meita Widyastuti (19), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli, yang dilaporkan meninggal dunia di Jepang. Hingga kini, pihak kepolisian Jepang masih mendalami dan menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.