Virtual Meeting Gerakan Sosial Peduli Bali, Badung Siap Sambut Wisatawan | Bali Tribune
Diposting : 15 June 2021 23:55
ANA - Bali Tribune
Bali Tribune/ MEETING - Bupati Giri Prasta saat menghadiri secara Virtual Meeting Gerakan Sosial Peduli Bali di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Badung, Selasa (15/6/2021).
balitribune.co.id | Mangupura  - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadiri secara Virtual Meeting Gerakan Sosial Peduli Bali di Ruang Kerja Rumah Jabatan Bupati Badung, Selasa (15/6). Diskusi terbatas melalui virtual meeting terkait Gerakan Sosial Peduli Bali yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko membahas terkait kesiapan Provinsi Bali dalam pembukaan pariwisata untuk wisatawan domestik maupun asing. 
 
Diketahui perkembangan angka kasus Covid-19 di Provinsi Bali sejak dua bulan terakhir menunjukkan awal yang baik bagi penurunan yang masuk kategori melandai. Dengan jumlah kesembuhan pasien Covid-19 yang lebih tinggi daripada tertular mendapat apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo dan sesuai arahan Presiden RI bahwa rencana dibukanya pariwisata mancanegara di Bali pada bulan Juli mendatang tergantung pada tingkat kasus dan kondisi di Bali.
 
Turut hadir secara virtual, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Putu Jayan, seluruh Bupati/ Walikota se-Bali dan undangan lainnya.
 
Bupati Giri Prasta dalam kesempatan ini mengatakan bahwa Pemerintah Daerah, pelaku pariwisata dan masyarakat selalu siap dengan penerapan Protokol Kesehatan. Sebagian besar masyarakat Bali sadar akan bahaya virus Corona, selain itu kesadaran masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dan disiplin menunjukkan penurunan angka kasus Covid-19. 
 
“Kami akui semua ini memang sulit, namun kami sudah menyiapkan standar pariwisata yang harus dipenuhi menjelang pelaksanaan new normal ini. Kami Pemkab Badung sudah membentuk tim verifikasi kesiapan pembukaan objek wisata. Tim tersebut sudah turun ke beberapa objek wisata, seperti ITDC, Pantai Waterblow, Pantai Pandawa, Uluwatu, Kuta, dan Beachwalk. Jadi intinya kalau sudah dibuka kita siap untuk menerima wisatawan, begitu juga hotel harus benar-benar siap,” jelas Bupati.
 
Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengatakan dalam membangun sektor pariwisata di tengah maupun pasca pandemi Covid-19 dibutuhkan suatu kolaborasi yang harmonis antara masyarakat, para pelaku industri kreatif, industri pariwisata serta pemerintah. Menurutnya yang akan menang dalam pertarungan dengan Covid-19 ini adalah mereka yang mengedepankan kolaborasi bukan kompetisi. 
 
“Ketika dibukanya destinasi wisata nanti, maka ini akan menjadi pertaruhan citra pariwisata Bali ke depannya,” imbuhnya.
 
Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, saat ini persiapan untuk pembukaan kawasan wisata bagi wisatawan mancanegara sudah 90 persen. Presiden Joko Widodo menargetkan pembukaan Travel Corridor Arrangement atau TCA dapat terealisasi di bulan Juli 2021. Namun, sebelum pariwisata benar-benar dibuka, Sandiaga terus memastikan kesiapan SDM dan pengelola pariwisata setempat. 
 
“Progres ini akan terus meningkat, bergantung dari keseriusan kita untuk menghadirkan prakondisi-prakondisi. Prakondisi yang menjadi barometer penyiapan pembukaan pariwisata Bali tersebut diantaranya adalah pengendalian kasus Covid-19, program vaksinasi, penyiapan travel corridor arrangement, peningkatan kepatuhan dan Protokol Kesehatan,” jelas dia.
 
Persiapan pembukaan pariwisata Bali merupakan awal dari penyiapan tahap akhir yang kemudian akan dilanjutkan dengan peninjauan tiga (3) zona yang saat ini disebut “SUN” yakni Sanur, Ubud dan Nusa Dua. Nusa Dua menjadi lebih prioritas karena merupakan pintu masuk bagi kedatangan wisatawan. 
 
“Menurut data pencarian google Bali merupakan pencarian terbanyak dalam kategori wisata, di sini kita bisa melihat seberapa banyak orang yang sudah kangen untuk berkunjung ke Bali. Berdasarkan permintaan chartered flight sudah banyak dari negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, UAE dll,” ujarnya.
 
Dikatakan pihaknya juga sudah melakukan campaign massage untuk domestik '#AkuRinduBali' dan untuk wisatawan asing '#SeeYouinBali'. Informasi yang jelas, prosedur yang tetap dan kemudahan akses akan memudahkan wisatawan asing untuk mencari informasi dan mengambil keputusan untuk berwisata ke Bali maka dikeluarkan e-book berisi guideline traveling di masa new normal. 
 
Isi e-book guideline adalah ketentuan Visa, PCR Swab, karantina, prosedur detail saat berangkat dan di penerbangan kepulangan yang disesuaikan dengan berbagai kondisi yang mungkin muncul. Untuk komunikasi pemasaran pada dunia internasional melalui infografis di medsos yang dapat disebar juga melalui berbagai jaringan luar negeri secara online dan promosi parekraf mancanegara di @indtravel, Sementara untuk domestik melalui @pesonaid_travel.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan mengenai pembukaan Bali ini sudah diengaged dari tahun lalu, di titik ini pemerintah harus mampu mengkristalkan kebijakan karena tanpa mengkristalkan posisi maka akan terjadi rapat lagi secara terus menerus dan tidak selesai- selesai. 
 
“Kebijakan kita dari hasil rapat yang berkali-kali tersebut kita sudah mendapat gambaran kapan akan dibuka, koridornya mana saja dan aturannya seperti apa. Seperti Thailand rencana membuka phuket, komunikasi mereka kepada publik maupun dunia sudah dilakukan dalam waktu yang cukup lama dengan segala aturannya. Koridor kita sudah konkret dan parameternya kita sudah melakukan vaksin yang ditetapkan WHO serta kita harus membuka untuk negara yang angka Covid-19 nya tidak tinggi. Oleh karena itu kita akan follow up dan berbicara dengan negara- negara mana saja yang siap dibuka untuk berwisata ke Bali, kita harus sadar Bali sudah sangat bagus untuk membuka pariwisata,” jelasnya.