Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Upaya pemerintah atasi masalah air bersih di musim kemarau, Bupati Gede Dana: Pengaliran Air Danau Batur Sudah Masuk Perencanaan

Bali Tribune / Bupati Karangasem, I Gede Dana

balitribune.co.id | Amlapura - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Karangasem guna mengatasi bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Lahar tersebut. Utamanya desa-desa yang paling terdampak seperti Desa Tianyar Tengah, dan desa lainnya di Kecamatan Kubu. Bupati Karangasem, I Gede Dana mengakui  untuk menuntaskan masalah kesulitan air bersih di beberapa desa di Kecamatan Kubu membutuhkan waktu dan perencanaan, karena ada sejumlah dusun yang berada diatas bukit.

“Dua hari yang lalu saya sudah turun langsung ke Kecamatan Kubu untuk memetakan permasalahan air bersih. Untuk enam dusun di Desa Tianyar Tengah yang paling memungkinkan adalah mengalirkan air danau, dan itu sudah masuk dalam perencanaan,” sebutnya, kepada awak media Kamis (14/10/2021). Pihaknya akan terus melobi Pemprov Bali dan Pusat utamanya pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida, agar pengaliran air bersih dari Danau Batur segera bisa terealisasikan.

“Untuk pengeboran itu tidak memungkinkan karena membutuhkan kajian dan angggaran yang cukup besar. Yang memungkinkan itu adalah menyedot atau menaikkan air danau menggunakan pompa dan mengalirkannya secara gravitasi ke desa yang mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga masih mencari upaya terbaik termasuk kemungkinan mengalirkan air telaga waja hingga ke desa-desa yang lokasinya lebih tinggi. “Disamping itu ada program  pembuatan sumur bor dengan dana  Rp. 1,3 miliar perdesa di Desa Ban dan Tulamben, Kubu. Dimana tahun ini sudah bisa dikerjakan. Namun demikian sekarang ini saya masih terus memperbaiki tata kelola air yang ada di Karangasem,” sebutnya.

Sementara itu, saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini desa-desa yang berada diatas perbukitan di Kecamatan Kubu sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Di Desa Tianyar Tengah kesulitan warga mencari air bersih sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir.  Bahkan untuk mendapatkan satu ember atau satu jirigen aiar bersih, warga yang berada diatas pegunungan atau pebukitan terpaksa harus turun gunung dan berjalan kaki hingga tujuh kilometer.

Perbekel Desa Tianyar Tengah, I Ketut Ada, kepada awak media belum lama ini menyampaikan, bencana kekeringan terparah dialami oleh warganya di enam dusun masing-masing Dusun Dalem, Dusun Padang Sari, Dusun Bukit Lambuh, Dusun Pedahan Kaja, Dusun Pelisan dan Dusun Penginyahan. “Memang di Desa Tinyar Tengah ini tidak memiliki sumber air, jadi saat musim kemarau seperti ini, warga kami sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” ujar Ketut Ada.

Enam dusun tersebut menurutnya yang mengalami dampak kekeringan paling parah karena berada diatas pegunungan, sementara untuk warganya yang berada di bawah utamanya yang tinggal di jalan utama Amlapura-Singaraja ada yang sudah teraliri air bersih dari PDAM kendati jumlahnya hanya beberapa KK saja.

Karena sulitnya mendapatkan air bersih, maka warganya sangat ketat sekali dalam memanfaatkan air bersih yang mereka peroleh, utamanya air bersih dari bantuan relawan, PMI, Dinas Sosial maupun dari BPBD Karangasem. “Karena sulitnya mendapatkan air bersih, makanya hampir sebagian besar warga kami yang diatas jarang mandi. Karena air yang diperoleh itu sepenuhnya dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak dan minum,” ungkap Ketut Ada.

Sedangkan saat musim hujan, warga berupaya menampung air hujan dalam cubang-cubang komunal maupiun cubang pribadi untuk keperluan sehari-hari. Naah saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini, warganya sangat berharap dari bantuan air bersih yang di drop oleh relawan, PMI, Dinas Sosial ataupun BPBD Karangasem. “Kalau untuk membeli air bersih dari mobil tangki, warga kami sudah tidak sanggup! Kalau sampai di dusun yang berada diatas, harga air pertangkinya bisa mencapai Rp. 400 ribu,” sebutnya.

Untuk mengatasi permasalah kesulitan air bersih yang terjadi setiap tahunnya ini, warganya sangat berharap agar pemerintah pusat dan provinsi segera mengalirkan air dari Danau Batur, Kintamani, yang berada diatas desa mereka. “Jadi yang paling memungkinkan menurut kami adalah mengalirkan air danau,” cetusnya.

wartawan
AGS
Category

Polemik Kajang-Tirta, Klian Pura Tangkas Minta Pasemetonan Tenang

balitribune.co.id | Semarapura - Klian Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung, I Putu Sudiarta, mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh polemik terkait Kajang dan Tirta Kawitan. Persoalan ini sebelumnya melibatkan pihak Pura Kawitan dengan Desa Adat Tangkas, Kecamatan Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.