balitribune.co.id | Mangupura - Sejumlah petani bunga gumitir di Petang Kabupaten Badung mengaku saat ini cuaca yang cenderung cerah sangat mendukung hasil panen bunga gumitir. Ditemui saat panen bunga gumitir di Petang, Selasa (21/4), Jero Pudak mengatakan, bersama tiga orang petani lainnya dalam sehari panen bunga gumitir sebanyak 3 pikul bunga yang kerap digunakan untuk ritual Hindu di Bali.
Menurut penuturan Jero Pudak, cuaca yang saat ini kemarau kering sangat cocok untuk pertumbuhan bunga gumitir. Bahkan memengaruhi hasil panen yang menghasilkan bunga dengan warna cerah dan tidak mengecewakan petani. "Kalau musim hujan bunganya tidak bagus, lembek dan ada bercak-bercak coklat. Musim panas sekarang ini hasil panen bagus, bunganya segar," katanya.
Panen bunga gumitir kata dia dilakukan dari pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore untuk memenuhi permintaan pengepul yang akan dikirim ke Denpasar. Di saat hasil panen bunga gumitir melimpah sesuai harapan petani, harga bunga gumitir Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram di tingkat pengepul.
"Saya dan beberapa teman panen bunga gumitir seluas 5 are. Dari tahun 2018 sudah bertani bunga gumitir. Sekarang memang sudah waktunya panen dari beberapa hari lalu," ujarnya.
Beberapa petani bunga gumitir tampak semringah karena hasil panen cukup memuaskan. "Di bulan April ini sudah 8 kali panen bunga gumitir di luas 5 are," imbuhnya.