Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dinilai Kurang Ideal, Seniman Kritik Panggung Utama Festival Semarapura VIII

Panggung utama
Bali Tribune / KURANG IDEAL - Panggung utama Festival Semarapura ke-8 dinilai kurang ideal.

balitribune.co.id I Semarapura - Pembukaan Festival Semarapura ke-8 akan dihelat Selasa (28/4/2026). Namun, persiapan pelaksanaan festival terbesar di Klungkung ini masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya yakni terkait panggung utama yang dinilai kurang ideal. 

Informasi didapat di lapangan, seniman yang bakal tampil selama perhelatan festival mengeluhkan bahkan ada yang protes terkait layout panggung utama Festival Semarapura VIII. Panggung utama dinilai kurang ideal, dengan posisi menghadap ke barat membelakangi posisi Catus Pata atau Patung Kanda Pat Sari.

Dengan posisi tersebut, ukuran panggung menjadi kurang luas sehingga berdampak terhadap keleluasaan seniman dalam berekspresi diatas panggung. Panggung utama dibuat dengan ukuran sekitar 10 x 14 meter.

Dengan penataan panggung seperti itu kemungkinan penampilan parade gong kebyar yang menjadi salah satu agenda festival peluangnya terkena dampak cukup besar. Mengingat pertunjukan seni yang senantiasa menyedot ribuan penonton itu  melibatkan banyak penabuh dan perangkat gambelan dari dua sekaa gong.

“Kami merasa ruang ekspresi menjadi terbatas karena tata letak panggung utama kurang ideal. Gerak dan interaksi dengan penonton menjadi kurang maksimal,” ujar seorang seniman yang menolak disebutkan namanya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Gusti Agung Putra Mahajaya dikonfirmasi wartawan Senin (27/4/2026) mengatakan, dirinya belum mendengar ada keluhan dari para seniman dan tidak terlalu masuk kedalam urusan teknis tata letak panggung.

“Sejauh ini kami belum tahu ada keluhan dari para seniman. Apa keluhannya saya tidak tahu itu. (soal panggung) kami tidak masuk sampai ke ranah itu,” kata Agung Mahajaya seraya menyinggung tata letak panggung baik menghadap ke Selatan (latar belakang monument) maupun menghadap ke barat dengan latar belakang Patung Catus Pata sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. 

500 Penari Pendet Batal Tampil 

Sementara itu, tak hanya soal panggung utama yang dinilai kurang ideal, masalah lain juga muncul jelang pembukaan Festival Semarapura VIII. Sebanyak 500 penari pendet terpaksa batal tampil pada pembukaan Festival Semarapura ke-8 yang direncanakan akan digelar pada Selasa (28/4/2026) tersebut. 

Pertunjukan Tari Pendet masal tersebut batal mengisi acara pembukaan gara-gara jadwal pementasannya bersamaan dengan penampilan Adi Merdangga. Padahal pertunjukan Tari Pendet massal sudah dipromosikan lebih dulu oleh Kementerian Pariwisata melalui akun media sosial Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. 

Plt Kepala Dinas Pariwisata Gusti Agung Putra Mahajaya dikonfirmasi wartawan Senin (27/4/2026) mengatakan, pembatalan  pertunjukan Tari Pendet masal dalam mengisi acara pembukaan Festival Semarapura VIII terpaksa dilakukan mengingat jadwal pementasannya berbarengan dengan penampilan Adi Merdangga. 

“Penampilan Tari Pendet Masal terpaksa dibatalkan karena jadwalnya berbarengan dengan Adi Merdangga masal. Kami menilai dua pertunjukan kolosal dalam waktu yang sama kurang ideal dari sisi penataan acara,” ujar Agung Mahajaya. 

Sementara itu, meskipun penampilan Tabuh Adi Merdangga masal tetap mengisi acara, namun penampilan mereka disiasati. Sebagian penabuh berjalan kaki dari depan Puri Agung Klungkung mengiringi tamu undangan menuju tenda undangan. Sebagian lagi menunggu di Kertagosa dan Monumen Ida Dewa Agung Jambe dan akan bertemu secara keseluruhan di depan panggung utama. 

wartawan
SUG
Category

Gegara WFH, Rapat Paripurna DPRD Bangli Batal Digelar

balitribune.co.id | Bangli - Rapat paripurna DPRD  Bangli yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) pelaksanaan harus ditunda. Penundaan dilakukan karena masih dalam suasana Work From Home (WFH). 

Pembatalan agenda ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Dukungan Fungsi DPRD, Persidangan, dan Risalah DPRD Bangli, Wayan Edi Ruspariadi.

Baca Selengkapnya icon click

Borong Belasan Emas, Savate Jembrana Juara Umum Kejurprov Bali 2026

balitribune.co.id | Negara - Anak muda Jembrana juga mampu menunjukan prestasi dan memiliki potensi serta talenta yang tidak kalah dengan generasi dari daerah lainnya. Teranyar prestasi kembali ditunjukan oleh sejumlah atlet Jembrana. Setelah memborong belasan emas, Savate Jembrana menjadi Juara Umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bali 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pasokan Lancar, Antrean Pembeli BBM di Tabanan Tak Lagi Mengular

balitribune.co.id | Tabanan – Antrean pengendara yang hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax di sejumlah SPBU seputaran Kecamatan Tabanan dan Kediri kembali normal.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (18/10/2026) siang, tidak terlihat kepadatan kendaraan yang sempat mengular dan meluber ke jalan sebagaimana yang terjadi selama sepekan sejak Senin (12/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Polres Tabanan Tangkap Dua Penjual Pertalite Diatas Harga Resmi

balitribune.co.id | Tabanan – Polres Tabanan mengamankan dua pria berinisial IWS (39) dan RVS (22) yang diduga menyalahgunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dengan menjualnya di atas harga resmi.

Penangkapan kedua spekulan tersebut dilakukan di tengah kondisi kelangkaan bensin yang melanda wilayah Tabanan sepanjang pekan lalu.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Gianyar Obok-Obok Live Star Bali, Dua Orang Positif Narkotika

balitribune.co.id | Gianyar - Jajaran Polres Gianyar melaksanakan sweeping tempat hiburan malam Live Star Bali, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Keramas, Blahbatuh, Minggu (18/10/2026) dini hari. Dari pelaksanaan sidak tersebut, dua orang laki-laki dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Jual Pertalite Rp100 Ribu Per Liter, Buruh Bangunan Diciduk Polisi

balitribune.co.id | Bangli - Pengecer bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yakni JP kini harus berurusan dengan pihak berwajib karena menjual BBM bersubsidi tersebut dengan harga yang tidak wajar. Pria asal Wonogiri, Jawa Tengah ini  menjual BBM jenis Pertalite dengan harga Rp100 ribu per liter.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.