balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas di masyarakat. Kali ini, menyasar pilar utama keluarga, Astra Motor Bali menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi ibu-ibu PKK Desa Dauh Puri Kauh. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Dauh Puri Kauh pada Senin (11/5/2026) dengan antusiasme tinggi dari 45 peserta.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Asuransi Astra, menyambung program Literasi Keuangan Terpadu Asuransi Astra (LENTERA) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sinergi ini bertujuan memberikan perlindungan komprehensif bagi masyarakat, baik dari sisi finansial maupun keselamatan fisik di jalan raya.
Ibu Sebagai Garda Terdepan Keselamatan Keluarga Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius (yang akrab disapa Yoyo), menekankan bahwa ibu-ibu memiliki peran krusial sebagai agen perubahan dalam keluarga.
“Ibu-ibu memiliki kemampuan persuasif yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak dan anggota keluarga lainnya. Jika seorang ibu sudah paham dan menerapkan budaya aman berlalu lintas, maka pesan tersebut akan lebih mudah tersampaikan ke lingkungan rumah tangga,” ujar Yoyo.
Dalam sesi edukasi, para peserta dibekali dengan materi praktis yang relevan dengan aktivitas sehari-hari, antara lain:
• Pentingnya Riding Gear: Penggunaan helm dan perlengkapan berkendara yang standar.
• Prediksi Bahaya: Kemampuan mengidentifikasi potensi risiko di jalan raya secara dini.
• Kampanye #Cari_Aman: Menanamkan filosofi bahwa keselamatan adalah gaya hidup sekaligus kebutuhan utama.
Apresiasi dan Harapan ke Depan Tidak hanya sekadar teori, suasana edukasi menjadi semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize berupa helm dan jaket bagi peserta yang beruntung. Hal ini merupakan bentuk apresiasi Astra Motor Bali atas semangat para ibu-ibu dalam mempelajari aspek keselamatan.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Bali berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui edukasi yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dengan semangat #Cari_Aman, diharapkan masyarakat Bali semakin sadar bahwa berkendara bukan hanya soal sampai ke tujuan, tapi tentang bagaimana sampai dengan selamat dan nyaman.