balitribune.co.id I Denpasar - Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Kota Denpasar mulai melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. Salah satu kawasan yang disasar yakni sentra penjual kambing Denpasar di Kampung Jawa, Jalan Maruti Denpasar, Selasa, (19/5/2026).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Drh Ni Made Suparmi mengatakan, dari hasil pengecekan kambing penjualan di Kampung Jawa Wanasari, rata-rata hampir semua dalam keadaan sehat. "Kita melakukan pemeriksaan fisik hewan seperti mulutnya, mata, kemudian adalah hidungnya, semua kondisinya sehat atau normal," kata Suparmi.
Selain di Kampung Jawa, beberapa penjual kambing yang disasar yakni di Jalan Mahendradatta Denpasar Barat.
"Juga ada beberapa titik di empat kecamatan yang akan disasar secara bertahap. Lebih banyak di Denpasar Utara sama di Denpasar Barat penjualannya secara dadakan, di Denpasar Selatan juga ada namun tak sebanyak daerah lain," ungkapnya.
Untuk pengecekan hewan kurban ini, Distan menerjunkan sebanyak 16 orang petugas, disebar di empat kecamatan untuk memastikan semua hewan kurban yang dijual aman untuk dikonsumsi. Selain itu kambing kambing ini hanya boleh yang didatangkan dari kawasan Bali saja, untuk kawasan luar Bali pasti distop dan dilarang.
Nantinya, tiga atau dua hari jelang Idul Adha, pihaknya juga akan kembali melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak penjualan. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk memperhatikan beberapa hal dalam memilih hewan kurban.
"Kambing yang dipilih adalah yang aktif, tidak lesu, matanya tidak ada leleran, hidung tidak kering. Kalau hidungnya kering, itu patut kita curigai biasanya itu dalam kondisi demam atau mengalami gangguan kesehatan, jadi itu perlu diperiksa lebih lanjut dan diobati," paparnya.
Juga dilihat dibagian mulut, tidak ada luka melepuh di gusi dan selaput mulutnya, serta memiliki nafsu makan yang baik. Sementara itu, terkait dengan harga kambing saat ini, pedagang di Kampung Jawa menyebut belum ada peningkatan.
Salah seorang pedagang mengaku selama sepekan ini baru berhasil menjual 15 ekor kambing. Faktor penghujan yang kembali kuncul beberapa minggu terakhir mempengaruhi sistem penjualan.
"Jika dibandingkan tahun lalu seharusnya sudah bisa menjual 25 ekor, karena penghujan. Persaingan yang makin banyak juga jadi penyebab penjualan kambing menurun," Burhan salah seorang pedagang.
Ia mengaku Kambing yang dijualnya didatangkan dari Kintamani dan Bedugul yang dijual Rp 3 juta hingga Rp 5 juta sesuai ukuran. Untuk tahun ini, menyiapkan 100 ekor yang didatangkan secara bertahap.