balitribune.co.id I Denpasar - Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar bakal memanfaatkan reservoar di kawasan Tukad Bilok, Sanur pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi antisipasi gangguan distribusi air bersih ke wilayah Serangan.
Direktur Utama Perumda Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa, menjelaskan bahwa infrastruktur reservoar tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk mengoperasikannya, Perumda Denpasar akan mengintegrasikan jaringan pipa baru dengan pompa penguat (booster pump) pengadaan UPT PAM Provinsi Bali.
"Bersamaan dengan tibanya pompa booster, kami akan memasang pipa sepanjang 700 hingga 750 meter dari reservoar tersebut menuju Jalan Bypass Ngurah Rai, ujar Putu Yasa, Rabu (20/5/2026).
Selain pipa utama, pihak Perumda juga akan memasang inline pump di kawasan Danau Poso guna memperkuat tekanan distribusi air yang kerap tersendat.
Melalui sistem integrasi ini, jika terjadi gangguan aliran dari SPAM Petanu, suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waribang dapat langsung dialihkan untuk menopang wilayah kritis seperti Serangan hingga kawasan Suwung, khususnya Prajaraksaka.
Lebih lanjut, Putu Yasa menyebut pemanfaatan reservoar ini sekaligus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan segera dibangun.
"Dengan optimalisasi ini, kami dapat mengurangi pelayanan manual menggunakan mobil tangki, sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan air bersih secara penuh sepanjang waktu," pungkasnya.