balitribune.co.id | Mangupura - Kementerian Pariwisata memastikan pemulihan pascakebakaran Desa Adat Sade, Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu dilakukan secara terkoordinasi. Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Daerah NTB, Forkopimda, Poltekpar Lombok, dan stakeholder ekosistem pariwisata.
"Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," ujarnya dikutip di akun resmi Kementerian Pariwisata (kemenpar.ri).
Musibah tersebut berdampak terhadap 320 orang pelaku pariwisata di Desa Adat Sade.
Adapun bangunan yang terdampak diantaranya 75 unit rumah adat, 4 Berugak Sakenam, 69 unit artshop, 6 Berugak Sakepat, 8 unit lumbung alang, 1 unit Bale Beleq (museum), 1 unit menara pantau dan sejumlah fasilitas lainnya.
Pemulihan mencakup dimensi fisik, sosial, budaya, dan keberlanjutan ekonomi. Kemenpar mengambil peran dalam pemulihan ekosistem pariwisata serta penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan terkait rencana jangka panjang hasil Rapat Koordinasi seperti pembentukan tim kerja terpadu dan pendataan serta donasi satu pintu dan bahan baku. Pembukaan satu akun donasi terpadu untuk mendukung rekonstruksi desa serta pemenuhan ketersediaan bahan baku pembangunan rumah tradisional.
Selain itu dilakukan pemberdayaan bagi masyarakat melalui beberapa hal yakni Trauma Healing bagi korban terdampak, khususnya anak kecil. Memberikan bimbingan teknis (Bimtek) secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa terkait Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.
Penguatan usaha masyarakat Sade juga dilakukan melalui dukungan lintas sektor, berupa modal kerja, fasilitas tenun, dan relokasi tempat sementara untuk memulihkan ekonomi secara bertahap. Rencana pembangunan museum sementara dan Masjid. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi arahan Menpar sebagai fondasi rekonstruksi rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.
Amak Pani salah seorang warga Sade menegaskan komitmen warga untuk mempertahankan keaslian bentuk rumah tradisional Sasak. Rekonstruksi Desa Sade ini diproyeksikan menjadi pilot project (proyek percontohan) mitigasi risiko bagi desa-desa adat lain di Indonesia. Kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Desa Adat Sade merupakan dusun wisata budaya Suku Sasak yang menjadi destinasi wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara.